Showing posts with label LessonLearned. Show all posts
Showing posts with label LessonLearned. Show all posts

Preparing for the coming economic collapse

Konsumsi minyak bumi yang semakin meningkat tidak sejalan dengan peningkatan produksi menyababkan harga minyak bumi meningkat terus. Minyak bumi tidak dapat ditumbuhkan dengan cepat dan cadangan yang ada jumlahnya terbatas, suatu saat nanti pasti akan habis. Trend produksi minyak bumi dunia sudah menunjukkan bahwa produksi minyak bumi sudah di titik maksimum, yang berarti produksi minyak bumi akan mulai menurun.

Sumber-sumber minyak baru memang masih ada, namun kebanyakan diperoleh dari sumber-sumber yang sulit dan mahal, seperti di lautan dalam, shale earth, tar sand, dll. Sumber-sumber ini menjanjikan produksi minyak untuk menopang peningkatan konsumsi untuk sementara waktu, dan pada akhirnya juga akan habis.

Ketidakseimbangan antara produksi dengan konsumsi ini akan dapat menimbulkan gejolak yang jika tidak diatasi segera dapat mengakibatkan kejatuhan ekonomi yang besar. Untuk menggerakkan roda ekonomi diperlukan energy yang terus meningkat, sekarang ini suplai energy paling besar adalah minyak bumi. Permasalahan energy ini tidak dapat diselesaikan oleh perorangan, harus pemerintah (semua Negara) yang turun tangan untuk menyelesaikan. Jika para pemimpin dunia gagal untuk mengidentifikasi dan mencari penyelesaian energy ini, maka kejatuhan ekonomi bukan tidak mungkin akan terjadi dengan sangat fatal.

Banyak hal yang harus dilakukan untuk mencegah kejatuhan ekonomi ini, salah satunya adalah dengan mencari sumber energy alternative untuk menggantikan minyak bumi, diantaranya:

  1. Sumber energy terbaharukan. Banyak sekali sumber energy terbaharukan yang bisa dimanfaatkan untuk menggantikan minyak bumi seperti panas bumi, matahari, biofuel, angin, dll. Indonesia yang terletak di ring of fire memiliki keuntungan dengan sumber panas bumi yang berlimpah. Sumber energy ini selain dapat diperbarui (kekal) juga lebih ramah lingkungan.
  2. Nuklir. Semua orang tahu dampak negatif pembangkit listrik tenaga nuklir seperti yang terjadi di Fukushima, Jepang. PLTN memang jarang sekali meledak, namun sekalinya meledak akan menghasilkan efek yang sangat besar. Selain itu limbah dari PLTN juga masih menjadi permasalahan yang cukup besar.
  3. Batubara, sand tar, dan shale earth oil. Sumber-sumber ini termasuk sumber energy fosil yang paling kotor. Walaupun jumlahnya masih cukup berlimpah, namun efek yang dihasilkan dari penggunaannya melebihi nilai energy yang dihasilkan. Penggunaan sumber-sumber energy ini dapat menunda krisis energy, tapi akan menghasilkan krisis yang lebih besar lagi nantinya. Menurut saya, sumber-sumber ini sebaiknya tidak digunakan.

Kelangkaan energy sangat mungkin terjadi jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan, mungkin sekarangpun sudah terlambat untuk bertindak. Kelangkaan energy yang berakibat pada kenaikan harga energy (minyak bumi, dll) akan mengakibatkan inflasi yang tinggi. Efek dari inflasi ini adalah berkurangnya nilai mata uang, sehingga berinvestasi akan menjadi hal yang tidak menguntungkan karena walaupun secara jumlah uang bertambah nanum secara daya beli berkurang. Ada beberapa cara yang disarankan untuk mengantisipasi inflasi yang tinggi :

  1. Investasi emas. Emas merupakan salah satu investasi yang tidak mengenal inflasi. Jika inflasi tinggi, harga emas naik melebihi inflasi. Harga minyak bumi naik, harga emas juga naik.
  2. Investasi di bidang energy atau energy alternative. Energi merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam ekonomi, siapa yang menguasai energi akan dapat bertahan dari krisis lebih baik.

Ecological Intelligence

Teori ekonomi klasik mendorong orang untuk memproduksi barang dengan harga serendah mungkin untuk memperoleh pasar yang besar dengan keuntungan yang sebesar-besarnya nampaknya sudah mulai tidak berlaku lagi. Orang sudah mulai sadar bahwa dibalik harga yang murah terdapat hidden cost yang besar, diantaranya adalah perusakan alam. Barang dengan harga murah biasanya diproduksi tanpa memperhatikan aspek lingkungan, seperti menggunakan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan, pengolahan limbahnya tidak bagus, menebang hutan tanpa rehabilitasi, dll.

Ada tiga aspek yang ditonjolkan dalam buku Ecological Intelligent oleh Daniel Goleman; aspek lingkungan (geosphere), aspek kehidupan hayati (biosphere), dan aspek social (sosiosphere) untuk menilai apakah suatu produk itu termasuk “green”. Geosphere berarti alam dan bumi seperti air, tanah, dan udara. Produk dikatakan green jika diproduksi dengan mempedulikan alam sekitarnya, tanpa menimbulkan pencemaran terhadap tanah, air, udara, dll. Geosphere ini merupakan basic dari kriteria green dalam suatu produk. Kita dapat dengan mudah menganggap bahwa produk A adalah green jika diproduksi seperti tersebut diatas. Tetapi sebenarnya perlu diperhatikan juga aspek biosphere dan sosiosphere.

Biosphere berarti tubuh kita, kehidupan hewan dan tumbuhan. Walaupun suatu produk di buat tanpa mengeluarkan polusi tetapi jika menimbulkan bahaya kepunahan terhadap spesies tumbuhan atau hewan tertentu maka produk tersebut tidak dapat dikatakan hijau. Perburuan paus untuk dijadikan makanan termasuk salah satu kegiatan yang merusak lingkungan atau tidak ‘green’ karena dapat menimbulkan kepunahan paus dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Pabrik pulp dan kertas seringkali menggunakan bahan baku dari menebang hutan tanpa merehabilitasi kembali. Pabrik minyak goreng (sawit) memperoleh minyak sawit dari perkebunan sawit yang dibangun dari hasil membakar hutan, merusak lingkungan, dan pada akhirnya menganggu keseimbangan lingkungan dangan monokultur. Agak susah memang menentukan suatu produk itu termasuk green atau tidak.

Aspek ketiga yang digunakan untuk menentukan apakah suatu produk tersebut green atau tidak adalah sosiosphere, yaitu yang berhubungan dengan kehidupan social. Misalnya apakah suatu produk tersebut diproduksi dengan manggunakan pekerja dibawah umur, atau dengan pekerja murah dengan gaji dibawah UMR, atau dengan tanpa memperhatikan kehidupan pekerjanya. Suatu produk tidak bisa dikatakan ‘green’ jika diproduksi tanpa memperhatikan safety para pekerjanya, tanpa memperhatikan efek jangka panjang terhadap pekerjanya, dll.

Masyarakat sekarang sudah mulai memperhatikan hal-hal seperti diatas, sehingga rela membeli barang dengan harga yang sedikit lebih tinggi tetapi di produksi dengan menggunakan energy dari matahari menggantikan listrik dari PLTU misalnya, atau produk yang diproduksi dengan memperhatikan nasib para pekerjanya, dll. Kesadaran akan lingkungan ini sudah mulai muncul terutama di kalangan Negara-negara maju atau masyarakat yang dengan latar belakang pendidikan yang lebih bagus. Produk-produk murah dari China dengan harga murah namun dibuat dengan kondisi jam kerja yang tidak wajar atau menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya sepertinya atau menggunakan energy dari pembangkit listrik PLTU yang hitam, dll sepertinya akan mulai tersingkir jika tidak segera berubah.

Kemudian bagaimana menentukan apakah suatu produk itu ‘green’ atau tidak? Bisa saja semua orang mengklaim bahwa produknya ‘green’. Untuk itu diperlukan badan pemeriksa (auditor) dari pihak ketiga yang netral untuk melakukan assessment terhadap produk-produk yang beredar dimasyarakat. Tidak mudah untuk menentukan suatu produk ‘green’ atau tidak. Membeli produk local yang setara dengan produk impor mungkin akan lebih green karena tanpa melibatkan transportasi yang jauh, transport tentu saja memerlukan energy dan mengeluarkan polusi.

Era keterbukaan sudah mulai merebak dimana-mana, masyarakat sudah mulai sadar lingkungan dan sudah mulai berfikir sebelum membeli suatu barang. Sekarang bukan lagi jamannya harus menutupi semua keburukan untuk memperoleh biaya produksi yang paling murah. Orang sudah mulai beralih ke green product.

Belajar Project Management : Rule of Thumb Project Management

Dalam menangani suatu proyek, ada beberapa rule of thumb yang harus di pahami oleh project manager. Ramroth dalam bukunya mengatakan setidaknya ada 14 rule of thumb dalam project management, diantaranya:


  1. Jangan coba-coba. Proyek tentu saja mempunyai batasan waktu dan dana, oleh karena itu tidak diperbolehkan adanya “invention”, kecuali memang proyek riset. Setiap penggunaan teknologi atau metode yang baru selalu ada resiko tambahan untuk itu perlu disisipkan factor resiko tersebut kedalam bugdet. Oleh karena itu, selalu gunakan metode atau teknologi yang sudah proven.
  2. 10 % progress terakhir menghabiskan 20% budget. Ini yang biasanya tidak banyak diperhitungkan oleh project manager, bahwa di akhir project, beban pengeluaran biasanya akan membengkak karena biasanya di akhir poyek inilah banyak dilakukan repair-repair di beberapa equipment, bahkan terkadang juga dilakukan beberapa modifikasi untuk memastikan garansi proyek sesuai dengan kontrak awal.
  3. Jika schedule yang dibuat meleset maka proyek akan over budget. Hal ini tentu dapat dipahami oleh setiap project manager, menjaga schedule tetap on track adalah sangat penting. Bahkan dengan schedule yang realistispun schedule masih bisa meleset, diantaranya adalah karena: (1. Informasi antar disiplin tidak tersampaikan dengan baik, dalam hal ini komunikasi interen sangat penting. 2. Pengalaman dalam proyek yang sama sebelumnya juga banyak menentukan dalam kelancaran proyek. 3. Proses approval yang lama dari owner)
  4. Desainer tidak pernah berhenti untuk mendesain. Dalam EPC contract, menentukan desain engineering yang fix adalah kunci untuk menjaga schedule tetap pada jalurnya. Selalu ad aide-ide baru yang terlihat lebih baik sehingga jika dibiarkan terus maka tahap engineering tidak akan selesai.
  5. Hanya project manager yang boleh berbicara kepada owner. Atau single line communication, untuk menghindari keruwetan jika semua disiplin boleh langsung berkominukasi dengan owner tanpa sepengetahuan project manager. Jika seorang engineer berbicara mengenai scope of work dengan owner tanpa sepengetahuan project manager, maka budget dan schedule yang telah disusun bisa jadi berantakan.



Hal-hal diatas setidaknya yang perlu diwaspadai baik oleh engineer maupun project manager dalam proyek EPC.

Beans

Beans, sebuah buku ditulis Leslie A. Yerkes dan Cherles Decker ini berisi tentang cerita warung kopi El Espresso yang sukses manjadi warung kopi terbaik dengan menjaga warungnya tetap kecil. Mengambil pelajaran dari warung kopi tersebut, sang penulis mengungkapkan ada 4 P yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha agar bisnisnya sukses, yaitu:

  1. Passion. Setiap usaha atau pekerjaan yang tidak dilakukan dengan sunguh-sunguh maka tidak akan menghasilkan apapun. Itu salah satu alasan mengapa passion ini sangat penting. Pekerjaan yang dilakukan dengan ‘hati’ tentu akan lebih bernilai daripada pekerjaan yang dilakukan sekenanya karena kita tidak mencintai pekerjaan tersebut. Do what you love and you won’t work another day in your love.
  2. People. Espresso merekrut orang-orang terbaik dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk melalukan apa yang mereka inginkan. Setiap karyawan espresso adalah orang-orang yang mampu berfikir untuk melakukan yang terbaik karena mereka didukung. Espresso tidak pernah menghitung detail setiap hari berapa kopi yang berkurang karena curiga ada pegawainya yang meminum kopinya, tapi dengan memberikan visi dan misinya kepada setiap pegawainya untuk mencapai target tertentu. Dengan begitu setiap pegawai akan terpacu untuk mendapatkan target dengan caranya sendiri. Assume the positive – trust yourself and extend trust to others.
  3. Personal. Bahwa setiap orang ingin dihargai adalah benar, dan prinsip inilah yang diterapkan di espresso. Setiap orang, baik itu pegawai ataupun customer diperlakukan secara pribadi. Jadi setiap orang yang menikmati kopi di espresso diperlakukan seperti layaknya teman sendiri, dengan begitu customer tersebut dengan sendirinya akan menjadi customer tetap. Make it an experience – threat everyone as unique and valued.
  4. Product. Harga yang diberikan harus sesuai dengan kualitasnya. Orang tidak akan membeli kopi yang tidak enak dan pelayanan yang tidak nyaman dengan harga yang mahal. Find little ways to differentiate and delight.

Itu beberapa prinsip yang diterapkan espresso, back to work and enjoy your coffee..

CDM, dari Negara Maju untuk Negara Maju

Kondisi atmosfer yang makin rapuh melahirkan kesadaran-kesadaran untuk mengurangi emisi (green house gas) yang mencemari bumi. Kebanyakan penghasil emisi ini adalah negara-negara maju (atau sering disebut negara Annex 1) yang banyak mengkonsumsi bahan bakar / energy. Maka negara-negara maju didesak untuk mengurangi emisi penyebab peningkatan suhu bumi. Emisi yang sebagian besar terdiri dari karbon dioksida ini di sebabkan oleh proses industri, pembangkit listrik, transportasi, dll.


Menurunakan emisi bagi negara maju berarti penghentian pembangunan dan itu dapat berujung pada kemunduran. Oleh karena itu, mereka (negara maju) mengusulkan perdagangan karbon (emisi dalam satuan karbon dioksida ekivalen). Dengan sistem ini, agar tetap dapat melanjutkan pembangunan, negara maju akan membeli pengurangan emisi yang dilakukan oleh negara berkembang. Sistem ini mirip dengan kuota emisi yang ada di atmosfer, dimana negara maju sudah tidak diperbolehkan mengeluarkan emisi lagi, untuk menambah kuota maka negara maju harus membeli dari negara berkembang.

Pertanyaan yang muncul adalah apakah sistem ini efektif untuk mengurangi atau menjaga emisi di atmosfer untuk tidak meningkat? Negara maju tetap terus menambah emisi melalui kuota yang telah dibeli, sedangkan negara berkembang tidak dibatasi tingkat kenaikan emisinya. Di satu sisi terjadi pengurangan emisi di negara berkembang akibat pembangunan proyek-proyek CDM, tapi disisi lain konsumsi energi terus meningkat yang berarti peningkatan emisi.


Dari segi ekonomi, dengan membeli kuota, negara berkembang seharusnya mendapatkan uang untuk memperbaiki taraf hidup rakyatnya. Tetapi yang terjadi tidak sepenuhnya demikian. Ambil salah satu kasus di PT. X yang ingin memanfaatkan limbahnya untuk menjadi sesuatu. Limbah yang tadinya hanya dibiarkan saja dan mengemisikan gas metan dalam jumlah tertentu sekarang tidak lagi mengeluarkan emisi. Dari situ kemudian dihitung berapa karbon dioksida ekivalen yang dapat dikurangi. Itulah yang nanti dijual ke negara maju. Pada kenyataannya, PT. X harus berpartner dengan perusahaan asing (negara maju) karena keterbatasan dana dan koneksi CDM. Perusahaan asing inilah yang nantinya akan berhubungan dengan pihak dari negara maju untuk mendapatkan CDM. Uang dari CDM yang diperoleh kemudian di bagi berdua, dan seringkali porsi untuk perusahaan asingnya lebih besar, hingga 90% atau mungkin lebih, dan sisanya untuk PT.X.


Ada 2 hal yang bisa diambil disini:

  1. untuk menjaga emisi bumi tetap rendah (mengurangi emisi), tidak bisa dengan sistem CDM. Negara maju harus berusaha sendiri untuk mengurangi emisinya dan negara berkembang harus menjaga hutannya. Pengurangan emisi hanya bisa dilakukan dengan:
    1. mengurangi emisi dari sumbernya, atau
    2. memperbanyak tempat untuk menampung/mengurangi emisi (baca : hutan)
  2. Sistem kapitalis (baca:neoliberalis) memunculkan yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.Tidak akan bisa terjadi keseimbangan atau kemerataan.
Namun begitu ada beberapa hal juga yang yang patut menjadi perhatian karena sedikit banyak CDM ini menggerakkan proyek-proyek ramah lingkungan yang sebelumnya tidak visible untuk dijalankan.

Reaktor Biodiesel Skala Rumah Tangga

Pembuatan biodiesel skala rumah tangga (untuk pemakaian sendiri) sangat banyak dilakukan oleh masyarakat biodiesel di luar-luar negeri. Peralatan yang diperlukan sebenarnya sangat sederhana dan mudah di temui di sekitar kita. Berikut ini contoh penggunaan barang-barang bekas untuk membuat biodisel skala 100 liter per batch (bahan-bahan yang digunakan dapat dilihat pada postingan sebelumnya).

Untuk mereaksikan minyak nabati dan metanol dapat digunakan sebuah reaktor sederhana yang terbuat dari drum bekas (volume sekitar 150 liter). Sebagai tempat pencampuran katalis dengan metanol digunakan jerigen (volume sekitar 25 liter). Drum dengan jerigen ini dihubungkan dengan pipa atau selang untuk menjaga tekanan di dalam drum dan jerigen sama.

Campuran ini akan diumpankan kedalam reaktor secara bertahap selama proses reaksi berlangsung atau sekitar 60 menit, untuk itu perlu dipasang valve untuk mengatur flow metanol. Reaktor ini dilengkapi dengan pompa dengan kapasitas minimum 100 liter per menit. Pompa ini selain berfungsi sebagai alat transfer juga sebagai pengaduk. Untuk mendapatkan temperatur reaksi yang optimal, reaktor ini dapat dilengkapi dengan pemanas listrik atau minyak nabati yang akan direaksikan dipanaskan terlebih dahulu dengan menggunakan tungku api atau pemanas matahari hingga 65 oC (temperatur optimum untuk reaksi ini adalah 60 oC).

Setelah reaksi selesai, produk yang terbentuk (biodisel + gliserin) didiamkan didalam reaktor untuk proses pemisahan. Gliserin dan biodiesel akan memisah dalam waktu 1 jam. Gliserin di drain melalui line drain (2) hingga diperoleh fasa biodiesel (berarti gliserin sudah sebagian besar di drain. Setelah fasa gliserin habis, biodiesel didiamkan lebih lanjut untuk mengendapkan gliserin yang kemungkinan masih belum mengendap dan kemudian dilakukan kembali proses drain gliserin hingga didapatkan biodiesel (fasa gliserin sudah cukup sedikit). Fasa gliserin dan biodiesel dapat dibedakan dengan mudah dari warna dan kekentalannya, gliserin akan cenderung berwarna lebih gelap dan kental sedangkan biodiesel berwarna cerah dan encer. Biodiesel kemudian di keluarkan melalui no (3) untuk disimpan atau digunakan sebagai campuran solar untuk mesin diesel.

Biodiesel yang masih tersisa di tangki (sekitar 20 cm) disimpan ditempat lain. Biodiesel ini akan dimasukkan ke reaktor pada proses berikutnya, yaitu pada proses pengendapan setelah reaksi biodisel yang kedua selesai. Fasa gliserin yang diperoleh (sekitar 10% dari volume biodisel yang diperoleh) dapat dibakar untuk proses pemanasan minyak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat biodisel:

  1. metanol merupakan bahan yang mempunyai titik didih rendah (mudah menguap) sangat mudah terbakar dan beracun, sehingga penanganannya harus hati-hati. Untuk itu tidak boleh ada kebocoran pada sistem reaktor ini.
  2. Katalis (KOH atau NaOH) merupakan bahan kimia berbahaya dan korosif
  3. Pembakaran gliserin harus pada temperatur tinggi (api menyala) karena dapat menimbulkan gas beracun jika dibakar pada temperatur rendah.

Reliability

Reliable berarti tangguh terhadap berbagai kondisi. Salah satu hal wajib dalam mendesain pabrik adalah mengenai reliability yang terkadang hal ini bukan ditunjukkan oleh peralatan yang canggih dan mahal, terkadang hal-hal kecil yang terlihat sepele dan sebenarnya “tidak mahal” lah yang menentukan reliability suatu pabrik. Main plant membutuhkan steam dengan pressure 1.5 bar (g), selain itu pabrik juga membutuhkan power. Dan kemudian, power bisa dibangkitkan menggunakan steam turbin, sedangkan steam untuk main plant bisa dipenuhi dari ekstraksi dari turbin, tinggal didesain jumlah ekstraksinya sesuai dengan kebutuhan di main plant, maka semua terselesaikan. Eit tunggu dulu. Menggunakan steam dari ekstraksi turbin berarti harus menjalankan turbin. Bagaimana kalau turbin tidak jalan sedangkan main plant membutuhkan steam, untuk cleaning misalnya? Dan bagaimana juga pada saat beban listrik turun sedangkan jumlah steam yang dibutuhkan bertambah? Hal ini perlu dipikirkan juga karena tidak selamanya kebutuhan steam dan power sesuai dengan desain awal, bisa saja ada gangguan. Untuk itulah diperlukan adanya “by pass” dari high pressure steam ke low pressure steam (kebutuhan main plant) jika main source steam untuk main plant adalah dari ekstraksi turbin. Bukanlah sesuatu yang mahal sebenarnya, tapi dengan menambahkan “by pass” tersebut, maka pabrik menjadi lebih reliable. By pass ini sering disebut dengan pressure reducing and desuperheating system (PRDS), yang terdiri dari pressure reducing valve dan injeksi air demin untuk desuperheating.


Ubuntu, Linux for Human Being

Ubuntu, salah satu linux community, meluncurkan varian terbaru dari ubuntu, yaitu ubuntu 8.04 Hardy Heron. Ubuntu ini memang merupakan salah satu varian linux yang banyak dipakai karena kemudahannya. Bagi pengguna windows, pasti tidak akan banyak menemui masalah dengan Ubuntu. Aku pernah mencoba menginstall Ubuntu 7.04 yang hanya dengan sekali install, semua program yang dibutuhkan sudah ada didalamnya. Operating system ini sangat bagus, lebih bagus dari windows menurutku karena lebih cepat, lebih bersih, dan cukup familiar. Hanya permasalahannya adalah beberapa program seperti Auto CAD, Hysys, Aspen plus, berbagai Games, dll belum tersedia di sini.

Ubuntu 8.04 hadir dengan berbagai kelebihan, salah satunya adalah internet. Hardy Heron ini memang diciptakan untuk Mobile Internt Device (MID) oleh karena ini fitur-fitur internet sangat di maksimalkan disini. Hanya satu persoalan yang masih mengganjal sampai saat ini, sound card laptop ku tidak terbaca, sehingga sampai saat ini, laptop ini masih bisu. Bukan jadi hal yang penting karena memang kualitas suara dari laptop ini tidaklah menonjol, sehingga aku sendiri lebih suka mendengarkan musik di MP3 player atau lewat walkman player 3 yang sudah terinstal di HP ku.

Untuk software sekelas office, Ubuntu ini sudah mengandung Open Office 2.4 yang tampilannya tidak jauh beda dengan Ms. Office 2003. Fasilitas email POP sebagai pengganti outlook tersedia dengan nama Evolution. Installasi software-software lain dapat dilakukan dengan mudah melalui Synaptic Package Manager yang mengandalkan software-software open source dari internet.

Dengan berbagai fasilitas ini yang semuanya gratis minus games, Ubuntu menjadi pilihan untuk menggantikan windows yang sudah kontra produktif dengan makin banyaknya software games yang dengan mudah bisa diinstall didalamnya. Yang membuatku heran, mengapa pemerintah justru membeli lisensi dari Microsoft untuk Windows nya dengan harga miliaran sementara pegawai pemerintahan hanya menggunakan untuk mengetik, presentasi, spreadsheet yang semua itu disediakan dengan gratis dan lebih baik oleh Linux. Dan lebih lagi, Windows ini bisa dengan mudah terserang virus dan tidak jarang juga komputer Windows milik kantor-kantor pemerintahan hanya berisi program-program game yang kontra produktif.

Hal yang menggembirakan, sekarang sudah ada program Wine (meskipun aku belum berhasil menginstall program ini) di Linux. Dengan program ini, program-program yang berjalan di platform Windows bisa juga di instal di Linux, jadi tidak perlu khawatir untuk membuka file CAD di Linux. Dengan begitu, seharusnya perusahaan tempatku bekerja sudah harus berfikir untuk beralih ke Linux. Menghemat pengeluaran dan meningkatkan produktifitas karena tidak semua orang mahir menambahkan software games ke Linux.

Simple is Beautiful, Simple is Better

Belajar dari salah satu sistem yang diterapkan toyota dalam manajemennya, menyederhanakan hierarki menjadikan pekerjaan berjalan dengan lebih baik. Tidak banyaknya lapisan manajemen dapat mempermudah koordinasi. Karena setiap orang mempunyai daya pemahaman yang berbeda, maka bisa saja visi (tujuan) yang ingin dicapai oleh pimpinan perusahaan menjadi bias sehingga tim pelaksana tidak dapat optimal.

Hal yang sama terlihat di struktur organisasi yang ada di Gasohol project ini. Ada beberapa sistem yang seharusnya bisa disederhanakan. Secara garis besar, ada dua fungsional yang berbeda, field engineer dan tim konstruksi yang masing-masing dibawahi oleh seorang chief field engineering dan general superintendent, tim mechanical terdiri dari engineer dan kosntruksi yang masing-masing bertanggung jawab pada orang yang berbeda, begitu juga dengan tim piping, electrical, dan intrument, satu tim tetapi tidak satu tubuh. Selain mempersulit koordinasi, juga membuat birokrasi menjadi lebih rumit.

Penyederhanaan struktur organisasi perlu dilakukan untuk mempermudah koordinasi, dan juga menyederhanakan hieharki yang berujung pada penghematan pengeluaran. Karena koordinasi yang efektif berarti progress yang lebih cepat dan tepat. Struktur organisasi di site project harusnya cukup dengan seorang construction manager dan tim untuk masing-masing disiplin, yang masing-masing diketuai oleh seorang ketua tim. Jadi, hanya ada 3 tingkatan, construction manager, ketua tim, dan anggota tim. Seorang manager akan lebih dekat dengan bawahannya karena tidak terikat hierarki yang panjang.

Simple is beautiful..

Paperless Project

Setiap lembar kertas dihasilkan dari serpihan-serpihan batang kayu dan bersama itu juga dihasilkan limbah cair dan gas yang berbahaya. Sering kali kita tidak sadar bahwa dari setiap lembar kertas yang kita pakai, ada sekian banyak limbah yang kita hasilkan, baik pada saat proses produksi kertas itu sendiri atau pada saat kita membuang kertas karena hasil cetakan yang tidak sesuai.

Di setiap proyek yang ada di perusahaanku, ada bertumpuk-tumpuk kertas yang dihabiskan setiap harinya. Setiap dokumen yang keluar-masuk, hasil MOM yang di distribusikan, comments untuk setiap paper work, dll semuanya dicetak menggunakan kertas. Kebiasaan kah? mungkin iya, efektifkah? mungkin tidak, apakah memang ini sudah benar? menurutku mungkin tidak.

Coba kita ambil contoh, distribusi / disposisi arrangement drawing dari tim mechanical misalnya, selama ini drawing yang dikeluarkan oleh satu departemen selalu didistribusikan ke departement-departemen lain (yang kita bicarakan disini adalah distribusi intern) dengan menggunakan kertas. Padahal jika kita perhatikan, distribusi menggunakan kertas memerlukan proses yang lebih lama karena harus fotokopi dulu baru kemudian didistribusikan ke masing-masing meja secara langsung. Kadang hanya karena masalah ini, suatu dokumen bisa terlambat didistribusikan sehingga akan menghambat progress proyek. Dan lagi, distribusi intern kan tidak ada hubungannya dengan klien sehingga tidak mengganggu formalitas dari segi prosedural.

Lesson learned untuk perbaikan kedepannya :
  1. Koordinasi setiap tim dalam proyek harus lebih bagus sehingga tidak boleh ada anggota tim yang merasa tidak menerima dokumen dengan alasan dokumen tersebut diterima tidak dalam bentuk print out.
  2. Drawing hanya di cetak jika memang sudah final atau untuk approval / construction, drawing yang hanya "for information", walaupun untuk didistribusikan ke klien (sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu di awal) di distribusikan dalam bentuk softcopy (dalam format pdf) melalui email, ingat transmital juga bisa diperoleh lewat email.
  3. Hanya "for approval / for construction" dokumen yang di distribusikan dalam bentuk print out
Kenapa harus paperless? yang pertama, distribusi dokumen tanpa kertas akan lebih cepat (menghemat waktu dan cost), dan yang pasti paperless akan lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan sampah. Saving cost and environment..




Daily Meeting : Efektifkah?

Komunikasi merupakan salah satu hal yang paling penting dalam mengeksekusi proyek. Dalam proyek, komunikasi salah satunya dilakukan dalam daily meeting. Tapi, seberapa efektifkah daily meeting dengan melibatkan semua tim mulai dari level supervisor hingga superintendent digunakan sebagai sarana komunikasi? Berikut beberapa hal yang terjadi dalam commissioning daily meeting yang menurutku perlu sedikit diperbaiki :
  1. Kebanyakan kegiatan di proyek melibatkan kegiatan-kegiatan yang jangka waktu penyelesaiannya lebih dari 1 hari, sehingga kebanyakan hal yang dibahas belum akan ada perubahan yang signifikan dari hari-ke hari. Untuk 3 jam waktu yang dihabiskan, ini tentu tidak efektif mengingat level supervisor harusnya lebih sering berada dilapangan.
  2. Daily meeting mengagendakan hal-hal yang detail sehingga memerlukan waktu yang lebih lama (hingga 3 jam), dalam yang lama ini tentu saja konsentrasi tidak dapat terfokus dan kebanyakan hanya menghasilkan rasa bosan pada meeting, hal ini harus dihindari karena seharusnya meeting adalah tempat menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan antar divisi.
  3. Dalam pembahasan yang detail, tiap tim akan mendapatkan giliran masing-masing untuk menyampaikan progressnya. Banyaknya anggota meeting yang hadir menyebabkan masing-masing orang hanya menyampaikan dalam waktu yang singkat atau dengan kata lain, porsi diam seseorang akan lebih banyak daripada porsi bicaranya. Wasting time..
Beberapa perbaikan perlu dilakukan, dengan :
  1. Meeting hanya dihadiri oleh superintendent saja, masing-masing tim hanya diwakili maksimum 1 orang saja dengan catatan bahwa masing-masing superintendent harus mengupdate progressnya dengan laporan dari masing-masing supervisor. Tidak perlu memanggil supervisor untuk meeting hanya untuk menanyakan progress pemasangan handrail. Lebih advance jika semua laporan dari masing-masing SI dapat diterima oleh general superintendent, sehingga tim konstruksi hanya perlu diwakili oleh GSI.
  2. Waktu meeting harus dibatasi hanya dengan maksimal 1 jam
  3. Tim engineering hanya perlu diwakili oleh chief field engineering saja (CFE).
  4. Tim pre-commissioning hanya perlu diwakili 1 orang saja, sehingga total anggota meeting tidak lebih dari 10 orang dimana masing-masing orang akan labih aktif.
Hal yang perlu dipikirkan adalah waktu 3 jam yang dihabiskan untuk meeting yang kadang-kadang tidak mengubah progress karena semua masih in progress dalam artian belum selesai karena memang perlu waktu yang lebih dari sehari. Meeting besar dengan melibatkan semua anggota tim dapat dilakukan pada weekly meeting.

Kaizen

Dalam bahasa jepang, kaizen berarti perbaikan tanpa henti. Walaupun sebenarnya kata ini di bawa oleh tentara pendudukan AS untuk membangun kembali Jepang menghalau ekspansi komunis di Asia timur pasca PD II, namun pada akhirnya konsep ini jauh lebih berkembang di Jepang sendiri dibandingkan di AS.


Bagaimana menciptakan kaizen? Ada tiga tahapan dalam siklus berkelanjutan yang harus dilewati, ciptakan standar, ikuti standar, ciptakan cara yang lebih baik, dan ulangi siklus ini secara berkelanjutan. Tidak ada kata selesai bagi kaizen. Standar yang dimaksud dalam kaizen ini (atau standar yang seharusnya) bukanlah sesuatu yang kaku dan tidak bisa diubah, tetapi malah sesuatu yang dinamis dan selalu berubah. Jika ada yang lebih baik, maka standar akan dirubah sesuai dengan cara tersebut.


Untuk menciptakan kaizen tentu saja diperlukan banyak ide, ide-ide yang sebenarnya berasal dari bawah (ini karena orang-orang pelaksanalah yang tahu pasti detail pekerjaan yang dilakukan). Ide-ide dari bawah ini harus dapat mengalir dengan sendirinya, karena seharusnya bagi eksekutor ide-ide yang dikeluarkannya tentu yang mempermudah pekerjaannya. Jadi memang dari dan untuk diri sendiri, makanya ide-ide ini secara otomatis akan mengalir.


Namun, ada kebiasaan yang menghambat keluarnya ide-ide ini. Kebanyakan dari kita akan mendapat penghargaan jika mempunyai ide-ide. Jadi ide di identikkan dengan tambahan pendapatan. Kenapa hal ini salah? Jika setiap ide (yang sebenarnya memudahkan diri sendiri dalam pekerjaan) dinilai dengan uang (misalnya), maka orang hanya akan berlomba-lomba mengeluarkan ide-ide yang kebanyakan diantaranya tidak berguna / tidak menyentuh pada kemudahan pekerjaannya. Ide hanya untuk mendapatkan tambahan penghasilan.


Kesalahan seperti ini sebenarnya sudah dilatihkan sejak di bangku sekolah. Guru / dosen mendorong murid untuk belajar demi mendapatkan nilai yang bagus semata, akibatnya murid hanya mempelajari hal-hal yang akan diujikan. Belajar hanya dilakukan untuk mendapatkan nilai yang bagus, bukan untuk mendapatkan pengetahuan. Padalah bukan nilai tapi pengetahuanlah yang dibutuhkan oleh setiap murid. Sistem pendidikan yang ada "memaksa" murid untuk mencari pengetahuan sesuai dengan keinginan guru.


Sebagai contoh, seorang nenek tinggal di dekat taman yang tiap harinya berisik oleh anak-anak yang bermain. Lama-kelamaan si nenek jengkel karena menginginkan suasana yang tenang. Akhirnya suatu hari sang nenek mengumpulkan anak-anak yang biasa bermain disekitar taman dan mengatakan bahwa dia suka dengan suasana ramai yang diciptakan oleh anak-anak, tetapi akhir-akhir ini pendengarannya agak berkurang. Dia meminta anak-anak untuk tetap ramai dan memberikan Rp. 2000 per anak per hari. Beberapa hari kemudian dengan alasan keberatan untuk mengeluarkan Rp. 2000 untuk setiap anak, maka bayaran diturunkan menjadi Rp. 1500, berikutnya lagi diturunkan menjadi Rp. 1000, dan kemudian Rp. 500, dan akhirnya dengan alasan tidak mampu maka setiap anak tidak mendapatkan upah. Anak-anak pun marah dan tidak mau lagi bermain di sekitar taman itu. Sang nenek berhasil membuat suasana tenang. Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa tanpa dibayarpun sebenarnya anak-anak tersebut akan terus bermain karena itu adalah kebutuhan mereka. Dengan dibayar, anak-anak justru merasa bahwa bermain adalah kebutuhan nenek, akibatnya mereka tidak mau bermain kalau tidak dibayar. Sama halnya dengan ide, ide sebenarnya muncul untuk memudahkan pekerjaan sendiri, karyawan tidak berfikir mengeluarkan ide untuk membantu manajemen, namun karena setiap ide dinilai dengan penghasilan maka karyawan merasa bahwa idenya tersebut adalah untuk manajemen, sehingga ketika penghasilan yang didapat dari ide tidak ada, ide pun menjadi macet.


“tugas abadi seorang engineer adalah meningkatkan effisiensi, kaizen”

Learing from Japanese

Jepang bisa begitu sukses karena selain ditunjang oleh karakter manusianya juga karena strategi-strategi yang tepat. Berikut kunci-kunci sukses yang diterapkan Jepang:

  • Jepang mendorong masyarakatnya untuk menabung, bukan untuk berbelanja. Seorang kepala keluarga Jepang harus menabung untuk dapat memasukkan anaknya ke sekolah karena tidak ada (sedikit) beasiswa. Sifat menabung ini yang kemudian meminbulkan budaya yang produktif.
  • Pendidikan tinggi yang merata. Jepang tidak mengenal kasta, semua lapisan masyarakat berhak mendapatkan pendidikan. Lebih dari 93% rakyat Jepang lulus SMU. Jepang juga menghasilkan engineer lebih banyak daripada US (Jepang menempatkan engineering sebagai tempat paling penting di jajaran keilmuan).
  • Memperbanyak penelitian di product development dibandingkan dengan basic research.
  • Pertukaran informasi dapat dilakukan dengan baik tanpa harus terhalang oleh undang-undang hak milik intelektual.
  • Hubungan antara pemerintah dan swasta didasarkan pada hubungan yang saling menguntungkan. Swasta mendapatkan dukungan dari pemerintah, pemerintah juga mendapat income dari swasta. Menyadari hubungan yang sangat vital ini, pemerintah dan swasta sama-sama berusaha untuk menjaganya. Dalam hal-hal sulit, swasta selalu merasa aman karena ada pemerintah dibelakangnya. Pada riset untuk teknologi baru yang membutuhkan dana besar, swasta dan pemerintah bisa melakukan join riset dengan dana dari pemerintah.
  • Rencana jangka panjang yang disusun secara konsisten walaupun berganti pemerintahan
  • Strategi yang tepat pada waktu yang tepat
  • Untuk meningkatkan produktifitas pekerja, pekerja boleh dipecat kapanpun jika dinilai tidak produktif. Dengan sistem ini, tidak ada pekerja yang permanen, yang dapat terus menjadi pegawai suatu perusahaan. Setiap saat perusahaan berhak memecat karyawannya yang dinilai tidak layak untuk dipertahankan. Sistem ini dengan sendirinya memacu pekerjanya untuk lebih produktif.

Google

Begitu membuka halaman internet, kata "google" selalu menjadi pilihan pertama untuk masuk ke gerbang-gerbang berikutnya. Google adalah mesin pencari terbaik yang diciptakan oleh dua orang mahasiswa dari universitas Standford.

Sekarang ini, Google mempunyai nilai kapitasisasi pasar melebihi 100 miliar dolar, dengan uang cash lebih dari 8 miliar dolar. Ini menjadikan google lebih kaya daripada sebuah negara kecil. Tapi taukah bahwa pada mulanya, google tidak diciptakan untuk menghasilkan uang. Bahkan pada awalnya, para pendiri google sendiri tidak punya ide darimana mendapatkan uang. Mereka hanya memikirkan bagaimana mempermudah orang lain untuk mendapatkan mesin pencari yang berkualitas karena pada masa itu, mesin pencari yang ada masih belum memadai.

Dengan semangat yang mengebu-gebu, disertai dengan kerja keras yang tak kenal lelah, google akhirnya menjadi mesin pencari terbaik. Dan dengan sendirinya, uang datang. Begitu seharusnya kita bekerja, dengan visi bukan hanya mengharap gaji.

Leadership is art

kepemimpinan mutlak diperlukan dalam suatu organisasi. Dalam suatu perusahaan biasanya lebih dikenal dengan manager. Kedua istilah tersebut memang berbeda, tetapi secara umum dapat dikatakan sama karena seorang pemimpin dan manager mamiliki sifat-sifat yang tidak jauh berbeda.


Konsep kepemimpinan (menurut penulis) adalah sesuai dengan susunan tubuh manusia. Semua organ-organ dalam organisasi tersebut bekerja sama dibawah perintah otak. Secara garis besar dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu bagian operasi luar dan dalam. Pada bagian operasi luar pada dasarnya adalah bekerja dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan di luar misalnya pemasaran, produksi, dan lain-lain. Sedangkan bagian operasi dalam ini ibarat organ-organ dalam, bertugas untuk mengatur segala urusan dalam perusahaan, seperti administrasi, personalia, dan lain-lain.


Setiap organ manusia memiliki kemampuan yang saling mendukung, begitu juga sebuah tim. Tim harus memiliki bagian-bagian yang masing-masing mempunyai keahlian sendiri-sendiri dan bisa bekerja sama dengan baik. Pada keadaan darurat, sebuah organ dapat untuk mengantikan organ lain, namun hanya bersifat sementara, dan hanya pada keadaan yang benar-benar kritis.



Otak pada manusia adalah bagian terpenting yang dapat mengkoordinasikan semua organ sehingga bisa digunakan dengan maksimal. Otak berperan sebagai pengatur semua kegiatan. Dalam prinsip kepemimpinan hal ini akan mirip dengan sistem otoriter. Namun perlu diingat bahwa setiap organ juga punya gerak reflek pada keadaan tertentu. Gerak ini tidak melalui pangaturan otak, namun melalui syaraf tulang belakang, dalam kepemimpinan bisa disimbolkan dengan manager-manager kecil dibawah manager umum. Jadi tiap bagian tetap punya kemampuan untuk mengembangkan diri dan mempunyai kebebasan untuk berkreasi.


Sifat-sifat pemimpin atau yang harus dimiliki pemimpin :

- punya visi kedepan

- bertanggung jawab

- time management yang baik

- bisa memilih tim

- punya kemampuan untuk identifikasi masalah

- bisa berkomunikasi dengan baik (tulis maupun lisan)

- punya kharisma

- inovatif kreatif

- mampu mengenali bawahannya


Seorang pemimpin adalah orang yang punya visi, dan berperan sebagai otak dalam sebuah tim hal itn bukan berati hanya pemimpin yang berhak menentukan langkah berdasarkan pertimbangannya sendiri, setiap anggota berhak mengajukan usulan mengenai apa yang harus diambil. Pemimpin yang baik akan dapat mengorganisasikan anggotanya berdasarkan fungsinya masing-masing.

Pemimpin bertanggung jawab dengan semua masalah tim. Pemimpin yang baik harus mengenal anggota timnya sehingga dia bisa mengorganisasikan tim tersebut untuk lebih produktif. Setiap anggota tim mempunyai keahlian dibidangnya masing-masing, sehingga tugas yang harusnya dikerjakan oleh si A tidak dikerjaakan oleh si B atau sebaliknya. Kegagalan suatu tim adalah karena seorang pemimpin tersebut tidak bisa menempatkan anggotanya pada posisinya masing-masing.


Pemimpin tidak harus pandai, tetapi dia harus cerdas utnuk menghadapi segala masalah yang muncul. Kecerdasan pemimpin dapat dilihat dari kemampuannya mengidentifikasi suatu masalah yang kemudia akan dipecahkan bersama dengan anggota tim. Kharisma seorang pemimpin juga ditentukan oleh faktor ini. Pemimpin yang cerdas selalu mempunyai kharismya yang membuatnya lebih disegani oleh anggotanya. Kharisma ini akan menentukan loyalitas seorang anggota terhadap tim dan pemimpinnya.


Seorang pemimpin juga disyaratkan mempunyai pengelolaan waktu yang baik. Biasanya pemimpin adalah orang yang paling sibuk, sebenarnya tidak demikian kalau orang tersebut bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Setiap waktu adalah penting bagi seorang leader karena ditangannyalah sebuah tim bekerja, berhasil atau gagal.


Kata kunci :

- komunikasi

- kecerdasan

- memilih anggota tim

- tanggung jawab

- identifikasi masalah

- kekuasaan