<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192</id><updated>2012-02-01T07:45:23.944+07:00</updated><category term='Green'/><category term='LessonLearned'/><category term='Jelajah'/><category term='Renungan'/><title type='text'>theprawito</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>79</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-1480827850218211985</id><published>2011-06-25T09:55:00.002+07:00</published><updated>2011-06-25T10:01:15.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Pupuk Urea dan Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;div class="bloggerplus_text_section" style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum tahun 1900-an, dimana pupuk buatan belum ditemukan, manusia menggunakan kotoran hewan ternak sebagai pupuk dan juga merotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah. Setelah penemuan pupuk buatan melalui sintesis urea, maka pupuk dari kotoran hewan dengan cepat digantikan oleh urea. Segera setelah itu, kualitas kesuburan tanah mulai menurun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejadian nyata yang saya alami sendri, pada waktu saya mesih kecil, banyak petani menggunakan sistem rotasi tanaman dan menggunakan pupuk dari kotorran ternak (pupuk kandang) untuk mnyuburkan tanah. Selain itu, dalam jangka waktu tertentu petani menanam sejenis kacang-kacangan yang bukan untuk di makan tetapi tanaman tersebut dijadikan sebagai pupuk agar kesuburan tanah terjaga. Kacang-kacangan adalah tanaman yang dapat bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen sehingga mampu mengikat nitrogen dari udara langsung dan kemudian disimpan di akarnya. Kegiatan-kegiatan semacam ini sekarang sudah jarang dilakukan karena untuk menanam kacang-kacangan tersebut tentu saja dibutuhkan waktu dan akan mengurangi jumlah panen dalam setahun. Pupuk dari tanaman kacang-kacangan juga sudah tergantikan dengan urea.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahaya urea terhadap tanah adalah tergerusnya karbon alami yang ada didalam tanah. Urea memberikan kesuburan yang berlebihan didalam tanah sehingga bakteri tumbuh dengan pesat, bakteri ini juga memerlukan zat lain untuk hidup, salah satunya adalah karbon. Setiap 1 urea diperlukan sekitar 30 karbon organik. Semakin banyak urea yang ada didalam tanah, maka semakin banyak juga karbon yang akan hilang, akibatnya kesuburan tanah akan rusak karena ketidakseimbangan jumlah nutrisi didalam tanah. Ketika tanah menjadi tidak subur lagi, maka tanaman akan sendirinya akan mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EQfAyDNpHhw/TgVOi6-FjOI/AAAAAAAAAFQ/NVJYCbpk8GI/s1600/tanah-gersang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-EQfAyDNpHhw/TgVOi6-FjOI/AAAAAAAAAFQ/NVJYCbpk8GI/s400/tanah-gersang.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Tanah menjadi gersang karena kehilangan unsur hara penting (karbon organik)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-s0OybmGK_7U/TgVOr9IIOeI/AAAAAAAAAFU/ehAvm3QeFF0/s1600/tanah_rusak.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="302" src="http://3.bp.blogspot.com/-s0OybmGK_7U/TgVOr9IIOeI/AAAAAAAAAFU/ehAvm3QeFF0/s400/tanah_rusak.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Produktivitas pertanian berkurang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam efeknya terhadap pemanasan global, tanah dan tumbuhan adalah salah satu "pemakan" karbondioksida yang ada diudara. Tumbuhan mengkonsumsi karbondioksida dari udara untuk fotosintesis menjadi oksigan dan karbohidrat. Selain itu, tumbuhan juga lah yang menggerakkan siklus karbon yang ada dialam dengan menyerap dari udara dan menyimpannya di dalam tanah. Jumlah karbon yang ada didalam tanah sekitar 4 kali lebih tinggi dibanding jumlah karbon di udara. Oleh karena itu, ketika tidak ada tanaman lagi, maka karbon diudara tidak dapat diserap oleh tanah. Efek dari tidak terserapnya karbon oleh tanah adalah meningkatnya jumlah karbon di atmosfer, dan ini berarti meningkatnya temperatur bumi akibat efek rumah kaca. Meningkatnya temperatur bumi akan mencairkan salju di kutub bumi. Dengan mancairnya salju maka karbondioksida yang terikat didalam salju (salju juga merupakan penyimpan karbon yang baik) terlepas ke atmosfer dan akan mamperburuk efek rumah kaca.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem pertanin yang tidak baik semacam ini dapat mengganggu keseimbangan alam. Penggunaan pupuk urea yang tidak berimbang justru menjadi salah satu penyebab rusaknya kesuburan tanah. Sekarang ini pertanian organik mulai berkembang sebagai solusi untuk masalah pupuk ini. Selain tidak menggunakan pupuk buatan, pertanian organik juga tidak menggunakan pestisida kimia yang berbahaya untuk kesehatan. Salah satu kendala untuk pertanian organik adalah harganya yang masih mahal dan pola pikir masyarakat yang masih salah dalam menggunakan pupuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, penggunaan karbon organik untuk menggantikan karbon yang hilang dari tanah juga mulai dilakukan. Penambahan karbon organik ini dilakukan untuk mengimbangi jumlah karbon yang hilang akibat penggunaan pupuk. Karbon organik yang paling baik adalah kompos, dimana didalamnya juga terdapat mikroba-mikroba yang dapat menyuburkan tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan pupuk organik untuk menggantikan urea juga sudah banyak dilakukan. Berbeda dengan urea yang hanya mengandung nitrogen, pupuk organik juga mengandung banyak karbon dan nutrisi-nutrisi lain yang diperlukan tanaman. Pupuk organik dapat dibuat dari sampah-sampah organik ataupun sampah-sampah domestik dari kegiatan manusia sehingga selain berfungsi untuk menyuburkan tanah juga mengurangi jumlah gas metan yang akan terbuang ke atmosfer seandainya sampah tersebut tidak diolah. Sekali jalan, beberapa masalah terselesaikan...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-1480827850218211985?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/1480827850218211985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=1480827850218211985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1480827850218211985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1480827850218211985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2011/06/pupuk-urea-dan-pemanasan-global.html' title='Pupuk Urea dan Pemanasan Global'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-EQfAyDNpHhw/TgVOi6-FjOI/AAAAAAAAAFQ/NVJYCbpk8GI/s72-c/tanah-gersang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-7858795493066174832</id><published>2011-06-22T13:46:00.002+07:00</published><updated>2011-06-22T14:36:45.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Hutan</title><content type='html'>&lt;div class="bloggerplus_text_section" style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah konsumsi energi Indonesia per kapita tidaklah sebesar negara-negara maju seperti Amerika, Eropa, atau Jepang. Jumlah emisi karbondioksida dari hasil pembangkitan energi maupun transportasi juga tidak besar dibandingkan dengan negara-negara maju tersebut. Namun mengapa efek rumah kaca begitu berarti untuk Indonesia? Jawabanya ada di hutan Indonesia. Hutan disini bukan sebagai absorber CO2 untuk menyelamatkan dunia, tetapi di Indonesia hutan menjadi salah satu penyebab efek rumah kaca dari deforestrasi. Dari segi efek rumah kaca, Indonesia adalah negara terbesar ketiga setelah Amerika dan China. Penyebab utamanya adalah deforestrasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Deforestrasi umumnya dilakukan untuk membuka hutan menjadi lahan perkebunan seperti yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Setelah kayu hutan habis di tebang, sisa-sisa kayu yang masih ada di musnahkan dengan cara dibakar. Tak jarang hutan yang masih hijau pun ikut terbakar karenanya. Asap dari pembakaran hutan inilah yang menyebabkan Indonesia menjadi penyumbang gas rumah kaca terbesar ketiga. Selain itu, pembukaan lahan hutan juga menyebabkan kemampunan untuk menyerap CO2 dari udara berkurang. Asap dari pembakaran hutan bahkan berdampak sampai ke negara-negara tetangga, mengganggu proses transportasi, dan mengganggu kesehatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left" class="bloggerplus_text_section"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7X-BFin1968/TgGaVHsRmbI/AAAAAAAAAFM/HcY3QQG9ADU/s1600/7065.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://3.bp.blogspot.com/-7X-BFin1968/TgGaVHsRmbI/AAAAAAAAAFM/HcY3QQG9ADU/s400/7065.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Logging (legal maupun ilegal), salah satu penyebab kerusakan hutan&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="bloggerplus_text_section"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TV_C_7KHdjo/TgGZVw0iBuI/AAAAAAAAAFE/GRK2cFysJP8/s1600/kondisi-hutan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-TV_C_7KHdjo/TgGZVw0iBuI/AAAAAAAAAFE/GRK2cFysJP8/s400/kondisi-hutan.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Konversi hutan menjadi lahan pertanian&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nFuoUm_Z2WA/TgGaHDQheWI/AAAAAAAAAFI/MWlLTe42ziE/s1600/peristiwa-kebakaran-hutan-03.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-nFuoUm_Z2WA/TgGaHDQheWI/AAAAAAAAAFI/MWlLTe42ziE/s400/peristiwa-kebakaran-hutan-03.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Kebakaran hutan, seringkali disebabkan oleh ulah manusia, merupakan salah satu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;penyebab efek rumah kaca&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Deforestrasi di Indonesia sendiri menyumbang sekitar 5% dari efek rumah kaca. Setiap tahunnya sekitar 1.8 juta hektar hutan Indonesia rusak oleh ulah manusia. Hal ini menyumbang sekitar 1450 juta ton emisi CO2 ke atmosfer setiap tahunnya. Hal ini setara dengan emisi yang dikeluarkan oleh sekitar 279 juta kendaraan atau 124 juta rumah (untuk ukuran rumah negara maju). Dengan mengurangi laju perusakan hutan sekitar 10% saja sudah setara dengan mengurangi emisi 28 juta mobil. Disamping itu, masyarakat juga akan lebih sehat dengan udara yang bersih.&lt;/div&gt;&lt;div class="bloggerplus_text_section" style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hutan pada dasarnya adalah penjaga keseimbangan ekosistem. Hutan dapat menyimpan air sehingga tidak terjadi kekeringan ketika musim kemarau dan tidak terjadi banjir pada musim hujan karena air hujan akan tersimpan oleh akar tanaman. Hutan juga dapat menyerap karbondioksida dan menghasikan oksigen dari proses fotosintesis. Hutan adalah rumah bagi jutaan spesies tanaman dan hewan. Hutan jugalah yang turut mengatur siklus musim di Indonesia, setelah proses deforestrasi besar-besaran berlangsung, musim di Indonesia mulai berubah tidak teratur, hujan terjadi tidak pada waktunya. Bukan hanya sekedar pergesaran waktu hujan, tetapi musim hujan menjadi tidak teratur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ironisnya, pemerintah justru mendorong perusakan hutan dengan begitu mudahnya memberikan hak pengolahan hutan (HPH) kepada perusahaan-perusahaan besar untuk menjadikan hutan sebagai perkebunan. Dengan alasan ekonomi tersebut, pemerintah melegalkan perusakan hutan. HPH sebenarnya bukanlah pengelolaan hutan tetapi perusakan hutan. Ditambah lagi dengan pemerintahan yang korup, perusakan hutan manjadi semakin susah dihentikan. Dana reboisasi yang harusnya dapat digunakan untuk reforestrasi hilang entah kemana. Saat ini yang tersisa hanya berupa 100 juta hektar hutan rusak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upaya untuk memperbaiki kondisi hutan memang ada, namun proses ini membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang jauh lebih besar daripada uang yang di dapat dari merusak hutan. Walaupun sudah terlambat, namun tetap lebih baik bertindak daripada tidak sama sekali, karena masa depan kita tergantung di hutan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-7858795493066174832?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/7858795493066174832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=7858795493066174832' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7858795493066174832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7858795493066174832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2011/06/hutan.html' title='Hutan'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7X-BFin1968/TgGaVHsRmbI/AAAAAAAAAFM/HcY3QQG9ADU/s72-c/7065.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8552144597257633938</id><published>2011-06-22T11:11:00.002+07:00</published><updated>2011-06-22T11:27:48.544+07:00</updated><title type='text'>Nuclear is not an Option</title><content type='html'>&lt;div class="bloggerplus_text_section" style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia sekarang ini sedang menghadapi krisis energi. Energi fosil yang selama ini mensuplai sebagian besar energi dunia sudah semakin menipis dan terbukti tidak ramah lingkungan dengan menjadi penyebab utama global warming. Berbagai energi altefnatif yang lebih ramah lingkungan dikembangankan untuk mengurangi dampak efek rumah kaca dari emisi karbon dioksida yang berlebihan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu opsi yang diusahakan adalah nuklir. Tenaga nuklir mampu manghasilkan listrik dalam jumlah besar dengan bahan bakar yang sedikit dan tidak menghasilkan emisi karbon dioksida secara langsung sehingga beberapa orang menganggap muklir adalah sumber energi yang relatif aman. Namun di balik semua itu, nuklir menyimpan banyak kekhawatiran yang masih belum bisa diselesaikan, diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Limbah nuklir yang sangat berbahaya karena masih mengandung radioaktif yang sangat tinggi untuk waktu yang sangat lama (bisa sampai 100.0000 tahun), sampai saat ini limbah nuklir hanya disimpan saja. Bisa dibayangkan jika limbah-limbah nuklir tersebut sampai bocor ke lingkungan sekitar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Secara statistik mungkin pembangkit listrik tenaga nuklir adalah yang paling aman karena jarang sekali bermasalah, terbakar, meledak, dan sebagainya, namun sekali bermasalah maka efeknya akan luar biasa. Di Chernobyl, satu ledakan menyebabkan sekitar 4000 orang meninggal, belun lagi dengan efek radiasi terhadap kesehatan. Dan kemudian kejadian meledaknya reaktor nuklir Jepang yang masih menyisakan masalah limbah yang bekum selesai. meskipun secara statistik aman, namun bukti menunjukkan bahwa efek dari bencana nuklir sangat dahsyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Meskipun sulit untuk dijadikan untuk senjata, namun pengembangan nuklir untuk energi sekalipun adalah jalan menuju senjata pemusnah masal. Masalah pengembangan senjata nuklir dari energi ini hanyalah alasan kecil mengapa nuklir tidak dipelukan sebenarnya, karena tanpa alasan inipun nuklir memang selayaknya tidak digunakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Bagaimanapun sumber energi nuklir terbatas jumlahnya. Cadangan uranium di bumi makin lama akan makin habis (walaupun masih cukup lama). Pembukaan lahan pertambangan baru tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang lama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="bloggerplus_text_section" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-veeT_V077lI/TgFrupvoXEI/AAAAAAAAAEo/rE1KGqwsOLg/s1600/2011315nuklir+fukushima.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="373" src="http://1.bp.blogspot.com/-veeT_V077lI/TgFrupvoXEI/AAAAAAAAAEo/rE1KGqwsOLg/s400/2011315nuklir+fukushima.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Bencana Nuklir Fukhusima (level 7, skala 1-7) setara dengan tragedi Chernobyl&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MRl_m22nTSg/TgFtos5cpQI/AAAAAAAAAE0/2JU2ArOnczk/s1600/chernobyl-radiation-meltdown.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-MRl_m22nTSg/TgFtos5cpQI/AAAAAAAAAE0/2JU2ArOnczk/s320/chernobyl-radiation-meltdown.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Ledakan PLTN di Chernobyl menimbulkan ribuan korban&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KEiF5DOr6Lg/TgFtnhBeUxI/AAAAAAAAAEw/C_hryk8nhJ8/s1600/57f55_656393-three-mile-island.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://1.bp.blogspot.com/-KEiF5DOr6Lg/TgFtnhBeUxI/AAAAAAAAAEw/C_hryk8nhJ8/s400/57f55_656393-three-mile-island.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Kerusakan yang "hampir" saja menimbulkan bencana besar&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="bloggerplus_text_section" style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu alasan yang pertaman saja sudah cukup untuk mengatakan tidak pada nuklir. Masih banyak energi yang jauh lebih aman dan lebih berlimpah daripada nuklir, matahari, angin, pasang surut, geothermal, dan bioenergi (biofuel, biomass, dll) tinggal disesuaikan dengan kondisi daerah mana yang paling optimal. Nuklir bukan salah satu pilihan untuk menyelesaikan masalah energi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8552144597257633938?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8552144597257633938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8552144597257633938' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8552144597257633938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8552144597257633938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2011/06/nuclear-is-not-option.html' title='Nuclear is not an Option'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-veeT_V077lI/TgFrupvoXEI/AAAAAAAAAEo/rE1KGqwsOLg/s72-c/2011315nuklir+fukushima.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-447589259922534823</id><published>2011-06-13T11:02:00.008+07:00</published><updated>2011-06-22T07:30:50.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Listrik dari Matahari</title><content type='html'>&lt;div align="left" class="bloggerplus_text_section"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Energi matahari yang diterima bumi dalam 1 jam setara dengan energi yang dikonsumsi manusia selama 1 tahun. Bahkan dengan tingkat effisiensi konversi energi matahari menjadi energi listrik pun, masih cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Terlebih lagi energi matahari dapat diperoleh dengan gratis sepanjang masa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa daerah yang kaya dengan sumber matahari adalah gurun, dimana hampir tidak ada manusia, hewan, ataupun tanaman yang dapat tumbuh dengan baik. Daerah gurun seperti di kawasan timur tengah sebenarnya "menyimpan" lebih banyak potensial cadangan energi yang tidak akan habis. Jauh melebihi jumlah minyak dan gas yang sekarang ini sibuk diperebutkan dan menjadi sumber penyebab perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Energi matahari dapat diubah menjadi listrik lewat dua cara :&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Fotovoltaik. Energi matahari dapat diubah menjadi listrik secara langsung dengan menggunakan fotovoltaik sel, yaitu bahan semikonduktor yang sensitif terhadap sinar matahari. Energi foton dari sinar matahari akan menggerakan elektron dari atom-atom semikonduktor tersebut, gerakan elektron inilah yang disebut listrik. Listrik yang dihasilkan dari fotovoltaik sel adalah listrik searah (DC). Untuk dapat digunakan oleh rumah tangga yang pada umumnya menggunakan listrik (AC), terlebih dahulu harus melewati inverter. Agar listrik tetap dapat digunakan ketika malam hari atau ketika cuaca mendung maka listrik yang dihasilkan dari fotovoltaik disimpan terlebih dahulu dalam batere. Beberapa kendala dari pengembangan listrik dari fotovoltaik ini adalah masalah bahan semikonduktor dan media penyimapan listrik (batere) yang mahal. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi semikonduktor dan batere, biaya pembangkitan listrik dari matahari menjadi semakin murah. Pembangkitan listrik dengan cara ini dapat dilakukan dengan sekala kecil seperti dirumah tangga atau bahkan skala mikro misalnya untuk charger HP &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CvgjDjQ8hME/TgBqtp1uu-I/AAAAAAAAAEk/r4CdLsK2Mqk/s1600/solar-panels.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/-CvgjDjQ8hME/TgBqtp1uu-I/AAAAAAAAAEk/r4CdLsK2Mqk/s320/solar-panels.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sel Fotovoltaik&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Concentrated solar thermal. Sesuai dengan namanya, konversi energi matahari menjadi listrik dilakukan dengan menkonsentrasikan energi panas matahari untuk memanaskan air manjadi uap dan kemudian digunakan untuk menggerakan turbin. Prinsipnya mirip dengan kompor matahari, dimana energi matahari di fokuskan pada satu titik degan menggunakan cermin cekung. Pada fokus titik itulah air atau minyak pemanas akan dipanaskan. Kelebihan teknologi ini adalah tidak diperlukannya bahan semikonduktor yang mahal. Penyimpanan energi dapat dilakukan dalam minyak pemanas. Minyak dipanaskan menggunakan energi matahari yang telah difokuskan kemudian disimpan dalam tangki tertentu. Minyak panas ini yang kemudian akan digunakan untuk memanaskan air menjadi uap. Minyak harus tersedia dalam jumlah yang cukup sehingga pada waktu malam hari atau pada kondisi mendung, pembangkit listrik masih bisa beroperasi. Kelemahan teknologi ini dibandingkan dengan fotovoltaik adalah tidak bisa dibuat dalam skala kecil atau rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WlrTai22fUE/TgBqDNvbK9I/AAAAAAAAAEg/U-nOUAwAhXg/s1600/solel1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="236" src="http://1.bp.blogspot.com/-WlrTai22fUE/TgBqDNvbK9I/AAAAAAAAAEg/U-nOUAwAhXg/s320/solel1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Concentrated solar thermal&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seiring berkembangnya teknologi, konversi listrik dari energi matahari akan semakin murah dengan bertambahnya effisiensi  penangkapan energi matahari. Selain itu, bahan bakar fosil juga akan semakin berkurang dan mahal. Maka kelangsungan hidup manusia akan ditentukan salah satunya oleh energi matahari.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-447589259922534823?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/447589259922534823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=447589259922534823' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/447589259922534823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/447589259922534823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2011/06/listrik-dari-matahari.html' title='Listrik dari Matahari'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-CvgjDjQ8hME/TgBqtp1uu-I/AAAAAAAAAEk/r4CdLsK2Mqk/s72-c/solar-panels.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-3845935031042953036</id><published>2011-06-10T16:26:00.000+07:00</published><updated>2011-06-13T16:11:07.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Our Choice</title><content type='html'>&lt;div data-mce-style="text-align: left;" style="font-size: 13px; line-height: 19px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Global warming sudah tidak dapat dihindari lagi. Emisi gas-gas rumah kaca yang tinggi menjadi penyebab utama dari pemanasan global. Gas rumah kaca dapat memerangkap energi di dalam atmosfer bumi sehingga menyebabkan kenaikan suhu bumi. Pada awalnya energy matahari yang sampai ke bumi kemudian sebagian di serap dan sebagian dipantulkan ke atmosfer. Tanpa ada gas rumah kaca, energy yang dipantulkan bumi akan di lepas ke luar angkasa, namun dengan adanya gas rumah kaca, maka energy tersebut akan dipantulkan kembali ke bumi, akibatnya suhu bumi akan naik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div data-mce-style="text-align: left;" style="font-size: 13px; line-height: 19px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Beberapa gas rumah kaca utama adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol data-mce-style="text-align: left;" style="font-size: 13px; line-height: 19px; text-align: left;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Karbondioksida. Gas ini menyumbang gas rumah kaca terbesar, sekitar 43% dari efek rumah kaca disebabkan oleh karbondioksida. Gas ini dihasilkan dari proses pembakaran seperti pembangkit energi (PLTU, PLTG, PLTD, dll), kendaraan bermotor, industri, pembakaran hutan, dll. Setiap harinya sekitar 90 juta ton karbon dioksida di emisikan ke atmosfer.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Metana. Meskipun jumlah emisi metana jauh lebih kecil daripada karbon dioksida tetapi efek rumah kaca yang dihasilkan sekitar 20 kali lebih besar daripada per gram karbondioksida. Gas metana menyumbang sekitar 27% dari efek rumah kaca.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Partikulat karbon. Karbon ini bukan dalam bentuk gas, tetapi berupa partikel halus dalam atmosfer. Partikulat karbon dihasilkan dari pembakaran biomass di area terbuka seperti pembakaran hutan dan dalam rumah tangga, pembakaran batubara yang tidak sempurna, dll. Partikulat karbon dapat menyebabkan atmosfer menjadi gelap sehingga panas matahari lebih mudah masuk ke bumi dan jika mengendap di salju akan menyebabkan salju berwarna lebih gelap sehingga lebih mudah mencair. Partikulat karbon menyumbang sekitar 12% dari efek rumah kaca.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Zat-zat lain seperti CFCs, CO, N2O, dll juga turut menyebabkan terjadinya efek rumah kaca.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div data-mce-style="text-align: left;" style="font-size: 13px; line-height: 19px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Emisi zat-zat penyebab efek rumah kaca sebenarnya dapat dikurangi dengan salah satunya adalah menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan mengganti sumber-sumber energi yang banyak mengeluarkan karbon dioksida dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti energi matahari, angin, dan panas bumi. Penggunaan sumber energi yang kotor seperti batubara dan minyak bumi secara terus menerus akan memperburuk efek rumah kaca. Tinggal kita pilih yahg mana?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div data-mce-style="text-align: left;" style="font-size: 13px; line-height: 19px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-3845935031042953036?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/3845935031042953036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=3845935031042953036' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3845935031042953036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3845935031042953036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2011/06/our-choice.html' title='Our Choice'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-6858674538697813555</id><published>2011-05-14T09:55:00.003+07:00</published><updated>2011-05-14T10:08:44.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bahaya Yahudi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Lebih dari sekedar bahaya kumunisme yang digembar-gemborkan oleh Soeharta pada jaman orde baru, bahaya yahudi ini mengancam seluruh dunia. Presiden Amerika terdahulu (Lincoln) telah meramalkan jika yahudi dibiarkan berdiam diri di Amerika, maka dalam 200 tahun bangsa Amerika akan menjadi budak yahudi. Dan ternyata sekarang ramalan itu terbukti dengan berhasilnya yahudi menjadikan Amerika sebagai Negara boneka. Amerika yang sekarang ini sebenarnya bukanlah Amerika yang sesungguhnya. Amerika sekarang ini bukanlah suatu Negara yang merdeka sebenarnya, tetapi hanyalah Negara boneka dibawah yahudi. Federal reserve, bank sentral Amerika yang mencetak dolar adalah lembaga swasta di bawah yahudi. Padahal sumber keekonomian/yang mengatur ekonomi Amerika adalah Federal reserve. Kebijakan Amerika secara umum dipengaruhi oleh lembaga swasta tersebut, termasuk perang ke Iraq, Afganistan, Libia, dll. Dengan perang, yahudi lebih mudah mencekik Amerika dengan jalan memberikan bantuan keuangan untuk mendanai perang tersebut. Bantuan keuangan dan bunga yang harus dibayarkan di kemudian hari yang akan menjerat leher Amerika. Ketika leher sudah terjerat, maka apapun yang diminta yahudi akan dengan mudah dipenuhi. Jadi sebenarnya kita tidak perlu membenci Amerika, seharusnya justru kita mengasihani dan membantu Amerika karena telah terpedaya dan terjerat oleh yahudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Setelah menbaca buku “Yahudi Menggenggam Dunia”, saya menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Yahudi (menurut saya) sebenarnya abstrak dalam artian tidak berwujud jelas, dia bukan bangsa yang nyata. Kata “yahudi” sebenarnya lebih cocok untuk menyebutkan "manusia sebagai wujud dari setan". Bahkan orang yang beragama yahudi pun mungkin tidak sadar kalau dia itu "yahudi".  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Yahudi merasa sebagai manusia pilihan yang paling utama, bangsa lain hanyalah budak bagi mereka. Sama seperti setan yang merasa paling utama karena diciptakan dari api, sedangkan manusia diciptakan dari tanah. Setan tidak mau tunduk kepada manusia karena merasa lebih utama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Yahudi memakai cara-cara setan seperti : demoralisasi, suap-menyuap, seks bebas, minuman keras, judi, perang, kekacauan, ketakutan dll untuk menguasai musuhnya (manusia)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Yahudi bisa ada dimanapun tanpa kita sadari. Orang mungkin secara lahiriah terlihat sebagai ulama, pendeta, pemuka agama, pemimpin Negara, atau orang yang dihormati, tetapi pada hakikatnya bisa jadi ternyata didalamnya adalah yahudi. Oleh karena itu kita melihat banyak sekali keanehan-keanehan yang menyimpang seperti, seorang ulama ternyata menerima uang suap, pemuka agama terlibat skandal seks, dll. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Yahudi bisa menyusup dan bersembunyi di manapun, yahudi bisa menjadi pendeta agar bisa menghancurkan gereja, atau menjadi ulama untuk menghancurkan masjid, menjadi tokoh terpandang untuk menghancurkan moral generasi muda. Tapi tujuannya sama, yaitu ingin kedudukannya berada diatas manusia, menjadikan manusia sebagai budaknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Yahudi tidak dapat hidup bersama dengan golongannya. Dia adalah vampire yang hidup dengan menghisap darah orang lain. Vampire tidak akan menghisap darah vampire lain. Yahudi hidup dibalik layar, dimana Negara kuat, disitu yahudi berkembang biak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Yahudi menguasai ekonomi dan media massa sehingga dengan mudah dapat menyetir pemerintah manapun di dunia ini. Yahudi menciptakan krisis ekonomi kemudian berpura-pura memberikan bantuan, bantuan beserta bunga yang berlipat-lipat yang harus dibayarkan dikemudian hari itulah yang akan mencekik leher kita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Untuk menangkal bahaya yahudi (sebenarnya bahaya yahudi sudah tidak dapat ditangkal, kita hanya bisa sedikit demi sedikit melemahkannya) ada beberapa hal yang harus dilakukan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Tujuan yahudi hanya dapat terlaksana di dunia, oleh karena itu untuk menangkal yahudi kita harus berhenti atau mengurangi memikirkan keduniawian. Kembali ke ajaran agama yang benar (agama yang benar adalah penuh dengan damai dan kasih sayang, tidak ada agama apapun di dunia yang mengajarkan kekerasan). Kembali ke ajaran agama yang benar ini bukan berarti memaksa orang untuk masuk ke agama kita karena agama adalah masalah keyakinan, tiap orang bisa berbeda, dan kita memang tidak bisa mengajak orang untuk masuk ke agama tertentu, sebagaimana di sebutkan di dalam Al-quran bahwa kita tidak akan bisa membuka hati seseorang jika Allah tidak membukanya. Jadi mengajak orang untuk masuk ke agama Islam (misalnya) adalah sesuatu yang sia-sia, sebab Allah lah yang mengatur semuanya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Damai, aman, sejahtera untuk semua. Ini adalah hal-hal yang paling di benci oleh yahudi karena dengan keadaan seperti ini yahudi tidak dapat berkembang. Yahudi menginginkan pertikaian, perselisihan, dan perpecahan. Yahudi tidak menyukai keadaan damai. Kondisi dunia yang kacau, misalnya dengan adanya terorisme adalah hal yang di sukai oleh yahudi karena dengan terorisme itu dunia akan kacau, yahudi seolah-olah tampil sebagai pihak yang lemah tak berdaya sehingga perlu dilindungi. Sangat mirip dengan kasus hitler memusuhi yahudi. Yahudi muncul sebagai pihak yang lemah ini kemudian akan melegalkan pembunuhan masal terhadap kelompok-kelompok penentang yahudi. Hal ini sama persis dengan perang dunia II dimana yahudi mempropagandakan diri sebagai pihak yang tersakiti, pihak yang lemah. Dan kemudia dengan itu melegalkan bangsa lain untuk membunuhi musuh-musuh yahudi. Dengan munculnya terorisme, maka pihak yang sangat di untungkan adalah yahudi karena dia yang menguasai media massa untuk memutar balikkan fakta. Untuk itu, untuk melemahkan yahudi maka diperlukan keadaan yang damai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Dalam ajaran Islam sebenarnya banyak sekali mengajarkan hal-hal yang dapat menangkal bahaya yahudi, seperti : (1) Konsep bahwa semua orang Islam adalah bersaudara. Hal ini tentu saja sangat menghalangi langkah yahudi yang sangat tergantung pada suasana yang kacau, penuh dengan perselisihan, perpecahan, dan pertikaian. (2) Konsep ekonomi Islam juga sangat tidak disukai oleh yahudi yang menggantungkan diri pada pinjaman berbunga (riba) untuk mencekik leher, kapitalisme untuk menguasai keuangan, dll. (3) Islam memandang dunia dan akhirat dengan seimbang, ini juga bertentangan dengan yahudi yang hanya mementingkan duniawi saja.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Berhati-hati dengan pinjam-meminjam atau menabung di bank. Yahudi menguasai keuangan dan tentu saja perbankan karena itulah ciptaannya. Nilai mata uang dapat berubah dengan drastic sewaktu-waktu, pada kondisi tertentu (lihat saja krisis ekonomi 1998) nilai mata uang bisa terjun bebas menjadi tidak bernilai lagi. Simpanan kekayaan dalam bentuk yang riil lebih aman, seperti emas, perak, dll.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Yahudi menguasai media massa, maka sikap kritis diperlukan untuk dapat menyaring mana informasi yang benar dan mana yang dikaburkan. Kebodohan dan ketidaktahuan adalah teman dekat yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Yahudi tidak dapat dikalahkan dengan kekerasan dan perang dalam arti perang badaniah karena yahudi adalah ideologis, jadi hanya dapat dikalahkan dengan hati. Jika semua hati manusia bersatu maka yahudi kalah. Perang dan terorisme walaupun ditujukan hanya untuk membunuh yahudi (misalnya) malah akan memperburuk keadaan dan mempercepat kemenangan yahudi. Mungkin teroris-teroris semacam Al-qaeda adalah sengaja bentukan yahudi (di dukung oleh yahudi) untuk menghancurkan Islam dari dalam. Dengan adanya terorisme yang berkedok Islam, yahudi kemudian dengan media massanya akan dengan mudah menyudutkan seluruh umat Islam yang kemudian dapat dengan mudah mempengaruhi suatu Negara untuk mengeluarkan larangan memakai jilbab untuk para wanita dengan dalih bahwa jilbab itu dekat dengan teroris. Tujuan sebenarnya adalah untuk meruntuhkan symbol-simbol Islam sehingga lama-kelamaan akan luntur dan dengan sendirinya mulai ditinggalkan para pengikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Secara riil usaha-usaha yang bisa dilakukan oleh perorangan untuk menangkal/melemahkan yahudi adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Tidak meminjam di bank, jauhkan credit card, dll&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Mengubah simpanan di bank dari deposito, tabungan, dll kedalam emas, tanah, dll (asset riil)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Puasa, menahan diri dari keinginan-keinginan duniawi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Perbanyak wawasan, banyak membaca, dan perkuat iman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-6858674538697813555?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/6858674538697813555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=6858674538697813555' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6858674538697813555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6858674538697813555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2011/05/bahaya-yahudi.html' title='Bahaya Yahudi'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-3204989097215405800</id><published>2011-05-06T07:53:00.002+07:00</published><updated>2011-05-06T07:58:24.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Preparing for the coming economic collapse</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Konsumsi minyak bumi yang semakin meningkat tidak sejalan dengan peningkatan produksi menyababkan harga minyak bumi meningkat terus. Minyak bumi tidak dapat ditumbuhkan dengan cepat dan cadangan yang ada jumlahnya terbatas, suatu saat nanti pasti akan habis. Trend produksi minyak bumi dunia sudah menunjukkan bahwa produksi minyak bumi sudah di titik maksimum, yang berarti produksi minyak bumi akan mulai menurun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Sumber-sumber minyak baru memang masih ada, namun kebanyakan diperoleh dari sumber-sumber yang sulit dan mahal, seperti di lautan dalam, shale  earth, tar sand, dll. Sumber-sumber ini menjanjikan produksi minyak untuk menopang peningkatan konsumsi untuk sementara waktu, dan pada akhirnya juga akan habis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Ketidakseimbangan antara produksi dengan konsumsi ini akan dapat menimbulkan gejolak yang jika tidak diatasi segera dapat mengakibatkan kejatuhan ekonomi yang besar. Untuk menggerakkan roda ekonomi diperlukan energy yang terus meningkat, sekarang ini suplai energy paling besar adalah minyak bumi. Permasalahan energy ini tidak dapat diselesaikan oleh perorangan, harus pemerintah (semua Negara) yang turun tangan untuk menyelesaikan. Jika para pemimpin dunia gagal untuk mengidentifikasi dan mencari penyelesaian energy ini, maka kejatuhan ekonomi bukan tidak mungkin akan terjadi dengan sangat fatal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Banyak hal yang harus dilakukan untuk mencegah kejatuhan ekonomi ini, salah satunya adalah dengan mencari sumber energy alternative untuk menggantikan minyak bumi, diantaranya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Sumber energy terbaharukan. Banyak sekali sumber energy terbaharukan yang bisa dimanfaatkan untuk menggantikan minyak bumi seperti panas bumi, matahari, biofuel, angin, dll. Indonesia yang terletak di ring of fire memiliki keuntungan dengan sumber panas bumi yang berlimpah. Sumber energy ini selain dapat diperbarui (kekal) juga lebih ramah lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Nuklir. Semua orang tahu dampak negatif pembangkit listrik tenaga nuklir seperti yang terjadi di Fukushima, Jepang. PLTN memang jarang sekali meledak, namun sekalinya meledak akan menghasilkan efek yang sangat besar. Selain itu limbah dari PLTN juga masih menjadi permasalahan yang cukup besar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Batubara, sand tar, dan shale earth oil. Sumber-sumber ini termasuk sumber energy fosil yang paling kotor. Walaupun jumlahnya masih cukup berlimpah, namun efek yang dihasilkan dari penggunaannya melebihi nilai energy yang dihasilkan. Penggunaan sumber-sumber energy ini dapat menunda krisis energy, tapi akan menghasilkan krisis yang lebih besar lagi nantinya. Menurut saya, sumber-sumber ini sebaiknya tidak digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kelangkaan energy sangat mungkin terjadi jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan, mungkin sekarangpun sudah terlambat untuk bertindak. Kelangkaan energy yang berakibat pada kenaikan harga energy (minyak bumi, dll) akan mengakibatkan inflasi yang tinggi. Efek dari inflasi ini adalah berkurangnya nilai mata uang, sehingga berinvestasi akan menjadi hal yang tidak menguntungkan karena walaupun secara jumlah uang bertambah nanum secara daya beli berkurang. Ada beberapa cara yang disarankan untuk mengantisipasi inflasi yang tinggi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Investasi emas. Emas merupakan salah satu investasi yang tidak mengenal inflasi. Jika inflasi tinggi, harga emas naik melebihi inflasi. Harga minyak bumi naik, harga emas juga naik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Investasi di bidang energy atau energy alternative. Energi merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam ekonomi, siapa yang menguasai energi akan dapat bertahan dari krisis lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-3204989097215405800?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/3204989097215405800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=3204989097215405800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3204989097215405800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3204989097215405800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2011/05/preparing-for-coming-economic-collapse.html' title='Preparing for the coming economic collapse'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-2655934328690517403</id><published>2011-05-05T08:38:00.000+07:00</published><updated>2011-05-06T07:58:31.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Ecological Intelligence</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Teori ekonomi klasik mendorong orang untuk memproduksi barang dengan harga serendah mungkin untuk memperoleh pasar yang besar dengan keuntungan yang sebesar-besarnya nampaknya sudah mulai tidak berlaku lagi. Orang sudah mulai sadar bahwa dibalik harga yang murah terdapat hidden cost yang besar, diantaranya adalah perusakan alam. Barang dengan harga murah biasanya diproduksi tanpa memperhatikan aspek lingkungan, seperti menggunakan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan, pengolahan limbahnya tidak bagus, menebang hutan tanpa rehabilitasi, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Ada tiga aspek yang ditonjolkan dalam buku Ecological Intelligent oleh Daniel Goleman; aspek lingkungan (geosphere), aspek kehidupan hayati (biosphere), dan aspek social (sosiosphere) untuk menilai apakah suatu produk itu termasuk “green”.  Geosphere berarti alam dan bumi seperti air, tanah, dan udara. Produk dikatakan green jika diproduksi dengan mempedulikan alam sekitarnya, tanpa menimbulkan pencemaran terhadap tanah, air, udara, dll. Geosphere ini merupakan basic dari kriteria green dalam suatu produk. Kita dapat dengan mudah menganggap bahwa produk A adalah green jika diproduksi seperti tersebut diatas. Tetapi sebenarnya perlu diperhatikan juga aspek biosphere dan sosiosphere.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Biosphere berarti tubuh kita, kehidupan hewan dan tumbuhan. Walaupun suatu produk di buat tanpa mengeluarkan polusi tetapi jika menimbulkan bahaya kepunahan terhadap spesies tumbuhan atau hewan tertentu maka produk tersebut tidak dapat dikatakan hijau. Perburuan paus untuk dijadikan makanan termasuk salah satu kegiatan yang merusak lingkungan atau tidak ‘green’ karena dapat menimbulkan kepunahan paus dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Pabrik pulp dan kertas seringkali menggunakan bahan baku dari menebang hutan tanpa merehabilitasi kembali. Pabrik minyak goreng (sawit) memperoleh minyak sawit dari perkebunan sawit yang dibangun dari hasil membakar hutan, merusak lingkungan, dan pada akhirnya menganggu keseimbangan lingkungan dangan monokultur. Agak susah memang menentukan suatu produk itu termasuk green atau tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Aspek ketiga yang digunakan untuk menentukan apakah suatu produk tersebut green atau tidak adalah sosiosphere, yaitu yang berhubungan dengan kehidupan social. Misalnya apakah suatu produk tersebut diproduksi dengan manggunakan pekerja dibawah umur, atau dengan pekerja murah dengan gaji dibawah UMR, atau dengan tanpa memperhatikan kehidupan pekerjanya. Suatu produk tidak bisa dikatakan ‘green’ jika diproduksi tanpa memperhatikan safety para pekerjanya, tanpa memperhatikan efek jangka panjang terhadap pekerjanya, dll. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Masyarakat sekarang sudah mulai memperhatikan hal-hal seperti diatas, sehingga rela membeli barang dengan harga yang sedikit lebih tinggi tetapi di produksi dengan menggunakan energy dari matahari menggantikan listrik dari PLTU misalnya, atau produk yang diproduksi dengan memperhatikan nasib para pekerjanya, dll. Kesadaran akan lingkungan ini sudah mulai muncul terutama di kalangan Negara-negara maju atau masyarakat yang dengan latar belakang pendidikan yang lebih bagus. Produk-produk murah dari China dengan harga murah namun dibuat dengan kondisi jam kerja yang tidak wajar atau menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya sepertinya atau menggunakan energy dari pembangkit listrik PLTU yang hitam, dll sepertinya akan mulai tersingkir jika tidak segera berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kemudian bagaimana menentukan apakah suatu produk itu ‘green’ atau tidak? Bisa saja semua orang mengklaim bahwa produknya ‘green’. Untuk itu diperlukan badan pemeriksa (auditor) dari pihak ketiga yang netral untuk melakukan assessment terhadap produk-produk yang beredar dimasyarakat. Tidak mudah untuk menentukan suatu produk ‘green’ atau tidak. Membeli produk local yang setara dengan produk impor mungkin akan lebih green karena tanpa melibatkan transportasi yang jauh, transport tentu saja memerlukan energy dan mengeluarkan polusi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Era keterbukaan sudah mulai merebak dimana-mana, masyarakat sudah mulai sadar lingkungan dan sudah mulai berfikir sebelum membeli suatu barang. Sekarang bukan lagi jamannya harus menutupi semua keburukan untuk memperoleh biaya produksi yang paling murah. Orang sudah mulai beralih ke green product.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-2655934328690517403?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/2655934328690517403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=2655934328690517403' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2655934328690517403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2655934328690517403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2011/05/ecological-intelligence.html' title='Ecological Intelligence'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-1097443572516343529</id><published>2011-05-05T07:10:00.002+07:00</published><updated>2011-05-05T07:32:52.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Mobil Murah dan "Ramah Lingkungan"</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Pemerintah berencana mengeluarkan kebijakan untuk mendorong pengembangan mobil murah dan ramah lingkungan. Dengan berbagai kriteria, salah satunya adalah mobil dibatasi dengan kapasitas 1000 cc dan 1200 cc, kemudian harga jualnya dibawah 90 juta rupiah. Mobil ini nantinya ditargetkan untuk pengendara motor yang ingin beralih ke mobil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Entah bagaimana cara perhitungan pemerintah tentang “ramah lingkungan”, motor bebek biasa konsumsi bahan bakar nya sekitar  1: 40 (1 liter bahan bakar untuk 40 km) bahkan lebih, sedangkan se irit-iritnya mobil masih di bawah 1:25, bagaimana bisa disebut ramah lingkungan? Sudah pasti semakin banyak bahan bakar di konsumsi per km semakin besar emisi yang dihasilkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Semakin banyak orang beralih dari motor ke mobil, maka semakin tidak effisien penggunaan bahan bakar. Sedangkan dengan kondisi sekarang saja, Jakarta sudah dinobatkan sebagai salah kota dengan polusi udara yang buruk, bagaimana jika nanti mobil-mobil murah membanjiri Jakarta. Belum lagi dengan kondisi yang sekarang saja, Indonesia sudah harus jadi net importer minyak bumi, bagaimana jika nanti tiba-tiba kebutuhan minyak meningkat?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Saya semakin yakin bahwa sebenarnya pemerintah tidak pernah berniat untuk memperbaiki/menjaga lingkungan. Kata-kata “Ramah lingkungan” hanyalah sloga belaka yang dipakai hanya sebagai kata-kata promosi saja, tidak lebih. Kita harus lebih berhati-hati terhadap semua label “Ramah lingkungan” karena banyak orang memanfaatkan label itu untuk kepentingan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Beberapa hal yang harusnya dilakukan pemerintah (menurut saya):&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Menaikkan harga premium agar pemilik mobil manjadi aware dengan konsumsi bahan bakarnya. Dengan sendirinya mobil-mobil boros bahan bakar tidak akan laku dan mobil-mobil tua yang boros bahan bakar otomatis akan tersingkirkan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Membangun sarana &amp;amp; pra sarana kendaraan angkutan massal yang bagus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Melakukan pembatasan emisi kendaraan dengan tegas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; "&gt;Memang dengan begini, sector otomotif akan agak tergerus, tapi toh sector otomotif bukan benar-benar menjadi kebutuhan pokok rakyat, dan juga Indonesia juga sekedar menjadi konsumen bagi industry otomotif, dengan Jepang, Eropa, dan Amerika yang akan mengeruk keuntungannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Mobil murah dan “Ramah Lingkungan” ini sebaiknya di review lagi lebih dalam..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-1097443572516343529?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/1097443572516343529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=1097443572516343529' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1097443572516343529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1097443572516343529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2011/05/mobil-murah-dan-ramah-lingkungan.html' title='Mobil Murah dan &quot;Ramah Lingkungan&quot;'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-4529209293346151098</id><published>2010-09-22T14:46:00.003+07:00</published><updated>2011-05-05T07:32:40.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Menuntut SBY</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: black; "&gt;Pak SBY, sebagai presiden yang dipilih mutlak oleh rakyat, anda sangat diharapkan dapat melindungi, mengayomi, menghidupi, segenap rakyat Indonesia. Anda juga diharapkan dapat menjaga keutuhan Indonesia sebagai Negara yang bermartabat sejajar dengan Negara-negara lain tanpa kecuali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: black; "&gt;Namun sungguh sayang, beberapa kejadian belakangan ini menunjukkan anda gagal memenuhi harapan-harapan rakyat. Kami bosan setiap hari melihat ketimpangan-ketimpangan sosial, dimana yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin, sumber daya alam Indonesia yang melimpah tidak digunakan untuk menghidupi rakyat Indonesia dan malah ditawar-tawarkan kepada asing (lihat contohnya kasus cadangan minyak di Cepu yang dengan serta merta di serahkan kepada Exxon padahal kita punya Pertamina). Kami bosan dengan berita-berita di surat kabar, internet, dll tentang penganiayaan para pekerja Indonesia di luar negeri, tentang para buruh yang menuntut dibayarkannya THR, dan masih banyak lagi. Apa iya tanah Indonesia yang sedemikian subur dan luasnya, pantai yang sedemikian panjangnya, kekayaan alam yang begitu banyaknya tidak mampu memberikan pekerjaan dan penghidupan yang layak untuk rakyatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: black; "&gt;Pak SBY, anda besar di lingkungan militer, hidup dalam ketegasan dan kedisiplinan yang tinggi. Tapi mengapa ketagasan dan kedisiplinan itu tidak digunakan untuk melindungi rakyat atau untuk menjaga martabat bangsa. Mengapa ketika ada kesalahan pada saat anda teleconference, dengan sigap dan tegas anda minta jajaran yang bersangkutan segera ambil tindakan, tetapi mengapa ketika Negara tetangga melanggar batas-batas wilayah kita, mencuri kekayaan kita, anda hanya diam ketakutan seolah ketagasan anda menghilang bersembunyi dibalik kalimat “kasihan rakyat kecil kalau kita maju perang”. Bukan harus perang yang kami harapkan, tetapi ketagasan demi menjaga harga diri dan martabat. Melalui diplomasi yang tegas pun kami sudah puas, tidak harus dengan unjuk senjata. Tapi kalaupun harus perang, kami pun mendukung karena sejarah mengajarkan kepada kami bahwa lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati demi menjaga kehormatan daripada hidup penuh kehinaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: black; "&gt;Hidup di lingkungan militer berarti kontrak mati. Tetapi mengapa ketika foto anda dijadikan sasaran tembak (hanya foto saja) anda sudah ketakutan setengah mati. Ketika anda masuk ke dalam militer itu berarti anda sudah mati, jika sampai sekarang anda masih hidup itu harus disyukuri sebagai bonus, kalau sewaktu-waktu bonus itu dicabut ya harus diterima. Jika presiden harus dilindungi maka seharusnya rakyat pun juga, tanyakan pada korban serangan teroris di Bali, Jakarta, Ambon, dll apakah mereka merasa dilindungi. Belum lagi ketika di sepanjang jalan Jakarta terlihat begitu banyaknya anak-anak jalanan dan pengemis, apakah mereka merasa dilindungi, apakah mereka mendapatkan penghidupan yang layak, pendidikan, pengobatan, dll. Padahal jelas tertulis di UUD bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dilindungi oleh Negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: black; "&gt;Jika banyak rakyat yang sedemikian miskin dan hidup dalam kekurangan, mengapa banyak juga yang kaya raya. Bukankah sebagai rakyat semua berhak mendapatkan penghidupan yang layak. Sama-sama hidup di Indonesia, mengapa begitu jauh berbeda, bukankah seharusnya merata, tidak ada ketimpangan yang sangat jauh. Memang benar jika dihitung dengan statistic, dari tahun ke tahun kita mengalami pertumbuhan ekonomi, tapi apakah itu indikator bahwa kehidupan kita makin layak. Ataukah indicator itu ada karena banyak orang yang semakin kaya, sehingga jika di ambil rata-rata maka akan menunjukkan bahwa kita semakin makmur. Padahal angka-angka ekonomi itu sebenarnya adalah palsu, bisa jadi pertumbuhan ekonomi itu terjadi karena satu orang yang kekayaannya meningkat sangat banyak sedangkan lebih banyak lagi yang turun atau sedikit turun. Satu orang kaya raya, banyak orang makin miskin tetapi tetap saja dihitung sebagai pertumbuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: black; "&gt;Bukan tentang kelayakan hidup saja yang tidak merata, juga tentang masalah hukum. Jika seorang pencuri ayam yang nilainya tak lebih dari seratus ribu rupiah di hukum satu bulan kurungan, maka seharusnya koruptor yang menghilangkan uang Negara satu miliar rupiah dihukum sepuluh ribu bulan penjara. Lihat bagaimana koruptor BLBI yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan hanya dihukum beberapa bulan, bandingkan dengan nenek tua yang mencuri satu buah kakao yang nilainya hanya beberapa ribu rupiah pun juga harus dihukum. Belum lagi kasus-kasus seperti Gayus misalnya, yang sudah jelas bukti-buktinya tetapi sampai saat ini belum diadili juga. Apakah seperti ini yang disebut dengan kesamaan derajat dimata hukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: black; "&gt;Masih banyak lagi sebenarnya curhat untuk pak SBY ini, tapi rasanya semakin ditulis semakin sakit rasanya. Kami tidak meminta pak SBY jadi dewa maha adil yang mampu member keadilan hukum, ekonomi, dll, atau jadi dewa maha kuat yang mampu melindungi rakyat dan menjaga kehormatan bangsa Indonesia. Bahkan bukan juga menjadi manusia setengah dewa karena kami tahu pak SBY juga manusia biasa. Kami hanya ingin pak SBY menggunakan logika nuraninya untuk menegakkan keadilan manusia, untuk pemerataan ekonomi manusia, melindungi dan menjaga kehormatan bangsa Indonesia semaksimal manusia bisa lakukan lepas dari tekanan-tekanan asing yang ingin bangsa kita hancur, lepas dari statistik-statistik yang dibuat-buat untuk menampilkan yang bukan sebenarya, lepas dari kepentingan untuk pribadi, dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan Negara ini tanpa ada embel-embel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-4529209293346151098?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/4529209293346151098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=4529209293346151098' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4529209293346151098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4529209293346151098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/09/menuntut-sby.html' title='Menuntut SBY'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-7191253852059191269</id><published>2010-09-06T14:06:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T07:32:40.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Hanya ada satu presiden Indonesia..</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Penghinaan terhadap lambing Negara pada tahun 1963 oleh Malaysia langsung dibalas dengan Ganyang Malaysia oleh presiden Soekarno waktu itu. Berbeda dekali dengan kondisi sekarang, ketika banyak TKI di Malaysia yang dilecehkan, disiksa, dll presiden Indonesia seolah hanya pasrah saja, tidak ada tindakan tegas yang diambil. Padahal tugas pemimpin harusnya melindungi seluruh rakyatnya. Penghinaan terhadap 1 orang rakyat saja berarti penghinaan terhadap Negara. Bahkan dalam cerita Islam, pernah ada kisah perang yang terjadi hanya karena ingin melindungi hak salah seorang rakyatnya. Mungkin SBY tidak mau rakyat kecil menderita karena perang, tapi menurutku, tersiksa oleh perasaan terhina lebih menderita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Indonesia mempunyai kekayaan alam yang begitu banyaknya, kita sebenarnya sangat-sangat kaya, tetapi rupanya pemerintah lupa melaksanakan UUD 1945, terutama pasal 33 ayat 3 yang berbunyi “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Yang terjadi sekarang ini kekayaan alam Indonesia banyak yang dikuasai asing, untuk kemakmuran rakyat asing. Hal ini tidak terjadi pada masa presiden Soekarno, karena dengan tegas Soekarno menjawab pemerintahan AS dengan “Go to hell with your aids”. Dengan sangat yakin bahwa kita mampu berdiri di atas kaki sendiri. Begitu presiden Soekarno diganti oleh Soeharto, hal pertama yang terjadi adalah gunung emas dan tembaga di Tembagapura jatuh ke tangan asing. Berikutnya satu-persatu kekayaan alam Indonesia berjatuhan ke tangan asing dan mulailah Negara ini tergadaikan. Harusnya dengan mengacu kepada UUD 1945 pasal 33 ayat 3 tsb pemerintah bisa mengambil alih (me-nasionalisasi) perusahaan-perusahaan asing di Indonesia. Asalkan presiden dan rakyatnya punya ketegasan dan keberanian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Seorang pemimpin disegani karena ketegasannya, Kuba contohnya, Negara kecil yang kekayaan alamnya jauh dari Indonesia bahkan mampu membuat Negara sebesar AS waspada. Iran yang sumberdaya alam utamanya hanyalah minyak bahkan mampu membuat AS dan Uni Eropa merinding. Venezuela bahkan berani menasionalisasi seluruh perusahaan minyak di Negara itu, dan juga mengusir duta besar AS. Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, sumber daya manusia juga melimpah, yang diperlukan hanyalah kemauan dan ketegasan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Soekarno sudah mengajarkan kita untuk menjadi bangsa Indonesia yang berdikari dan dipandang oleh Negara sekitar bahkan dunia, bukan malah dilecehkan oleh asing. Kita tidak perlu dunia, dunia yang perlu kita, salah satunya adalah karena kita paru-paru dunia. Kita pernah ditakuti dan dipandang oleh dunia, dan kita selalu punya potensi untuk itu. Yang diperlukan hanya pemimpin yang menggeelegarrr..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; line-height:115%;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family: Tahoma;color:#333333"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-7191253852059191269?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/7191253852059191269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=7191253852059191269' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7191253852059191269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7191253852059191269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/09/hanya-ada-satu-presiden-indonesia.html' title='Hanya ada satu presiden Indonesia..'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-4684406767289750727</id><published>2010-08-23T06:30:00.001+07:00</published><updated>2011-05-05T07:32:52.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Bahaya Merokok</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Safety talks on 21 August 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Mengapa Rokok berbahaya bagi kesehatan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Rokok mengandung lebih dari 200 jenis racun, diantaranya adalah tar / asphalt yang merupakan gabungan dari berbagai hydrocarbon yang dapat menempel di paru-paru dan bersifat karsinogen (penyebab kanker), Nikotin yang memberikan efek tenang dan dapat menyebabkan kecanduan, carbonmonoxide yang dapat mengganggu suplai oksigen kedalam tubuh kita, hydrogen cyanide: bahan kimia paling beracun, pada perang dunia II hydrogen cyanide ini digunakan untuk pembunuhan masal oleh tentara Jerman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Asap sampingan rokok mengandung lebih banyak lagi bahan kimia berbahaya, itulah sebab selain membunuh diri sediri perokok juga membunuh orang disekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Perokok mempunyai peluang 14x lebih tinggi terkena kanker paru-paru, 2x kanker prostat, dan 2x penyakit jantung dibandingkan bukan perokok&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Yang paling penting untuk laki-laki adalah merokok dapat menyebabkan impotensi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Bagaimana cara berhenti merokok:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Yakinkan diri bahwa berhenti merokok akan membuat kualitas hidup lebih baik dan akan lebih cepat mati jika terus merokok.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Buang jauh-jauh semua barang yang berhubungan dengan rokok seperti lighter, asbak, dll&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Kurangi sedikit demi sedikit frekuensi merokok, puasa boleh jadi cara untuk mengurangi rokok&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;Perbanyak olahraga dan banyak minum air untuk melupakan rokok dan mengeluarkan racun dari kebiasaan merokok&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Trebuchet MS; font-size:10pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Breathe healthily, live happily&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-4684406767289750727?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/4684406767289750727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=4684406767289750727' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4684406767289750727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4684406767289750727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/08/bahaya-merokok.html' title='Bahaya Merokok'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-6406902486419428378</id><published>2010-07-16T07:05:00.007+07:00</published><updated>2011-05-05T07:42:04.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Anugrah terindah yang pernah kumiliki</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Prediksi dokter pada awal desember 2009 anak pertama kami akan lahir. Sudah berbulan-bulan menunggu, akhirnya datang juga waktu itu, semakin hari semakin was-was, antara senang dan khawatir. Hingga pada tanggal prediksi dokter belum terlihat juga tanda-tanda kelahiran anak kami. Aku sudah mengambil cuti seminggu ini, tetapi hingga hamper akhir masa cuti, belum juga ada tanda-tanda. Akhirnya pagi hari 04 Desember 2009, sudah mulai ada tanda-tanda dari perut istriku, dimulai dengan adanya rembesan cairan yang kami duga adalah air ketuban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Kami langsung menghubungi dokter kandungan dan kemudian disarankan untuk ke rumah sakit saja, khawatir ada pecah ketuban sebelum waktunya. Akhirnya pagi itu kami langsung berangkat ke rumah sakit, kondisi jalan masih agak macet menambah panic.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Setelah sampai di rumah sakit, langsung menuju ke ruang bersalin, dan suster pun mulai mengecek kondisi istriku dan memang benar cairan yang keluar adalah ketuban, tapi masih bukaan rendah, artinya masih cukup lama waktu kelahiran anak pertama kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Suster masih terus melakukan pemantauan secara berkala, tetapi sampai siang masih belum ada tanda-tanda yang kuat. Hingga menjelang sore, kontraksi memang makin kuat tapi masih belum cukup sehingga dokter kandungan akhirnya memutuskan untuk memberikan perangsang untuk mempercepat kontraksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ketika perangsang tersebut bekerja, kontraksi yang terjadi menjadi cukup kuat. Jika di siang hari skala kontraksi yang terlihat dari alat monitoring adalah sekitar 30 maka sekarang menjadi lebih dari 100 dan frekuensinya pun semakin cepat. Pertanda waktu kelahiran anak kami semakin dekat. Tapi ternyata bukaannya masih belum cukup, artinya istriku harus menahan sakit lagi. Rasanya hamper putus asa, tetapi istriku bertekad untuk melahirkan anak kami dengan normal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Akhirnya bukaan 10, yang berarti prosesi kelahiran bisa dimulai. Dokter kandungan, bidan, suster, mulai mempersiapkan segala sesuatunya. Periode mengejan dimulai, tapi setelah sekian lama dan tenaga sudah semakin terkuras, anak kami belum juga lahir. Waktu berbanding terbalik dengan tenaga, semakin lama tenaga semakin habis, hingga akhirnya jika harus di vacuum atau cesar pun aku akan menyetujuinya. Suster sudah menyiapkan alat vacuum, tetapi tiba-tiba kontraksi yang kuat datang, sukup panjang hingga akhirnya anak kami terlahir, tepat sebelum alat vacuum dipasang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Rasa haru dan lega bercampur menjadi satu saat mendengar tangis mungil anak kami di dada istriku untuk inisiasi menyusui dini. Seluruh badannya pucat karena prosesinya terlalu lama, kepalanya juga masih oval karena melahirkan normal, tetapi kami bersyukur dapat melewatinya. Selamat datang di dunia anakku, namanya ‘Axelle Firenzi Aryasatya’, kami menanggilnya Axel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/TD-jBT05KWI/AAAAAAAAAD4/egmVBf6NK38/s1600/Picture+031.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px; " src="http://4.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/TD-jBT05KWI/AAAAAAAAAD4/egmVBf6NK38/s400/Picture+031.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494289313312614754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Mengikuti masa-masa kelahiran anak kami membuatku tersadar betapa susahnya ibu kita dulu melahirkan kita, dan betapa berdosanya kita jika kita tidak membahagiannya semasa kita bisa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Masa-masa bergadang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Setelah semuanya beres kami diperbolehkan pulang. Dan bertambahlah anggota keluarga kami. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Masa awal-awal bayi masih sering rewel, minta minum susu, buang air kecil, buang air besar, dll hampir tidak pernah berhenti. Sekarang minta susu, sejam kemudian buang air kecil, kemudian minta susu lagi, buang air kecil lagi, begitu seterusnya. Maklumlah, namanya bayi, apalagi masih baru lahir, belum mengenal siang atau malam, sehingga waktu tidur kami masih terbatas. Ditambah lagi dengan jahitan istriku yang belum kering sehingga geraknya pun lebih tidak leluasa dan terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Memang saat itu terasa berat, bahkan di dikantor pun terkadang aku harus pergi ke mushola dulu untuk tidur sebentar karena memang mengantuk sekali, tapi kami menikmatinya. Menikmati sebagai orang tua baru. Walaupun badan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;cape&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:placetype&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;tapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; kami senang dan bersyukur dengan kehadiran Axel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Mulai masuk kerja lagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Satu bulan berlalu, Axel sudah mulai tumbuh dengan pesat. Sekarang anak kami tampak sedang lucu-lucunya, kulitnya putih bersih, rambutnya masih belum tumbuh lagi setelah dicukur habis setelah aqiqah, pipinya tampak tembem dan gendut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/TD-lCC_jV3I/AAAAAAAAAEA/jv4tAo1R4iY/s1600/Picture+224.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/TD-lCC_jV3I/AAAAAAAAAEA/jv4tAo1R4iY/s320/Picture+224.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494291524997044082" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Cuti melahirkan istriku sudah hampir habis. Kami sudah menyiapkan segalanya sebelum istriku mulai bekerja. Pengasuh Axel sudah ada (salah satu hal yang cukup melegakan) dan Axel pun sudah mulai terbiasa. Stok ASI perah untuk Axel juga sudah ada beberapa botol dan kami juga mulai mangajarinya untuk minum susu dengan cup feeder maupun sendok, tetapi lebih banyak yang terbuangnya. Akhirnya kami memutuskan untuk memberikan susu dengan dot yang dirancang untuk bayi baru lahir dan natural agar Axel tidak lupa putting.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Awalnya kami khawatir Axel akan lupa putting seperti yang diceritakan beberapa orang, namun kami bersyukur itu tidak terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Masa-masa ini mungkin menjadi awal yang berat untuk istriku. Meninggalkan Axel dirumah untuk bekerja kembali. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; rutinitas baru, memerah ASI beberapa kali sehari untuk mencukupi kebutuhan Axel yang sudah semakin banyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Tengkurap, merayap, belajar merangkak, dan duduk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Axel berumur 3 bulan waktu pertama kali tengkurap sendiri. Semakin hari semakin bertambah lucu anak ini. Gerakannya juga semakin aktif, suaranya makin keras. Kadang kadang kesal, menangis, ataupu tertawa. Siklus tidurnya pun sudah teratur. Ini benar-benar anugrah buat kami. Ketika melihatnya tidur nyenyak, rasanya damai sekali hidup ini, seakan-akan semua masalah hilang ketika melihatnya tidur nyenyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Semakin bertambah umur, semakin banyak perkembangan Axel. Berawal dari tengkurap, kemudian berusaha bergerak, merayap, hingga kemudian belajar merangkak dan duduk. Suara celotehannya juga semakin banyak dank eras. Tingkahnya semakin lucu dan menggemaskan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ketika harus meninggalkannya..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Hari itu ada tawaran untuk mengerjakan proyek di negeri seberang. Aku ditawari untuk jadi salah satu tim yang ikut dalam proyek tersebut. Bimbang juga waktu itu, tapi aku harus bicarakan dengan istri. Meninggalkan Axel yang sedang tumbuh lucu-lucunya adalah hal yang berat buatku. Tetapi proyek ini juga berarti peluang, setidaknya untuk mengamankan keuangan kami yang sebenarnya tidak terlalu krisis-krisis amat. Selain itu juga pengalaman yang akan di dapat. Dan setelah berfikir baik-buruknya akhir nya kami memutuskan untuk menerima tawaran itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Dalam beberapa minggu kemudian, tibalah saat untuk berangkat ke negeri seberang, tempat yang belum kukenal, dengan meninggalkan anak dan istri di rumah. Terasa berat, tapi toh aku juga harus tetap berangkat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Awal-awal jauh dari keluarga terasa begitu berat, waktu seolah-olah lama berputar. Maka ketika ada kesempatan pulang, aku tidak melewatkannya meskipun dengan biaya sendiri. Hari itu saat aku pulang, Axel pas berumur 6 bulan, artinya ASI ekslusif sudah berakhir dan saatnya Axel mulai makan makan tambahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Masa-masa itu Axel mulai mengenali dunianya dengan mulutnya. Semua benda yang dapat diraihnya dimasukkan ke mulut. Begitu juga pada saat pertama kali makan, sendok yang disuapkan diraih dengan tangannya untuk dimasukkan ke mulutnya, akibatnya banyak manakannya yang tumpah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/TD-nJ3L_zzI/AAAAAAAAAEI/rMClWrPu4S8/s1600/Picture+286.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/TD-nJ3L_zzI/AAAAAAAAAEI/rMClWrPu4S8/s320/Picture+286.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494293858290224946" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/TD-nJ3L_zzI/AAAAAAAAAEI/rMClWrPu4S8/s1600/Picture+286.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Belum puas bermain-main dengan Axel, aku sudah harus kembali meninggalkannya, kembali ke proyek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Dari jauh aku selalu memantau perkembangan Axel, walaupun hanya lewat foto atau video yang dikirimkan istriku. Semakin hari axel semakin aktif, sekarang sudah mulai merangkak dan kadang-kadang duduk walaupun masih disangga dengan tangannya. Geraknya sudah semakin luas, kami senang sekaligus was-was. Pernah suatu hari Axel jatuh dari tempat tidur, walaupun sudah di pagari dengan bantal guling tetali ternyata itu tidak cukup untuk menghentikannya. Sedih sekali rasanya mendengarnya terjatuh dari tempat tidur yang cukup tinggi. Tetapi syukurlah dia tidak apa-apa. Hari ini Axel sudah berumur 7 bulan +, dan aku semakin kangen. Tidak sabar lagi ingin menggendongnya, bermain-main, jalan-jalan pagi, melihatnya main-main air ketika dimandikan, melihatnya tidur nyenyak, dan mengikuti setiap gerak-geriknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;I miss you son..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Miri, 15 Juli 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-6406902486419428378?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/6406902486419428378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=6406902486419428378' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6406902486419428378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6406902486419428378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/07/prediksi-dokter-pada-awal-desember-2009.html' title='Anugrah terindah yang pernah kumiliki'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/TD-jBT05KWI/AAAAAAAAAD4/egmVBf6NK38/s72-c/Picture+031.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8305854789129037028</id><published>2010-06-26T15:10:00.001+07:00</published><updated>2010-07-16T07:36:13.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Energy [R]evolution II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Minyak bumi masih menjadi sumber energi utama yang menggerakkan dunia. Bersamaan dengan itu, tingkat polusi semakin meningkat dan global warming semakin menjadi kenyataan. Kompas.com melaporkan bahwa 20 hingga 30 tahun lagi gletser di papua akan musnah karena naiknya suhu bumi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Cerita lain lagi datang dari teluk meksiko dimana terjadi kecelakaan hebat di platform milik BP yang mengakibatkan tumpahan minyak telah menyebar luas dan menyebabkan polusi hebat dan menambahkan catatatn hitam untuk minyak bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Belum lagi tentang cerita minyak bumi yang disamarkan menjadi “senjata pemusnah missal” oleh amerika untuk dijadikan alasan menginvasi Irak. Atau cerita pengeboran oleh lapindo yang sampai saat ini belum ada solusinya. Minyak bumi telah menimbulkan bencana yang sangat besar, baik bencana yang telah terjadi maupun yang masih potensial yang akan jauh lebih besar pengaruhnya terhadap ekosistem.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Pembakaran minyak (dan gas) selalu berujung pada pembentukan CO2. Pada prinsipnya semua pembakaran menghasilkan CO2, bahkan pembakaran energy renewable seperti biodiesel dan Bioethanol pun menghasilkan CO2, bedanya CO2 yang dihasilkan oleh pembakaran biofuel berasal dari atmosfer juga yang kemudian di konversi oleh tumbuhan menjadi minyak dan karbohidrat dan kemudian diubah lagi menjadi biofuel yang kembali lagi menjadi CO2. Pembentukan CO2 dari biofuel membentuk siklus dengan konversi CO2 menjadi minyak atau karbohidrat sehingga jumlah CO2 yang ada di atmosfer akan relatif konstan, atau kalaupun naik tidak sebanyak yang terjadi sekarang. Sementara itu pembakaran minyak bumi tidak bisa membentuk siklus karena proses pembentukan minyak sendiri memerlukan waktu  yang relatif sangat lama, sampai berjuta-juta tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Apakah bumi sudah kehabisan sumber energi sehingga kita sedemikian tergantungnya pada minyak bumi? Apakah tidak ada sumber energi lain yang lebih baik dan aman? Sebenarnya sumber energi tidak pernah jauh dari kehidupan sehari-hari, sinar matahari yang kita rasakan setiap hari ada salah satu sumber energi yang sangat besar, angin yang bertiup setiap saat juga berarti energi. Tidak perlu bicara tentang jarak pagar atau CPO, bahkan sampah yang tiap hari kita hasilkan pun juga berarti energi. Belum lagi tentang ombak di laut, sungai-sungai yang mengalir, lingkaran gunung api, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Tuhan telah menciptakan sedemikian banyak sumberdaya untuk energi. Memang benar, minyak bumi pun juga ciptaan Tuhan, tetapi manusia diberikan akal untuk memilih mana yang baik dan buruk. Tidak perlu bersusah payah mengebor dalam perut bumi, energi matahari dapat kita jumpai di setiap tempat (terutama untuk daerah tropis seperti Indonesia), tanpa perlu khawatir akan banjir lumpur, bocor, meluber, dan mencemari ligkungan. Tapi ironisnya, energi matahari yang sedemikian besar justru tidak dilirik untuk menciptakan ketahanan energi dalam skenario blue print ketahanan energi nasional. Dan justru batubara, yang jauh lebih berbahaya dan lebih buruk efeknya terhadap bumi, yang dijadikan harapan untuk menggantikan minyak bumi yang makin habis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Biarkan minyak bumi (dan juga batubara) tetap didalam perut bumi dan mulailah Energy [R]evolution. Aku bukan orang yang anti dengan minyak, tetapi jika aku diberikan pilihan, aku akan memilih yang lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8305854789129037028?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8305854789129037028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8305854789129037028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8305854789129037028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8305854789129037028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/06/energy-revolution-ii.html' title='Energy [R]evolution II'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8530791166837166361</id><published>2010-04-12T14:03:00.001+07:00</published><updated>2010-04-12T14:07:52.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Apa Kabar Industri Gula..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cprawito%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: trebuchet ms;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: trebuchet ms;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0mm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekitar seabad yang lalu, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pernah menjadi exporter gula terbesar kedua dunia. Hal itu sudah menunjukkan bahwa perindustrian di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sudah cukup maju pada jaman dulu. Bahkan, ternyata jurusan teknik kimia dimana aku lulus juga tidak lepas dari pengaruh industri gula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; memang sudah selayaknya menjadi produsen gula yang besar. Anugrah Tuhan berupa letak geografis yang berada di sekitar katulistiwa adalah tempat yang paling ideal untuk perkebunan tebu karena tebu merupakan tanaman yang paling efektif dalah mengubah energi matahari menjadi karbohidrat (gula). Seharusnya menjadi hal yang aneh/abnormal bila kemudian &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; menjadi importer gula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Industri gula merupakan industri yang sudah matang, dari semua sisi. Industri ini sudah ada sejak jaman Belanda. Kondisi ini justru yang selama ini tidak diperhatikan, oleh pemerintah, dunia pendidikan, maupun orang-orang dari industri gula. Kondisi pabrik gula yang pada umumnya sudah tua dibiarkan terus berjalan dengan tidak efektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Gula sebagai salah satu bahan pangan seharusnya terdiri dari bangunan dan peralatan pabrik yang tergolong “food grade”, dimana kondisi pabrik harus bersih, peralatan-peralatannya layak di sebut “food grade”, orang-orang yang bekerjapun juga dalam kondisi bersih. Kondisi yang terjadi dilapangan sungguh sangat berbeda. Lantai, dinding, atap, dan secera keseluruhan kondisi pabrik gula sangat tidak terawat, lantai nya becek, hampir semua peralatnya berkarat, dan banyak sekali sampah-sampah pabrik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Minimnya perawatan pabrik gula ini sebenarnya tidak lepas dari kebijakan pemerintah. Gula sebagai bahan pangan tidak boleh mahal harganya, karena itu industri gula tidak mempunyai keutungan yang cukup untuk merawat peralatannya dengan baik, perkebunan tebu tidak mempunyai cukup uang untuk memupuk dan menjaga kualitas tebu dengan baik. Dan akhirnya dengan kondisi yang sudah terlanjur seperti ini pemerintah baru mengeluarkan program “revitalisasi pabrik gula”, setelah kondisinya menjadi sedemikian buruk. Ibarat orang yang sakit, sekarang pabrik gula ini sudah sekarat baru mau di obati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Pengobatan” industri gula ini harusnya dilakukan tidak hanya terhadap pabrik dan perkebunan tebu saja, tetapi juga pada dunia pendidikannya, pada nilai keekonomian industri gulanya, dll. Sekarang ini sepertinya sudah tidak banyak lagi ahli-ahli gula, terlihat dari sulitnya mencari buku-buku yang membahas tentang teknologi gula. Di jurusan teknik kimia pun yang dulu dilahirkan dari industri gula, sekarang sudah tidak lagi ada mata kuliah mengenai teknologi gula, para insinyurnya pun tidak banyak yang terjun di industri maupun teknologi gula. Mungkin memang karena nilai ekonomi industri gula ini tidaklah besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Walaupun terlambat, semoga masih ada waktu untuk industri ini dalam memperbaiki diri. &lt;/span&gt;Masih lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8530791166837166361?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8530791166837166361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8530791166837166361' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8530791166837166361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8530791166837166361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/04/apa-kabar-industri-gula.html' title='Apa Kabar Industri Gula..'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-3058073378314393342</id><published>2010-04-01T06:18:00.002+07:00</published><updated>2010-04-01T06:24:57.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Belajar Project Management : Rule of Thumb Project Management</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cprawito%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0mm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:43410038; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-2092681500 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} ol 	{margin-bottom:0mm;} ul 	{margin-bottom:0mm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam menangani suatu proyek, ada beberapa rule of thumb yang harus di pahami oleh project manager. Ramroth dalam bukunya mengatakan setidaknya ada 14 rule of thumb dalam project management, diantaranya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jangan      coba-coba. Proyek tentu saja mempunyai batasan waktu dan dana, oleh karena      itu tidak diperbolehkan adanya “invention”, kecuali memang proyek riset.      Setiap penggunaan teknologi atau metode yang baru selalu ada resiko      tambahan untuk itu perlu disisipkan factor resiko tersebut kedalam bugdet.      Oleh karena itu, selalu gunakan metode atau teknologi yang sudah proven.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10 %      progress terakhir menghabiskan 20% budget. Ini yang biasanya tidak banyak      diperhitungkan oleh project manager, bahwa di akhir project, beban      pengeluaran biasanya akan membengkak karena biasanya di akhir poyek inilah      banyak dilakukan repair-repair di beberapa equipment, bahkan terkadang      juga dilakukan beberapa modifikasi untuk memastikan garansi proyek sesuai      dengan kontrak awal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika      schedule yang dibuat meleset maka proyek akan over budget. Hal ini tentu      dapat dipahami oleh setiap project manager, menjaga schedule tetap on      track adalah sangat penting. Bahkan dengan schedule yang realistispun      schedule masih bisa meleset, diantaranya adalah karena: (1. Informasi       antar disiplin tidak tersampaikan dengan baik, dalam hal ini komunikasi       interen sangat penting. 2. Pengalaman       dalam proyek yang sama sebelumnya juga banyak menentukan dalam kelancaran       proyek. 3. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Proses       approval yang lama dari owner&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desainer      tidak pernah berhenti untuk mendesain. Dalam EPC contract, menentukan      desain engineering yang fix adalah kunci untuk menjaga schedule tetap pada      jalurnya. Selalu ad aide-ide baru yang terlihat lebih baik sehingga jika      dibiarkan terus maka tahap engineering tidak akan selesai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hanya      project manager yang boleh berbicara kepada owner. Atau single line      communication, untuk menghindari keruwetan jika semua disiplin boleh      langsung berkominukasi dengan owner tanpa sepengetahuan project manager.      Jika seorang engineer berbicara mengenai scope of work dengan owner tanpa      sepengetahuan project manager, maka budget dan schedule yang telah disusun      bisa jadi berantakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal-hal diatas setidaknya yang perlu diwaspadai baik oleh engineer maupun project manager dalam proyek EPC. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-3058073378314393342?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/3058073378314393342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=3058073378314393342' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3058073378314393342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3058073378314393342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/04/belajar-project-management-rule-of.html' title='Belajar Project Management : Rule of Thumb Project Management'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-2901585909533308637</id><published>2010-03-29T19:42:00.000+07:00</published><updated>2010-03-29T19:47:26.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Hanya ada di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cprawito%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: trebuchet ms;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: trebuchet ms;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: trebuchet ms;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0mm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1870870959; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-908826468 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0mm;} ul 	{margin-bottom:0mm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di salah satu acara TV , ada program dengan nama “hanya ada di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;”. Hanya ada di Indonesia ini bukanlah berarti Indonesia mempunyai sesuatu yang harus dibanggakan, tetapi sindiran kepada Indonesia tentang hal-hal unik yang kadang tidak masuk akal sehat, salah satunya misalnya pasar di tepian rel kereta api, dimana ketika kereta sedang melintas maka para pedangang maupun pembelinya harus cepat-cepat menepi kalau tidak mau dilindas kereta api, ada juga tayangan mengenai kondisi perlintasan kereta api yang padat namun tidak dijaga. Hal-hal yang menunjukkan minimnya nilai pendidikan di sebagian &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Itu hanya sebagian kecil dari kondisi ironis yang ada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Hal-hal yang besar sekalipun banyak sekali yang berlawanan dengan yang seharusnya, misalnya:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; adalah Negara dengan wilayah      pantai terpanjang didunia, tetapi garam saja kita harus impor dari luar      negeri, padahal garam ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;      di produksinya di sepanjang pantai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Negara      dengan lokasi di sekitar katulistiwa tetapi menjadi salah satu pengimpor      gula terbesar dunia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengaku      sebagai Negara agraris tetapi masih juga belum bisa memenuhi kebutuhan      pangan sendiri (pangan berarti makanan dan minuman, termasuk susu, daging,      kedelei, dll)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mempunyai      sumber energi yang sangat besar tetapi kekurangan listrik dalam jumlah      besar (terletak di daerah katulistiwa berarti mendapatkan paling banyak      energi matahari disbanding Negara lain, terletak di cincin pegunungan api      berarti mempunyai energi panas bumi yang besar, minyak bumi, gas alam,      batubara, semuanya tersedia).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menjadi      salah satu Negara eksportir gas terbesar tetapi banyak pabrik pupuk yang      tidak beroperasi karena kekurangan gas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengaku      sebagai Negara maritim tetapi tidak punya angkatan laut yang kuat untuk      sekedar menjaga kelautan dari serbuan nelayan asing (apalagi perompak).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sektor-sektor      pekerjaan yang fundamental seperti petani dan nelayan justru merupakan      pekerjaan yang dianggap kotor dan tidak menghasilkan kehidupan yang layak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Negara      dengan kekayaan alam (emas, timah, bauksit, tembaga, batubara, dll) yang      melimpah tetapi miskin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku kira masih banyak sekali hal-hal seperti ini, yang membuat kita hanya bertanya mengapa tanpa berusaha bengkit untuk memperbaiki keadaan. Mungkin juga hal-hal di atas terjadi karena kita hanya bertanya mengapa tetapi tidak segera berusaha mencari penyelesaiannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-2901585909533308637?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/2901585909533308637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=2901585909533308637' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2901585909533308637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2901585909533308637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/03/hanya-ada-di-indonesia.html' title='Hanya ada di Indonesia'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-7069810943409751095</id><published>2010-03-28T20:43:00.001+07:00</published><updated>2010-03-29T19:41:54.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Karena SBY Tidak Pernah Macet</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Seorang pemimpin yang baik harusnya mampu merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya. Jika kondisi rakyatnya senang maka pemimpinnya senang, begitu juga sebaliknya. Memang idealnya seperti itu, tapi kondisi yang terjadi bukanlah seperti itu, bahkan mendekatipun tidak. Ambil salah satu contoh yang sederhana, di jalan masuk Cikeas dulu ada sebuah lubang yang cukup dalam sehingga menjadikan kurang nyaman untuk pengguna jalan, tapi itu tidak berlangsung lama karena beberapa hari kemudian sudah langsung di tambal. Berbeda sekali dengan kondisi jalan (masih disekitar situ) yang tidak dilewati SBY, jalan yang sudah rusak dibiarkan saja makin parah, bahkan kalau lewat jalan itu bisa dikategorikan olahraga offroad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga terjadi ketika SBY dalam perjalanan. Dalam kondisi jalan yang sepadat apapun, SBY tidak pernah merasakan macet. Puluhan bahkan ratusa polisi dan serdadu bersenjata lengkap berdiri di sepanjang jalan menuju Cikeas. Kendaraan-kendaraan yang searah dipaksa menepi, kendaraan-kendaraan yang berlawanan arah diberhentikan hingga menimbulkan kemacetan yang panjang. Hanya demi kenyamaan seorang, kenyamanan ratusan orang terpaksa dikorbankan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ganjil lain dituliskan oleh detik.com, tentang rencana tinjauan SBY ke kolam lumpur Lapindo. Sebelum kunjungan ke lokasi, tanggul kolam yang biasanya hanya berupa tanah langsung di paving rapid an beratap, sehingga menjamin kenyamanan SBY yang akan berkunjung. Ya bagaimana bisa merasakan kepedihan para korban lumpur kalau melihatnya dari “istana”, bukannya terjun langsung dengan kondisi yang actual. Jangan-jangan kalau SBY mau berkunjung di desa miskin (entah apakah ada kegiatan semacam ini), maka rumah-rumah yang jelek langsung ditutup dengan seng tinggi agar tidak terlihat (mirip seperti di Bandung pada saat KAA lalu). Sehingga yang SBY tau adalah rakyatnya sudah makmur, tidak ada lagi rakyat miskin, dan mulailah menganggap bahwa program ekonominya telah berhasil mengentaskan kemiskinan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harusnya orang yang mampu melindungi rakyatnya, bukan malah berlindung dibalik rakyat. Jika kondisi perang, pemimpin harusnya orang yang berada di barisan paling depan, sehingga jika ada tembakan dia adalah orang yang pertama kali tertembak, mati demi melindungi rakyat. Namun, disini yang terjadi adalah kebalikannya, pemimpin adalah orang yang paling makmur, dengan fasilitas yang serba mewah. Kemana-mana dengan mobil yang mewah walaupun rakyatnya menderita. Rakyat kecil diwajibkan untuk membayar pajak, sementara para pemimpinnya sibuk menghabiskan uang pajak. Yang menjadi fasilitas lah, yang dikorupsi lah..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti itu bukan terjadi pada pemimpin yang tidak “disukai” rakyat. SBY menang mutlak dengan 60% lebih suara, atau mungkin justru karena itu maka SBY merasa seperti raja. Aku merasa kasihan pada 60% lebih rakyat yang memilihnya dan  merasa bersyukur karena dalam pemilu lalu aku tidak pernah memilih SBY.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-7069810943409751095?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/7069810943409751095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=7069810943409751095' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7069810943409751095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7069810943409751095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/03/karena-sby-tidak-pernah-macet.html' title='Karena SBY Tidak Pernah Macet'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-4161724864716193973</id><published>2010-03-19T15:00:00.006+07:00</published><updated>2010-03-29T19:47:53.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Sinar Mas si Perusak Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cprawito%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0mm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1836995305; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:318938684 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0mm;} ul 	{margin-bottom:0mm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sinar Mas (SM) merupakan salah satu penghasil CPO yang cukup besar di Indonesia, sekitar 10% produksi CPO di Indonesia dihasilkan oleh perusahaan ini. Hingga saat ini mereka masih terus mengembangkan areal perkebunannya di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya adalah di daerah hutan lebat di &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam laporan &lt;a href="http://www.greenpeace.org/raw/content/seasia/id/press/reports/kegiatan-ilegal-perusakan-huta.pdf"&gt;Greenpeace&lt;/a&gt;, disebutkan bahwa SM terlibat dalam:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembukaan      lahan tanpa analisis dampak lingkungan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembukaan      lahan tanpa izin pemanfaatan kayu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembukaan      lahan gambut yang dalam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tindakan-tindakan Sinar Mas ini telah melanggar hukum di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; serta prinsip dan criteria Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), padahal SM sendiri juga merupakan salah satu anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akibatnya, perusahaan seperti &lt;a href="http://www.detikfinance.com/read/2010/03/12/165033/1317326/4/unilever-tetap-komit-beli-cpo-dari-indonesia"&gt;Unilever&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.detikfinance.com/read/2010/03/18/125015/1320301/4/didemo-greenpeace-nestle-putus-kontrak-cpo-dari-sinar-mas"&gt;Nestle&lt;/a&gt; telah berkomitmen untuk memutuskan kontrak dengan Sinar Mas dan hanya membeli CPO yang bersertifikat tidak diproduksi dari hasil merusak hutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain itu Greenpeace juga melaporkan bahwa SM telah merusak hutan lewat pabrik kertasnya, dimana pulp (serat kertas)-nya dihasilkan dengan membabat hutan Riau melalu salah satu group SM, yaitu Asian Pulp and Paper (APP).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Patut disayangkan bahwa kegiatan merusak hutan semacam ini seperti dibiarkan saja oleh pemerintah. Bahkan terkesan melindungi para perusak hutan seperti SM tersebut sehingga SM dapat dengan bebas merusak hutan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Diperlukan nyali pemerintah yang lebih besar dari SBY untuk bisa mengatasi perusakan hutan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Acungan jempol patut diacungkan untuk perusahaan-perusaan yang mempunyai komitmen untuk menjaga kelestarian alam. Namun, sebagai masyarakat umum perlu juga peduli dengan hal-hal seperti ini salah satu caranya adalah dengan memboikot produk-produk yang dibuat dengan merusak hutan. Kalau perlu, seharusnya badan-badan seperti MUI juga harus memfatwa haram untuk barang-barang yang diproduksi dengan merusak hutan karena membahayakan kehidupan masa depan manusia. Mulai saat ini, sayapun akan melihat dulu produsen barang-barang yang akan saya beli, kalau itu ada hubungannya dengan perusakan hutan, tentu saya akan memilih produk lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-4161724864716193973?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/4161724864716193973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=4161724864716193973' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4161724864716193973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4161724864716193973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/03/sinar-mas-si-perusak-hutan.html' title='Sinar Mas si Perusak Hutan'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-7901148109716130080</id><published>2010-03-19T13:38:00.003+07:00</published><updated>2010-03-29T19:52:34.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Mengapa Batubara, bukankah kita punya matahari?</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masterplan pengelolaan energi nasional Indonesia masih mengandalkan sumber bahan bakar “kotor” hingga tahun 2025, salah satunya adalah batubara. Batubara, selain merupakan sumber yang tak dapat diperbarui juga merupakan sumber energi yang menghasilkan banyak limbah. Diolah dengan teknologi apapun yang, batubara yang pada dasarnya adalah karbon pasti akan menghasilkan karbon dioksida, salah satu gas rumah kaca terbesar, pada akhirnya. Teknologi-teknologi yang ada seperti gasifikasi batubara, liquefaksi (pencairan) batubara menjadi BBM hanyalah memaksimalkan proses pembakaran. Hasil akhirnya, tetaplah berupa CO2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indonesia secara posisi sudah sangat strategis, berada di jalur katulistiwa memastikan bahwa Indonesia merupakan Negara dengan intensitas matahari yang tinggi. Hampir sepanjang tahun, sinar matahari dapat dinikmati. Anugrah ini sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi yang tidak pernah habis, tapi justru tidak dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Total energi matahari yang diterima bumi adalah 3.850.000 EJ (Exa Joule = 10 e 18 Joule) per tahun. Sedangkan total energi primer yang digunakan oleh manusia hanya 487 EJ (sekitar 1 per 10000 dari total energi matahari yang diterima bumi). Ini berarti, seluruh energi yang dibutuhkan manusia dapat dicukupi oleh energi matahari dengan mengkonversinya menjadi tenaga listrik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat ini hanya sedikit sekali pembangkit listrik tenaga matahari yang telah beropeasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salah satu kesulitan yang ada adalah masih cukup rendahnya effisiensi dan perlunya penyimpan energi dalah jumlah besar karena listrik tenaga matahari hanya bisa diproduksi pada siang hari, sementara sebagian besar penggunaannya dimalam hari. Selain itu perlu dipikirkan jika sedang musim penghujan atau musim dingin. namun melihat potensinya yang sangat besar, untuk menjaga atmosfer bumi tetap bersih, dan menghindari kerusakan alam yang lebih besar maka pengembangan energi matahari ini sebagai sumber energi utama sangat layak untuk dilakukan, jangan sampai menunggu matahari kehilangan sinarnya baru kita berfikir untuk menggunakan energinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-7901148109716130080?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/7901148109716130080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=7901148109716130080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7901148109716130080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7901148109716130080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/03/mengapa-batubara-bukankah-kita-punya.html' title='Mengapa Batubara, bukankah kita punya matahari?'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8554871410665510669</id><published>2010-01-08T08:09:00.000+07:00</published><updated>2010-01-14T11:51:07.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bisnis Internet, Bisnis MLM, Halalkah?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTHEPRA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0mm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Banyak sekali website-website yang menjajikan bisnis yang menarik melalui internet. Bisnis ini bukan jualan barang lewat internet, tapi hanya sekedar online dan kemudian kita mendapatkan sejumlah uang. So, apa kerjaannya? Ya hanya online dan membuka halaman-halaman web tertentu selama beberapa saat dan kemudian kita dapat uang. Jadi kita semacam orang yang disuruh untuk melihat iklan dan dibayar. Selain itu, jika kita bisa mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama, maka uang yang mengalir ke kantong kita akan semakin deras. Pekerjaan yang aneh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Menurutku, definisi kerja adalah menghasilkan sesuatu, bisa barang ataupun jasa, tapi yang jelas harus manghasilkan sesuatu. Nah kalau kasusnya seperti hal diatas, apa yang kita hasilkan? Wong kita cuman pasif saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sedikit berbeda dengan bisnis MLM (Multi Level Marketing), di sini kita memang melakukan sesuatu (mendistribusikan baranglah contohnya). Sekilas memang terlihat bagus, menggantikan promosi di media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang banyak menghabiskan uang yang nantinya dibebankan kepada konsumen dengan promosi sistem door to door, mouth to mouth. Orang yang diajak bergabung (downline istilah mereka) kemudian mencari downline lain sehingga terciptalah level-level downline berikutnya. Dari setiap downline yang diperoleh maka bonus dibagikan dari keuntungan penjualan barang kepada downline paling bawah (downline paling bawah diwajibkan membeli sejumlah barang sebelum menjadi anggota). Dengan begitu banyaknya level yang tercipta, pertanyaannya adalah berapa porsi harga yang dijadikan bonus untuk level-level diatasnya? Apa iya itu lebih kecil dari biaya promosi? Tidak masuk akal rasanya kalau harga barang yang dijual lewat MLM itu lebih murah daripada dijual lewat promosi. Lha wong bonusnya saja bisa berupa pesawat pribadi, villa mewah, yacht, mobil mewah, dll. Darimana semua itu? Ya dari downline paling bawah. Pertanyaan berikutnya adalah jika semua orang sudah menjadi anggota MLM, maka kemana lagi level yang paling bawah mencari downline?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kedua contoh bisnis diatas begitu marak sekarang ini. Memang dengan pasif saja kita sudah dapat uang, tidak perlu capek-capek banting-tulang tiap hari, tidak perlu macet-macetan dijalan setiap berangkat atau pulang kerja, yang ada setiap hari hanya bersantai menikmati uang pasif tanpa menghasilkan apapun. Setiap hari hanya diisi dengan menghasut orang lain untuk ikut bergabung. Sebenarnya apa sih yang dicari? Uang? Fine, kalau uang yang dicari, dapatlah. Tapi, ini tidak akan jadi apa-apa. Coba bayangkan kalau lebih banyak orang yang pasif daripada yang aktif? Apa jadinya bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mungkin saja MUI sekalipun memberikan label halal untuk bisnis-bisnis semacam itu, tapi jika aku diajak untuk bergabung, maka dengan tegas aku jawab “tidak”, uang pasif seperti ini bagiku bukanlah sesuatu yang halal. Jauh lebih mulia menjadi petani dengan cangkul ditangan dibawah teriknya matahari dan menghasilkan sesuap nasi daripada menjadi pasif dengan berdasi dan bermobil mewah tapi tidak menghasilkan apapun. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8554871410665510669?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8554871410665510669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8554871410665510669' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8554871410665510669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8554871410665510669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2010/01/bisnis-internet-bisnis-mlm-halalkah.html' title='Bisnis Internet, Bisnis MLM, Halalkah?'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-238822038392312435</id><published>2009-11-24T11:09:00.000+07:00</published><updated>2010-01-14T11:49:15.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Beans</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Beans, sebuah buku ditulis Leslie A. Yerkes dan Cherles Decker ini berisi tentang cerita warung kopi El Espresso yang sukses manjadi warung kopi terbaik dengan menjaga warungnya tetap kecil. Mengambil pelajaran dari warung kopi tersebut, sang penulis mengungkapkan ada 4 P yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha agar bisnisnya sukses, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Passion. Setiap usaha atau pekerjaan yang tidak dilakukan dengan sunguh-sunguh maka tidak akan menghasilkan apapun. Itu salah satu alasan mengapa passion ini sangat penting. Pekerjaan yang dilakukan dengan ‘hati’ tentu akan lebih bernilai daripada pekerjaan yang dilakukan sekenanya karena kita tidak mencintai pekerjaan tersebut. Do what you love and you won’t work another day in your love.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;People. Espresso merekrut orang-orang terbaik dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk melalukan apa yang mereka inginkan. Setiap karyawan espresso adalah orang-orang yang mampu berfikir untuk melakukan yang terbaik karena mereka didukung. Espresso tidak pernah menghitung detail setiap hari berapa kopi yang berkurang karena curiga ada pegawainya yang meminum kopinya, tapi dengan memberikan visi dan misinya kepada setiap pegawainya untuk mencapai target tertentu. Dengan begitu setiap pegawai akan terpacu untuk mendapatkan target dengan caranya sendiri. Assume the positive – trust yourself and extend trust to others.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Personal. Bahwa setiap orang ingin dihargai adalah benar, dan prinsip inilah yang diterapkan di espresso. Setiap orang, baik itu pegawai ataupun customer diperlakukan secara pribadi. Jadi setiap orang yang menikmati kopi di espresso diperlakukan seperti layaknya teman sendiri, dengan begitu customer tersebut dengan sendirinya akan menjadi customer tetap. Make it an experience – threat everyone as unique and valued.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Product. Harga yang diberikan harus sesuai dengan kualitasnya. Orang tidak akan membeli kopi yang tidak enak dan pelayanan yang tidak nyaman dengan harga yang mahal. Find little ways to differentiate and delight.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Itu beberapa prinsip yang diterapkan espresso, back to work and enjoy your coffee..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-238822038392312435?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/238822038392312435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=238822038392312435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/238822038392312435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/238822038392312435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2009/11/beans.html' title='Beans'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8993085737421500435</id><published>2009-11-09T13:58:00.000+07:00</published><updated>2010-01-14T11:49:52.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Antri Donk...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTHEPRA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0mm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;‘Antri’ mungkin menjadi salah satu kata yang mudah untuk diucapkan tetapi sulit sekali untuk diterapkan. Budaya antri sepertinya memang belum menjadi budaya kita, mungkin baru bebek saja yang sudah menerapkan budaya antri. Ambil contoh ketika di tol, sudah jelas-jelas rambu-rambu dan bahkan peringatan mengatakan bahwa bahu jalan hanya digunakan untuk berhenti darurat dan dilarang digunakan sebagai jalan reguler, namun tetap saja banyak kendaraan yang melintasinya tanpa merasa bersalah dengan alasan kemacetan. Sebenarnya siapa yang membuat macet jalan tol? Ya mereka yang melewati bahu jalan itu sebenernya. Karena ketika ada kendaraan yang berhenti darurat di bahu jalan maka otomatis kendaraan lain yang lewat dibahu jalan akan mendesak kendaraan yang berada dijalur yang benar sehingga terjadi kemacetan. Nah sialnya lagi, arus kendaraan yang dibelakang (di jalur yang benar) menjadi tersendat dan begitu melihat bahu jalan kosong, segeralah ia memutar kemudi melewati bahu jalan. Efek ini akan terus berulang dan macetpun tak dapat dihindari. Kendaraan yang berhenti di bahu jalan sebenarnya tidak salah, karena memang bahu jalan itu untuk berhenti darurat, yang salah adalah orang yang menggunakan bahu jalan lah yang salah. Yang jadi korban, ya yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salah satu faktor penyebab budaya ini belum ‘masuk’ di Indonesia (baca : Jakarta) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah tingkat pendidikannya (pendidikan tidak selalu sama dengan sekolah, belum tentu orang yang sudah tamat S3 berpendidikan yang baik). Di Indonesia ini kan lebih banyak orang yang menggunakan ego daripada otak. Kalau dalam lelucon dibilang otak orang Indonesia ini masih fresh, belum banyak digunakan, ya memang begitu adanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Budaya menghargai orang lain juga masih kurang. Jadi kalau orang lain jadi susah karena ulah kita, ya biarin aja, emang gue pikirin...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Disamping itu memang benar bahwa pemerataan pembangunan masih belum dilakukan, akibatnya penduduk Indonesia sebagian besar ada di Jakarta, konsumsi sumberdaya alam termasuk juga penghasil limbah di Indonesia sebagian besar juga di Jakarta. Dengan melihat kondisi yang sedemikian parahnya, aneh jika pemda masih juga mengijinkan pembangunan gedung-gedung tinggi di Jakarta. Gedung-gedung ini kan tentunya untuk perkantoran, dan perkantoran kan selalu ada karyawannya, dan ini kan berarti penambahan jumlah manusia. Lha wong ngurusin manusia yang sekarang saja sudah ga bisa kok mau nambah lagi, ya kalau ga bisa ngurangin ya jangan nambah urusan....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8993085737421500435?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8993085737421500435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8993085737421500435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8993085737421500435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8993085737421500435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2009/11/antri-donk.html' title='Antri Donk...'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-5710404816628434574</id><published>2009-10-20T10:03:00.000+07:00</published><updated>2010-01-14T11:49:52.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bom Waktu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Kita semua tahu bahwa waktu tidak bisa dihentikan atau dipercepat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; semuanya berjalan konstan, dan semua yang sudah terjadi tidak dapat di putar balik lagi. Dari sini kita harusnya sadar bahwa waktu harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin kalau tidak mau ketinggalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Sebagai pekerja kantoran dengan rutinitas tiap hari yang bisa dikatakan tidak banyak berubah dan ditambah lagi dengan jarak antara rumah dan kantor yang lumayan jauh, aku harus bisa membagi waktu dengan sebaik mungkin. Setelah di hitung-hitung ternyata aku mendapatkan sebagian besar waktu ku ada di rumah, yaitu sekitar 11.5 jam, yang sebagian besar kugunakan untuk tidur selama 7-8 jam, sisannya untuk bersantai, persiapan ke kantor, dll. Berikutnya adalah waktu di kantor yang sekitar 9 jam dan sisanya diperjalanan sekitar 3.5 jam dari senin sampai jumat. Jadi kalau dilihat, sebenarnya waktu efektif yang paling banyak adalah di kantor. Kalau dibuat grafiknya, waktuku seperti ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/St0q_e0N8XI/AAAAAAAAADc/Sq2U-QkxEUU/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/St0q_e0N8XI/AAAAAAAAADc/Sq2U-QkxEUU/s400/untitled.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394515198751928690" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 400px; height: 246px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Dari 47% waktu yang kuhabisin dirumah, 65% nya kugunakan untuk tidur, sisanya untuk bersantai dan persiapan ke kantor. Sehingga grafik pemakaian waktuku seperti ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/St0rstjcDjI/AAAAAAAAADk/QMjiaMjMGM8/s1600-h/untitled1.JPG"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/St0rstjcDjI/AAAAAAAAADk/QMjiaMjMGM8/s400/untitled1.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394515975802195506" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 400px; height: 247px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Sementara itu, dari 9 jam waktuku di kantor, 4.5 jam (50%) aku gunakan untuk kerja (sedapat mungkin serius), 2 jam untuk mengerjakan proyek pribadi, 1.5 jam untuk makan siang + sarapan, dan sisanya untuk surfing di dunia maya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/St0sJU9-tPI/AAAAAAAAADs/izGdaYsrRL0/s1600-h/untitled3.JPG"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/St0sJU9-tPI/AAAAAAAAADs/izGdaYsrRL0/s400/untitled3.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394516467418838258" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 400px; height: 249px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Sebenarnya kalau dihitung-hitung tidak full 8 jam kita kerja dalam sehari (aku berani bertaruh sebagian besar karyawan juga demikian), tapi memang ini bisa fleksibel, jadi kalau pekerjaan lagi peak, tentu saja waktu kerja efektif akan lebih dari 4.5 jam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ini hanya terjadi untuk hari kerja saja, sabtu-minggu tentu saja akan berbeda, lebih banyak digunakan untuk jalan-jalan, mengutak-atik rumah atau mobil, dan bersantai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ada satu hal lagi yang masih kurang, waktu untuk olah raga, ini seharusnya penting karena kebanyakan orang kantoran hanya duduk statis di depan komputer di sepanjang waktunya di kantor. Untuk yang satu ini aku memanfaatkan jalan kaki sebagai olah raga alternatif. Misalnya, pada saat harus berpindah tempat dari ruang kerja di lantai 3 ke kantin di lantai ground, sebisa mungkin tidak menggunakan lift. Naik tangga 3 lantai sebanyak 3-4 kali sehari mungkin sudah dapat menggantikan olah raga. Begitu pentingnya waktu sehingga harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin atau kita akan menghadapai BOM WAKTU...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-5710404816628434574?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/5710404816628434574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=5710404816628434574' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/5710404816628434574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/5710404816628434574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2009/10/bom-waktu.html' title='Bom Waktu'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/St0q_e0N8XI/AAAAAAAAADc/Sq2U-QkxEUU/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-9187100840590172593</id><published>2009-10-14T14:38:00.000+07:00</published><updated>2010-01-14T11:49:15.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>CDM, dari Negara Maju untuk Negara Maju</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kondisi atmosfer yang makin rapuh melahirkan kesadaran-kesadaran untuk mengurangi emisi (green house gas) yang mencemari bumi. Kebanyakan penghasil emisi ini adalah negara-negara maju (atau sering disebut negara Annex 1) yang banyak mengkonsumsi bahan bakar / energy. Maka negara-negara maju didesak untuk mengurangi emisi penyebab peningkatan suhu bumi. Emisi yang sebagian besar terdiri dari karbon dioksida ini di sebabkan oleh proses industri, pembangkit listrik, transportasi, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Menurunakan emisi bagi negara maju berarti penghentian pembangunan dan itu dapat berujung pada kemunduran. Oleh karena itu, mereka (negara maju) mengusulkan perdagangan karbon (emisi dalam satuan karbon dioksida ekivalen). Dengan sistem ini, agar tetap dapat melanjutkan pembangunan, negara maju akan membeli pengurangan emisi yang dilakukan oleh negara berkembang. Sistem ini mirip dengan kuota emisi yang ada di atmosfer, dimana negara maju sudah tidak diperbolehkan mengeluarkan emisi lagi, untuk menambah kuota maka negara maju harus membeli dari negara berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pertanyaan yang muncul adalah apakah sistem ini efektif untuk mengurangi atau menjaga emisi di atmosfer untuk tidak meningkat? Negara maju tetap terus menambah emisi melalui kuota yang telah dibeli, sedangkan negara berkembang tidak dibatasi tingkat kenaikan emisinya. Di satu sisi terjadi pengurangan emisi di negara berkembang akibat pembangunan proyek-proyek CDM, tapi disisi lain konsumsi energi terus meningkat yang berarti peningkatan emisi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dari segi ekonomi, dengan membeli kuota, negara berkembang seharusnya mendapatkan uang untuk memperbaiki taraf hidup rakyatnya. Tetapi yang terjadi tidak sepenuhnya demikian. Ambil salah satu kasus di PT. X yang ingin memanfaatkan limbahnya untuk menjadi sesuatu. Limbah yang tadinya hanya dibiarkan saja dan mengemisikan gas metan dalam jumlah tertentu sekarang tidak lagi mengeluarkan emisi. Dari situ kemudian dihitung berapa karbon dioksida ekivalen yang dapat dikurangi. Itulah yang nanti dijual ke negara maju. Pada kenyataannya, PT. X harus berpartner dengan perusahaan asing (negara maju) karena keterbatasan dana dan koneksi CDM. Perusahaan asing inilah yang nantinya akan berhubungan dengan pihak dari negara maju untuk mendapatkan CDM. Uang dari CDM yang diperoleh kemudian di bagi berdua, dan seringkali porsi untuk perusahaan asingnya lebih besar, hingga 90% atau mungkin lebih, dan sisanya untuk PT.X.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ada 2 hal yang bisa diambil disini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top:0mm" start="1" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo1;      tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;untuk      menjaga emisi bumi tetap rendah (mengurangi emisi), tidak bisa dengan      sistem CDM. Negara maju harus berusaha sendiri untuk mengurangi emisinya      dan negara berkembang harus menjaga hutannya. Pengurangan emisi hanya bisa      dilakukan dengan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;ol style="margin-top:0mm" start="1" type="a"&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level2 lfo1;       tab-stops:list 72.0pt"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;mengurangi       emisi dari sumbernya, atau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level2 lfo1;       tab-stops:list 72.0pt"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;memperbanyak       tempat untuk menampung/mengurangi emisi (baca : hutan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;/ol&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo1;      tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sistem      kapitalis (baca:neoliberalis) memunculkan yang kaya semakin kaya, yang      miskin semakin miskin.Tidak akan bisa terjadi keseimbangan atau      kemerataan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Namun begitu ada beberapa hal juga yang yang patut menjadi perhatian karena sedikit banyak CDM ini menggerakkan proyek-proyek ramah lingkungan yang sebelumnya tidak visible untuk dijalankan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-9187100840590172593?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/9187100840590172593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=9187100840590172593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/9187100840590172593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/9187100840590172593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2009/10/cdm-dari-negara-maju-untuk-negara-maju.html' title='CDM, dari Negara Maju untuk Negara Maju'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-7151646757978018624</id><published>2009-02-10T11:49:00.000+07:00</published><updated>2010-01-14T11:49:34.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Reaktor Biodiesel Skala Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pembuatan biodiesel skala rumah tangga (untuk pemakaian sendiri) sangat banyak dilakukan oleh masyarakat biodiesel di luar-luar negeri. Peralatan yang diperlukan sebenarnya sangat sederhana dan mudah di temui di sekitar kita. Berikut ini contoh penggunaan barang-barang bekas untuk membuat biodisel skala 100 liter per batch (bahan-bahan yang digunakan dapat dilihat pada postingan sebelumnya).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Untuk mereaksikan minyak nabati dan metanol dapat digunakan sebuah reaktor sederhana yang terbuat dari drum bekas (volume sekitar 150 liter). Sebagai tempat pencampuran katalis dengan metanol digunakan jerigen (volume sekitar 25 liter). Drum dengan jerigen ini dihubungkan dengan pipa atau selang untuk menjaga tekanan di dalam drum dan jerigen sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Campuran ini akan diumpankan kedalam reaktor secara bertahap selama proses reaksi berlangsung atau sekitar 60 menit, untuk itu perlu dipasang valve untuk mengatur flow metanol. Reaktor ini dilengkapi dengan pompa dengan kapasitas minimum 100 liter per menit. Pompa ini selain berfungsi sebagai alat transfer juga sebagai pengaduk. Untuk mendapatkan temperatur reaksi yang optimal, reaktor ini dapat dilengkapi dengan pemanas listrik atau minyak nabati yang akan direaksikan dipanaskan terlebih dahulu dengan menggunakan tungku api atau pemanas matahari hingga 65 oC (temperatur optimum untuk reaksi ini adalah 60 oC).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/SZEHbAx9VDI/AAAAAAAAACc/2MFQie7TIxE/s1600-h/Biodiesel.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 312px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/SZEHbAx9VDI/AAAAAAAAACc/2MFQie7TIxE/s400/Biodiesel.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301026397039186994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah reaksi selesai, produk yang terbentuk (biodisel + gliserin) didiamkan didalam reaktor untuk proses pemisahan. Gliserin dan biodiesel akan memisah dalam waktu 1 jam. Gliserin di drain melalui line drain (2) hingga diperoleh fasa biodiesel (berarti gliserin sudah sebagian besar di drain. Setelah fasa gliserin habis, biodiesel didiamkan lebih lanjut untuk mengendapkan gliserin yang kemungkinan masih belum mengendap dan kemudian dilakukan kembali proses drain gliserin hingga didapatkan biodiesel (fasa gliserin sudah cukup sedikit). Fasa gliserin dan biodiesel dapat dibedakan dengan mudah dari warna dan kekentalannya, gliserin akan cenderung berwarna lebih gelap dan kental sedangkan biodiesel berwarna cerah dan encer. Biodiesel kemudian di keluarkan melalui no (3) untuk disimpan atau digunakan sebagai campuran solar untuk mesin diesel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Biodiesel yang masih tersisa di tangki (sekitar 20 cm) disimpan ditempat lain. Biodiesel ini akan dimasukkan ke reaktor pada proses berikutnya, yaitu pada proses pengendapan setelah reaksi biodisel yang kedua selesai. Fasa gliserin yang diperoleh (sekitar 10% dari volume biodisel yang diperoleh) dapat dibakar untuk proses pemanasan minyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat biodisel:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;metanol merupakan bahan yang mempunyai titik didih rendah (mudah      menguap) sangat mudah terbakar dan beracun, sehingga penanganannya harus      hati-hati. Untuk itu tidak boleh ada kebocoran pada sistem reaktor ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Katalis (KOH atau NaOH) merupakan bahan kimia berbahaya dan      korosif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pembakaran gliserin harus pada temperatur tinggi (api menyala)      karena dapat menimbulkan gas beracun jika dibakar pada temperatur rendah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-7151646757978018624?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/7151646757978018624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=7151646757978018624' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7151646757978018624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7151646757978018624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2009/02/reaktor-biodiesel-skala-rumah-tangga.html' title='Reaktor Biodiesel Skala Rumah Tangga'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/SZEHbAx9VDI/AAAAAAAAACc/2MFQie7TIxE/s72-c/Biodiesel.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-3856342941090696918</id><published>2009-02-10T11:41:00.000+07:00</published><updated>2010-01-14T11:49:52.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Indonesia Dikhianati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebuah buku yang ditulis oleh Elizabeth Collins (bukan orang Indonesia) ini banyak berisi tentang ironi-ironi yang ada di Indonesia, terutama Sumatera Selatan. Sebuah daerah yang kaya dengan hasil bumi dan keanekaragaman hayati yang kemudian dirusak atas nama pembangunan. Aneh juga rasanya, buku seperti ini justru ditulis oleh "orang luar", sepertinya malah merekalah yang lebih peduli tentang kita daripada kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam buku ini dibeberkan bagaimana jutaan hektar hutan dirusak demi pembangunan yang sebenarnya adalah pembangunan segelintir orang dan bukan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Bagaimana tidak, masyarakat yang pada awalnya hidup dari alam sebagai petani, nelayan, dll yang walaupun sederhana tetapi tenang dan nyaman, dan kemudian datang investor asing yang menawarkan konsesi untuk “mengolah” hutan menjadi barang ekonomi. Dari segi ekonomi memang hal ini menguntungkan karena mendatangkan income untuk pemerintah daerah maupun pusat, tapi jelas bahwa sarjana ekonomi tidak pernah belajar tentang keselamatan lingkungan, menghasilkan income dengan resiko kerusakan lingkungan yang sangat parah. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, kedatangan investor atas nama “pembangunan” berarti lonceng kematian karena tanah tempat mereka bergatung dirampas oleh pemerintahnya sendiri untuk diberikan kepada pihak asing. Sering kali terjadi sengketa lahan karena pemerintah tidak pandang bulu dalam memberikan tanah untuk investor asing tersebut, tidak peduli apakah itu tanah adat, perkebunan dan pertanian rakyat, maupun hutan lindung semuanya diberikan kepada pihak asing untuk mengolahnya, rakyat yang menolak tanahnya dirampas akan di cap PKI, pemberontak, subversif dll. Memang benar bahwa pembangunan pabrik-pabrik perusak hutan seperti pabrik pulp dan kertas akan membuka lapangan kerja, namun jelas bahwa lapangan pekerjaan yang dibuka tidaklah mampu menampung semua masyarakat disekitarnya. Justru masyarakat yang dulunya berkecukupan sebagai petani harus beralih menjadi buruh pabrik dengan pendapatan yang seringkali tidak layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dijelaskan juga bagaimana perusahaan-perusahaan pertambangan merusak alam, selain dengan hancurnya lingkungan di sekitar pertambangan juga dengan limbah berbayaha yang kebanyakan tidak mudah untuk diolah (sehingga mereka lebih memilih untuk tidak mengolahnya dan lingkunganlah yang jadi korban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beralih dari situ,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terpikirkan tentang apa yang telah aku lakukan selama ini, aku pun ternyata juga pencemar lingkungan. Bagaimana tidak, sebagai seorang sarjana teknik kimia yang berperan dalam merancang pabrik, aku membiarkan saja ketika pabrik-pabrik yang kami rancang tidak dilengkapi dengan pengolahan limbah yang baik. Pabrik dengan sistem pengolahan limbah yang benar akan memerlukan investasi dan juga biaya operasi yang besar. Prinsip ekonomi kuno mengajarkan tentang bagaimana mendapatkan untung yang sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya. Prinsip inilah yang kemudian banyak dipakai oleh pengusaha-pengusaha yang lebih memilih untuk membangun pabrik yang besar dengan dana yang terbatas sehingga harus mengabaikan lingkunan dibanding dengan membangun pabrik kecil dengan sarana pengolahan limbah yang baik. Dengan mudahnya kita mengorbankan lingkungan hanya untuk keuntungan pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-3856342941090696918?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/3856342941090696918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=3856342941090696918' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3856342941090696918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3856342941090696918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2009/02/indonesia-dikhianati.html' title='Indonesia Dikhianati'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-2637481184177347328</id><published>2009-02-10T11:36:00.000+07:00</published><updated>2010-01-14T11:49:52.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pak Diding</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pak Diding (bukan nama sebenarnya) dikenal sebagai preman dikampungnya. Dia dan anak-anaknya mendirikan usaha konstruksi yang kebanyakan proyeknya didapatkan dari pejabat pemerintah, tentunya dengan segala macam cara. Suatu saat ada investor (anggaplah bernama pak Silas, bukan nama sebenarnya) yang tertarik untuk menanamkan modal di kampungnya, dengan mendirikan pabrik keripik singkong dengan kapasitas yang cukup besar sehingga mampu menampung produksi singkong para petani sekitar yang akhir-akhir ini harganya turun karena terlalu banyaknya petani yang menanam singkong. Pak Diding mulai merayu pak Silas dengan iming-iming bahwa dia mempunyai paguyuban petani singkong dan mampu memasok singkong untuk bahan baku keripik. Kedua pihak akhirnya sepakat untuk bersama-sama membuat pabrik keripik tersebut dengan pak Diding sebagai kontraktor untuk pekerjaan sipil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Secara keseluruhan pembangunan pabrik keripik ini dikoordinasikan oleh PT. Riken yang bertindak sebagai kontraktor utama. Karena perjanjiannya dengan pak Diding, pak Silas memaksa PT. Riken untuk menggunakan jasa pak Diding untuk mengerjakan seluruh pekerjaan sipil seperti membuat jalan, bangunan, saluran drainase, dll. Merasa di atas angin karena didukung oleh pemilik pabrik tanpa melalui proses tender, pak Diding pun lantas dengan seenaknya sendiri menentukan upah pekerjaan, yang harusnya hanya 20 miliar menjadi 50 miliar. Karena harga yang wajar maka PT. Riken bermaksud menenderkan pekerjaan tersebut agar lebih adil. Mendengar hal itu, pak Diding pun berang, jalan menuju ke lokasi proyek di blokir dan dijaga dengan puluhan preman disertai dengan berbagai ancaman yang menjurus ke arah kriminal. Melihat pertikaian ini, pak Silas bukannya meleraikan tapi malah melarang polisi yang bermaksud menjaga keamanan dan keselamatan karyawan proyek karena pak Diding keberatan dengan keberadaan polisi di lokasi proyek. Dari situlah terlihat adanya konspirasi antara pak Diding dan pak Silas untuk “memeras” PT. Riken.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sekarang proyek sudah berakhir dan pabrik keripik juga sudah mulai berproduksi, namun entah karena terlalu banyak dosa dan rasa saling menyalahkan dan mencurigai atau entah karena apa, pabrik ini tidak bisa beroperasi dengan baik. Seolah dikutuk, berbagai masalah selalu datang dan pergi tanpa pernah selesai membuat pabrik ini lebih sering mati dari pada berproduksi, kalaupun berproduksi keripik yang dihasilkan rasanya tidak enak dan tidak bisa dijual.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sementara itu, pak Diding yang mendapatkan keuntungan berlimpah dari hasil pemerasannya mulai mengembangkan pengaruhnya dengan mendaftarkan diri sebagai calon wakil rakyat. Dengan uang yang berlimpah, pak Diding berhasil menyuap salah satu partai besar (anggaplah Partai Kambing Sate, bukan nama sebenarnya) yang cukup disegani karena terkenal dengan anti korupsinya (bahkan partai yang sangat anti korupsi pun bisa disuap, entah mau jadi apa negeri ini). Poster-poster ukuran besar di pasang di hampir setiap pertigaan atau perempatan jalan untuk mendapatkan simpati masyarakat. Saking banyaknya poster yang dipasang, masyarakat yang tidak tau siapa sebenarnya pak Diding, pasti akan memilihnya sebagai wakil rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sangat ironis sekali memang, kita memilih para preman untuk menjadi wakil rakyat yang diharapkan akan berpihak pada rakyat. Maka, jangan heran kalau setelah jadi wakil rakyat nanti, kebijakan-kebijakan atau undang-undang yang diterbitkan hanyalah yang berpihak pada kepentingan masing-masing pribadi. Benar-benar lingkaran setan yang sangat sulit untuk diputus, untuk menjadi wakil rakyat harus punya banyak uang untuk memuluskan jalan maka ketika jadi wakil rakyat, uang rakyat pun dipakai sebagai pengembalian modal yang di setor pada saat pendaftaran dulu. Lagi-lagi rakyatlah yang jadi korban. Kasihan sekali bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-2637481184177347328?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/2637481184177347328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=2637481184177347328' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2637481184177347328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2637481184177347328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2009/02/pak-diding.html' title='Pak Diding'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8533295754618994662</id><published>2009-01-10T12:57:00.000+07:00</published><updated>2009-01-10T12:59:00.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Homemade Biodiesel</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sebagai salah satu alternative bahan bakar pengganti solar, biodiesel sebenarnya dapat dengan mudah dibuat dalam skala rumah tangga untuk digunakan sendiri. Bahan baku yang paling realistis untuk digunakan adalah minyak goreng bekas yang masih memiliki kualitas cukup bagus seperti dari rumah makan cepat saji atau industri makanan. Permasalahan yang sering muncul adalah karena minyak goreng bekas tersebut seringkali masih dipergunakan untuk memasak walaupun dari segi kesehatan tidak diperbolehkan.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia; font-size: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia; font-size: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;Langkah pertama yang dilakukan untuk membuat biodiesel adalah persiapan bahan baku (minyak goreng bekas) yang bertujuan untuk menghilangkan air. Persiapan ini dilakukan dengan memanaskan minyak diatas api hingga lebih dari 100 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;C. Kadar air dalam minyak dapat diketahui dari gelembung-gelembung yang muncul pada saat minyak dipanasi. Jika sudah tidak ada gelembung pada minyak yang dipanasi, maka kadar air dalam minyak kira-kira lebih rendah dari 0.5%, sesuai dengan persyaratan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Selanjutnya adalah mereaksikan minyak dengan methanol dengan katalis KOH selama 2 jam. Reaksi ini dapat berlangsung dengan baik pada suhu 60 oC, namun pada suhu tersebut methanol sudah menguap. Pada skala pabrik, biasanya ditambahkan methanol kondensor untuk mengkondensasikan methanol yang menguap. Untuk skala rumah tangga, pemasangan kondensor akan menyusahkan sehingga reaksi tidak perlu dilakukan pada suhu tinggi, cukup dijaga pada suhu sekitar 40-50 derajat C. pada kondisi ini reaksi berjalan lebih lambat sehingga diperlukan waktu hingga 2 jam (pada suhu 60 derajat C cukup 30 menit).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Produk dari reaksi ini adalah biodiesel dan gliserin yang dapat dipisahkan dengan pengendapan. Glierin akan mengendap dalam waktu 30-60 menit, namun untuk mendapatkan pengendapan yang bagus, hasil reaksi ini dapat didiamkan hingga 1 hari. Setelah 1 hari akan didapatkan cairan jernih di bagian atas (biodiesel) yang dapat langsung dipaka walaupun idealnya biodiesel ini harus dicuci terlebih dahulu dan kemudian dikeringkan. Gliserin dapat dicampurkan dengan serbuk gerjajian, kertas, atau sekam padi untuk dijadikan sebagai bahan bakar tungku (untuk memanaskan minyak seperti pada langkah pertama). Namun perlu diperhatikan, pembakaran gliserin pada suhu rendah bisa menghasilkan acrolein (racun) sehingga nyala api pembakaran harus cukup besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Berikut ini bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat biodiesel beserja jumlah biodiesel yang dihasilkan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; "&gt;Minyak (minyak goreng bekas, minyak jarak pagar, dll) 100 liter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; "&gt;Methanol 20 liter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; "&gt;KOH 0.9 kg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; "&gt;Biodiesel 90-100 liter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; "&gt;Fasa gliserin 10-25 liter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8533295754618994662?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8533295754618994662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8533295754618994662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8533295754618994662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8533295754618994662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2009/01/homemade-biodiesel.html' title='Homemade Biodiesel'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8329179039824112688</id><published>2009-01-09T13:28:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T07:43:45.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Swadhesi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;KOTA GAZA, KAMIS — Jumlah korban tewas akibat ofensif Israel di Jalur Gaza meningkat menjadi 763, Kamis (8/1), setelah serangan-serangan baru. Puluhan mayat ditemukan selama penghentian sesaat pengeboman Israel, kata beberapa petugas medis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Begitu tertulis di harian kompas edisi Jumat ,09 Januari 2009 sebagai bukti kekejaman bangsa yahudi. Setelah menginvasi Palestina sejak 1946, wilayah negara palestina makin sempit dari tahun ke tahun dan akhirnya terpecah menjadi dua wilayah (Gaza dan Tepi Barat) seperti sekarang ini. Palestina bukan hanya kehilangan sebagian besar wilayahnya tetapi juga ribuan (mungkin jutaan) warganya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bangsa yahudi yang pada awalnya adalah pengungsi dari Eropa setelah perang dunia dua akhirnya malah mendeklarasikan tanah pengungsian menjadi sebuah negara, mengusir warga yang sudah terlebih dulu ada. Bukannya berterima kasih atas tanah tumpangan untuk pengungsian, yahudi malah membalasnya dengan mencaplok sebagian besar wilayah dan membunuhi warga palestina. Warga dunia yang paling mengembor-gemborkan tentang demokrasi dan kemerdekaan (amerika serikat) ternyata justru ada dibalik kolonialisasi dan genosida ini. Bagaimana tidak, bantuan amerika yang mengalir ke israel tidak kurang dari 30 miliar dolar selama 10 tahun, seperti yang diungkapkan obama. Negara yang katanya menjujung tinggi nilai kemanusiaan ternyata justru yang tidak manusiawi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bagaimana kita bersikap selanjutnya? karena konfrontasi langsung tentu bukan jalan yang tepat karena musuh mempunyai senjata pemusnah massal yang saat ini paling mutakhir. Jalan yang lebih realistis adalah dengan berjuang/jihat secara ekonomi yaitu dengan boikot. Mengapa saya menyebut ini sebagai jihat juga? karena pada kenyataannya memang tidak mudah untuk tidak membeli produk amerika, diperlukan perjuangan tersendiri untuk melakukannya. Bagaimana tidak, sehari-hari kita tidak bisa lepas dari microsoft windows, KFC, dll. Untuk itu diperlukan tekad yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Berikut ini beberapa hal yang akan saya lakukan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; "&gt;Meng-unistall windows dan semua software asli di laptop dan menggantinya dengan Linux, atau dengan windows/software bajakan, meskipun ini bertentangan dengan himbauan perusahaan tempat saya bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; "&gt;Berhenti makan di KFC, McD, Pizza Hut, CFC, dll yang mengandung amerika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; "&gt;Berhenti membeli barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun, pasta gigi, dll dari produk-produk amerik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; "&gt;Dll, selama masih ada substitusinya. Sejauh ini saya belum menemukan pengganti situs-situs internet seperti google, yahoo, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-size: 11.0pt"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Adalah tokoh India bernama Gandhi yang melalukan perlawanan pada penjajah Inggris pada waktu itu dengan swadesi yang artinya dengan menggunakan produk dalam negeri atau tidak menggunakan (boikot) produk Inggris pada saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8329179039824112688?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8329179039824112688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8329179039824112688' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8329179039824112688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8329179039824112688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2009/01/swadhesi.html' title='Swadhesi'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-6398743140269740387</id><published>2008-12-19T14:17:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T13:27:49.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Serat Jayabaya</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cprawito%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Besuk yen &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;wis&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; ana kreta tanpa jaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Tanah Jawa kalungan wesi.&lt;br /&gt;Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ilang kedhunge..&lt;br /&gt;Pasar ilang kumandhang.&lt;br /&gt;Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;wis&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; cedhak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi saya suwe saya mengkeret.&lt;br /&gt;Sekilan bumi dipajeki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Jaran doyan mangan sambel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Wong wadon nganggo pakeyan lanang.&lt;br /&gt;Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Akeh janji ora ditetepi.&lt;br /&gt;Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.&lt;br /&gt;Manungsa padha seneng nyalah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ora ngendahake hukum Allah.&lt;br /&gt;Barang jahat diangkat-angkat.&lt;br /&gt;Barang suci dibenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.&lt;br /&gt;Lali kamanungsan.&lt;br /&gt;Lali kabecikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lali sanak lali kadang.&lt;br /&gt;Akeh bapa lali anak.&lt;br /&gt;Akeh anak wani nglawan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantang bapa.&lt;br /&gt;Sedulur padha cidra.&lt;br /&gt;Kulawarga padha curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanca dadi mungsuh.&lt;br /&gt;Akeh manungsa lali asale.&lt;br /&gt;Ukuman Ratu ora adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.&lt;br /&gt;Akeh kelakuan sing ganjil.&lt;br /&gt;Wong apik-apik padha kapencil.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.&lt;br /&gt;Luwih utama ngapusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Wegah nyambut gawe.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kepingin urip mewah.&lt;br /&gt;Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Wong bener thenger-thenger.&lt;br /&gt;Wong salah bungah.&lt;br /&gt;Wong apik ditampik-tampik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong jahat munggah pangkat.&lt;br /&gt;Wong agung kasinggung.&lt;br /&gt;Wong ala kapuja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong wadon ilang kawirangane.&lt;br /&gt;Wong lanang ilang kaprawirane.&lt;br /&gt;Akeh wong lanang ora duwe bojo..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh wong wadon ora setya marang bojone.&lt;br /&gt;Akeh ibu padha ngedol anake.&lt;br /&gt;Akeh wong wadon ngedol awake.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh wong ijol bebojo.&lt;br /&gt;Wong wadon nunggang jaran.&lt;br /&gt;Wong lanang linggih plangki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Randha seuang loro.&lt;br /&gt;Prawan seaga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;Dhudha pincang laku sembilan uang.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Akeh wong ngedol ngelmu.&lt;br /&gt;Akeh wong ngaku-aku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Njabane putih njerone dhadhu.&lt;br /&gt;Ngakune suci, nanging sucine palsu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh bujuk akeh lojo.&lt;br /&gt;Akeh udan salah mangsa.&lt;br /&gt;Akeh prawan tuwa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh randha nglairake anak.&lt;br /&gt;Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.&lt;br /&gt;Agama akeh sing nantang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Prikamanungsan saya ilang..&lt;br /&gt;Omah suci dibenci.&lt;br /&gt;Omah ala saya dipuja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong wadon lacur ing ngendi-endi..&lt;br /&gt;Akeh laknat.&lt;br /&gt;Akeh pengkianat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Anak mangan bapak.&lt;br /&gt;Sedulur mangan sedulur..&lt;br /&gt;Kanca dadi mungsuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Guru disatru.&lt;br /&gt;Tangga padha curiga.&lt;br /&gt;Kana-kene saya angkara murka.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Sing weruh kebubuhan.&lt;br /&gt;Sing ora weruh ketutuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Besuk yen ana peperangan.&lt;br /&gt;Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.&lt;br /&gt;Akeh wong becik saya sengsara.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Wong jahat saya seneng.&lt;br /&gt;Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul.&lt;br /&gt;Wong salah dianggep bener.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Pengkhianat nikmat.&lt;br /&gt;Durjana saya sempurna..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong jahat munggah pangkat.&lt;br /&gt;Wong lugu kebelenggu.&lt;br /&gt;Wong mulya dikunjara..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Sing curang garang.&lt;br /&gt;Sing jujur kojur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Pedagang akeh sing keplarang..&lt;br /&gt;Wong main akeh sing ndadi..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh barang haram.&lt;br /&gt;Akeh anak haram.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong wadon nglamar wong lanang.&lt;br /&gt;Wong lanang ngasorake drajate dhewe.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh barang-barang mlebu luang.&lt;br /&gt;Akeh wong kaliren lan wuda.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Wong tuku ngglenik sing dodol.&lt;br /&gt;Sing dodol akal okol.&lt;br /&gt;Wong golek pangan kaya gabah diinteri.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Sing kebat kliwat.&lt;br /&gt;Sing telah sambat.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Sing gedhe kesasar.&lt;br /&gt;Sing cilik kepleset.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Sing anggak ketunggak.&lt;br /&gt;Sing wedi mati.&lt;br /&gt;Sing nekat mbrekat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Sing jerih ketindhih.&lt;br /&gt;Sing ngawur makmur..&lt;br /&gt;Sing ngati-ati ngrintih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Sing ngedan keduman..&lt;br /&gt;Sing waras nggagas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong tani ditaleni..&lt;br /&gt;Wong dora ura-ura.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Ratu ora netepi janji, musna panguwasane.&lt;br /&gt;Bupati dadi rakyat..&lt;br /&gt;Wong cilik dadi priyayi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Sing mendele dadi gedhe.&lt;br /&gt;Sing jujur kojur..&lt;br /&gt;Akeh omah ing ndhuwur jaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong mangan wong.&lt;br /&gt;Anak lali bapak.&lt;br /&gt;Wong tuwa lali tuwane.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Pedagang adol barang saya laris.&lt;br /&gt;Bandhane saya ludhes.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.&lt;br /&gt;Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Sing edan bisa dandan.&lt;br /&gt;Sing bengkong bisa nggalang gedhong.&lt;br /&gt;Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Ana peperangan ing njero.&lt;br /&gt;Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Durjana saya ngambra-ambra.&lt;br /&gt;Penjahat saya tambah.&lt;br /&gt;Wong apik saya sengsara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh wong mati jalaran saka peperangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kebingungan lan kobongan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong bener saya thenger-thenger.&lt;br /&gt;Wong salah saya bungah-bungah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh bandha musna ora karuan lungane.&lt;br /&gt;Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe&lt;br /&gt;Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Bejane sing lali, bejane sing eling.&lt;br /&gt;Nanging sauntung-untunge sing lali.&lt;br /&gt;Isih untung sing waspada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Angkara murka saya ndadi.&lt;br /&gt;Kana-kene saya bingung..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Pedagang akeh alangane.&lt;br /&gt;Akeh buruh nantang juragan.&lt;br /&gt;Juragan dadi umpan..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Sing suwarane seru oleh pengaruh.&lt;br /&gt;Wong pinter diingar-ingar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong ala diuja.&lt;br /&gt;Wong ngerti mangan ati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Bandha dadi memala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Pangkat dadi pemikat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Sing sawenang-wenang rumangsa menang.&lt;br /&gt;Sing ngalah rumangsa kabeh salah.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Ana Bupati saka wong sing asor imane.&lt;br /&gt;Patihe kepala judhi.&lt;br /&gt;Maha menterinya benggol judi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong sing atine suci dibenci.&lt;br /&gt;Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Pemerasan saya ndadra.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Maling lungguh wetenge mblenduk.&lt;br /&gt;Pitik angrem saduwure pikulan.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Maling wani nantang sing duwe omah.&lt;br /&gt;Begal pada ndhugal.&lt;br /&gt;Rampok padha keplok-keplok.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong momong mitenah sing diemong.&lt;br /&gt;Wong jaga nyolong sing dijaga.&lt;br /&gt;Wong njamin njaluk dijamin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh wong mendem donga.&lt;br /&gt;Kana-kene rebutan unggul.&lt;br /&gt;Angkara murka ngombro-ombro.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Agama ditantang.&lt;br /&gt;Akeh wong angkara murka.&lt;br /&gt;Nggedhekake duraka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Ukum agama dilanggar.&lt;br /&gt;Prikamanungsan di-iles-iles.&lt;br /&gt;Kasusilan ditinggal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi..&lt;br /&gt;Wong cilik akeh sing kepencil.&lt;br /&gt;Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit..&lt;br /&gt;Lan duwe prajurit.&lt;br /&gt;Negarane ambane saprawolon.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Tukang mangan suap saya ndadra.&lt;br /&gt;Wong jahat ditampa.&lt;br /&gt;Wong suci dibenci.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Timah dianggep perak.&lt;br /&gt;Emas diarani tembaga.&lt;br /&gt;Dandang dikandakake kuntul.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong dosa sentosa.&lt;br /&gt;Wong cilik disalahake.&lt;br /&gt;Wong nganggur kesungkur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong sregep krungkep.&lt;br /&gt;Wong nyengit kesengit.&lt;br /&gt;Buruh mangluh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong sugih krasa wedi.&lt;br /&gt;Wong wedi dadi priyayi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Senenge wong jahat.&lt;br /&gt;Susahe wong cilik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh wong dakwa dinakwa.&lt;br /&gt;Tindake manungsa saya kuciwa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.&lt;br /&gt;Hore! Hore!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Wong Jawa kari separo.&lt;br /&gt;Landa-Cina kari sejodho.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh wong ijir, akeh wong cethil.&lt;br /&gt;Sing eman ora keduman.&lt;br /&gt;Sing keduman ora eman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; Akeh wong mbambung.&lt;br /&gt;Akeh wong limbung.&lt;br /&gt;Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-6398743140269740387?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/6398743140269740387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=6398743140269740387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6398743140269740387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6398743140269740387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/12/serat-jayabaya.html' title='Serat Jayabaya'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-5096728861967350927</id><published>2008-09-22T12:24:00.000+07:00</published><updated>2009-01-09T13:27:35.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Energi Alternatif : Arang</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Banyak yang menganggap remeh potensi-potensi energi alternative seperti arang misalnya. Mendengar kata ’arang’, orang akan langsung teringat pada masa lalu sebelum populernya minyak bumi. Pemakaian kembali sumber-sumber energi yang terlupakan di cap sebagai kemunduran bagi beberapa orang, padahal pada kenyataannya kejayaan minyak bumi sudah usai. Tingginya tingkat pencemaran udara dan juga mulai habisnya sumber-sumber minyak di tempat ’mudah’ memicu munculnya energi-energi alternatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" ;font-family:'trebuchet ms';font-size:13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Arang dapat dibuat dari berbagai bahan (yang selama ini tidak terpakai) yang mengandung unsur karbon seperti serbuk gergajian kayu, sekam padi, batang padi kering, rumput kering, ranting, pohon, kertas, dll. Pada dasarnya hampir semua bahan organik mengandung karbon. Bahan-bahan tersebut dibakar dalam oksigen terbatas untuk menghasilkan karbon, energi, dan CO2. Berikut langkah-langkah pembuatan briket arang yang dapat diaplikasikan di skala rumah tangga :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top:0mm" start="1" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Penyiapan bahan baku seperti yang      tersebut diatas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Media yang digunakan berupa drum yang      di lubangi kecil-kecil (dengan paku atau bor besi) di bagian bawahnya      dengan jarak 1 x 1 cm, dan pada bagian tengah drum dipasang beberpa pipa (ukuran      sekitar 2 in) yang dilubangi kecil-kecil di semua sisinya sebagai tempat      keluar asap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Pengarangan dilakukan dengan      memasukkan bahan baku ke dalam drum. Sebagian bahan baku dapat digunakan      sebagai bahan bakar. Api dinyalakan lewat bagian bawah drum yang      berlubang. Proses ini dilakukan hingga semua bahan menjadi arang, untuk      100 kg bahan diperlukan sekitar 8 jam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Arang yang sudah jadi kemudian dihaluskan      dan disaring.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Serbuk arang dicampur dengan perekat      kemudian di cetak dengan pengepresan. Bahan perekat yang digunakan berupa      lem yang dibuat dari tepung kanji.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Hasil cetakan (briket) kemudian      dikeringkan dengan cara dijemur &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Briket yang sudah jadi kemudian      dicelupkan kedalam bahan penyala agar lebih mudah terbakar. Bahan penyala      yang digunakan dapat berupa spiritus, oli bekas, minyak jarak, dll. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-5096728861967350927?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/5096728861967350927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=5096728861967350927' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/5096728861967350927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/5096728861967350927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/09/energi-alternatif-arang.html' title='Energi Alternatif : Arang'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8980536621132568994</id><published>2008-09-18T09:23:00.000+07:00</published><updated>2009-01-09T13:27:35.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Composting</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Salah satu permasalahan di daerah perkotaan adalah menumpuknya sampah-sampah rumah tangga. Selama ini sampah hanya dibuang ke tempat penampungan akhir dan hanya ditumpuk saja tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Lama-kelamaan tempat penampungan sampah akan penuh dan diperlukan tempat lain lagi untuk menampung sampah, padahal lahan kosong juga menjadi kendala diperkotaan besar.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia; font-size: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia; font-size: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;Salah satu cara yang paling efektif untuk mengelola sampah adalah mengurangi dari sumbernya (source reduction). Untuk sampah perkotaan, sumber utamanya adalah dari rumah tangga. Selama ini tidak ada pembatasan jumlah sampah maksimum yang boleh dibuang oleh tiap-tiap rumah tangga sehingga kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah atau membeli barang kebutuhan yang tidak menyisakan sampah sangat kecil. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;Salah satu metode sederhana pengelolaan sampah (organik) adalah dengan cara composting. Berikut tata cara pengomposan dengan metode aerasi yang dapat diaplikasikan di rumah (diambil dari ‘Pengelolaan Sampah Rumah Tangga’, Pustaka Rumah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top:0mm" start="1" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pemilahan antara sampah organik      dengan non-organik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sampah dicacah dengan ukuran sekitar      1 cm. Sampah yang digunakan sebaiknya campuran antara sampah daun (sumber      N) dan ranting / kayu / serbuk gergaji (sumber C)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Penyiapan media (tempat pengkomposan)      yang berupa drum plastik yang dilubangi (diameter 0,5 cm) di seluruh      dindingnya untuk memudahkan sirkulasi udara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Masukkan styrofoam yang      dipotong-potong kedalam media hingga kira-kira ketinggian 5 cm, kemudian      masukkan karton / karpet berlubang menutupi lapisan styrofoam. Hal ini      diperlukan untuk memudahkan aliran udara dan juga menjaga kelembaban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Masukkan kompos yang sudah jadi      (sebagai inisiator) dan sampah organik, kemudian aduk hingga merata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sampah yang dihasilkan tiap hari      dapat dimasukkan hingga media penuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setelah penuh, diamkan selama 4-6      minggu sampai kompos terbentuk. Setiap seminggu sekali sebaiknya sampah      diaduk untuk menjaga homogenitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kompos yang sudah jadi berbau seperti      tanah, berwarna coklat kehitaman, dan bentuknya sudah hancur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jika kompos masih basah dan lengket,      maka perlu di angin-anginkan di tempat yang teduh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8980536621132568994?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8980536621132568994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8980536621132568994' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8980536621132568994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8980536621132568994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/09/composting.html' title='Composting'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-3230674079828549123</id><published>2008-08-30T09:20:00.000+07:00</published><updated>2009-01-09T13:27:35.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Algae, power for future</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Makin menurunnya produksi minyak dunia di barengi dengan kenaikan konsumsi yang cukup signifikan dari negara yang sedang berkembang pesat seperti China dan India mendorong harga minyak  hingga lebih dari 150 dolar per barrel. Perkembangan harga minyak ini makin mendorong perkembangan energy alternatif salah satunya adalah biodiesel. Biodiesel dipersiapkan sebagai energi alternatif untuk bahan bakar diesel. Sumber bahan baku yang digunakan kebanyakan berupa minyak nabati seperti minyak kanola, minyak kedelai, minyak sawit, dll. Diantara beberapa sumber minyak, sawit adalah pohon penghasil minyak dengan produktifitas per hektar tertinggi, mencapai 6 ton per ha per tahun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Salah satu kelemahan pengembangan biodiesel ini adalah dibutuhkannya lahan yang cukup luas dan juga peruntukannya yang berbenturan dengan pangan. Kondisi ini menyebabkan naiknya harga bahan makanan, terutama yang berbahan baku minyak nabati. Disamping itu muncul juga pertanyaan 'seberapa hijaukah biofuel ini?'. Ini terkait dengan penggunaan pupuk yang juga berbahan dasar fosil, energi untuk pengangkutan material, energi pengolahan biofuel, dan energi untuk distribusi. Jangan-jangan hasilnya negatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Alternatif lain datang melalui alga. Alga memmunyai kemampuan untuk menyerap energi matahari untuk berfotositesis lebih besar daripada tumbuhan lain, sehingga produk yang dihasilkan juga lebih banyak. Pada kondisi ideal, alga (jenis tertentu) mampu menghasilkan biomass sebesar 180 ton per ha per tahun dengan kadar minyak mencapai 40% (72 ton per ha per tahun, bandingkan dengan sawit yang hanya 6 ton per ha per tahun). Keunggulan lainnya adalah alga hidup di perairan sehingga memungkinkan untuk dikembangkan dilaut, bukankah luas lautan lebih besar daripada daratan? Minyak ini dapat diambil dengan cara pengepresan atau ekstraksi dengan palarut untuk kemudian di reaksikan menjadi biodiesel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Sekenario lain yang bisa dikembangkan adalah dengan membiakkan alga dengan memanfaatkan sumber CO2 untuk fotosistesis dari gas buang industri. Dengan begitu, selain menghasilkan energi juga mengurangi polutan berupa CO2 diudara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;I believe in Algae..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Sumber bacaan tentang algae ini dapat ditemukan di www.energybullletin.net, atau search di google untuk hasil yang lebih luas..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-3230674079828549123?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/3230674079828549123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=3230674079828549123' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3230674079828549123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3230674079828549123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/08/algae-power-for-future.html' title='Algae, power for future'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-4217171140475828737</id><published>2008-08-23T07:45:00.000+07:00</published><updated>2008-08-23T08:19:36.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Reliability</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Reliable berarti tangguh terhadap berbagai kondisi. Salah satu hal wajib dalam mendesain pabrik adalah mengenai reliability yang terkadang hal ini bukan ditunjukkan oleh peralatan yang canggih dan mahal, terkadang hal-hal kecil yang terlihat sepele dan sebenarnya “tidak mahal” lah yang menentukan reliability suatu pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Main plant membutuhkan steam dengan pressure 1.5 bar (g), selain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; itu pabrik juga membutuhkan power. Dan kemudian, power bisa dibangkitkan menggunakan steam turbin, sedangkan steam untuk main plant bisa dipenuhi dari ekstraksi dari turbin, tinggal didesain jumlah ekstraksinya sesuai dengan kebutuhan di main plant, maka semua terselesaikan. Eit tunggu dulu. Menggunakan steam dari ekstraksi turbin berarti harus menjalankan turbin. Bagaimana kalau turbin tidak jalan sedangkan main plant membutuhkan steam, untuk cleaning misalnya? Dan bagaimana juga pada saat beban listrik turun sedangkan jumlah steam yang dibutuhkan bertambah? Hal ini perlu dipikirkan juga karena tidak selamanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kebutuhan steam dan power sesuai dengan desain awal, bisa saja ada gangguan. Untuk itulah diperlukan adanya “by pass” dari high pressure steam ke low pressure steam (kebutuhan main plant) jika main source steam untuk main plant adalah dari ekstraksi turbin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bukanlah sesuatu yang mahal sebenarnya, tapi dengan menambahkan “by pass” tersebut, maka pabrik menjadi lebih reliable. By pass ini sering disebut dengan pressure reducing and desuperheating system (PRDS), yang terdiri dari pressure reducing valve dan injeksi air demin untuk desuperheating.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/SK9jqn7nkFI/AAAAAAAAABg/dCCznEoOqXU/s1600-h/Installation+PRDS.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/SK9jqn7nkFI/AAAAAAAAABg/dCCznEoOqXU/s400/Installation+PRDS.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237514475579871314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:78%;"  &gt;Typical pemasangan pressure reducing and desuperheating system&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-4217171140475828737?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/4217171140475828737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=4217171140475828737' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4217171140475828737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4217171140475828737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/08/reliability.html' title='Reliability'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/SK9jqn7nkFI/AAAAAAAAABg/dCCznEoOqXU/s72-c/Installation+PRDS.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-2705571237346378138</id><published>2008-08-21T10:39:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T07:31:32.467+07:00</updated><title type='text'>All the Small Thing..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Banyak hal-hal kecil yang terlihat sepele, namun hal itu sebenarnya bisa menunjukkan siapa kita sebenarnya. Sering kali hal-hal kecil ini dilupakan karena kebiasaan atau karena semua orang mengabaikan itu sehingga kita tidak pernah terganggu dengan hal itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Budaya nyampah. Disadari atau tidak, kesadaran kita akan sampah sangat minim. Coba perhatikan ditempat-tempat umum, di dalam kendaraan dijalan raya, sering kali kita membuang sampah, entah itu bungkus makanan atau apa, dengan seenaknya. Kalau ditanya mengapa? “abis tidak disediain tempat sampah sih, jadi gue buang aja disini” atau “kan ada petugas sampah, gue kan ikut iuran”. Bukan itu sebenarnya, tapi memang sudah menjadi kebiasaan bersama bahwa membuang sampah dimanapun itu sah. Mulai dari orang tua sampai anak kecil, dari yang bermobil sampai yang berjalan di trotoar, kebiasaan ini sudah sedemikian meluasnya sehingga tidak ada yang merasa heran, kebiasaan yang mendarah daging dan akhirnya menjadi budaya 'nyampah'. Sampah, walaupun hanya sekecil bungkus permen, haruslah dibuang di tempatnya. Bagaimana kalau tidak ada tempat sampah disekitar kita pada saat itu? Ya tinggal di masukkan ke saku aja, nanti kalau ketemu tempat sampah tinggal dibuang..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Katakan waktu dengan menit, bukan jam. Sering kali kita mendengar pertanyaan “Sekarang jam berapa?”, dan kita menjawab “setengah empat” atau pada saat janjian sering kali kita bilang “dua jam lagi”. Mengapa harus dengan satuan jam (atau kadang hari kalau waktunya lebih dari 12 jam), mengapa tidak kita bilang “30 menit” untuk menyebut “setengah jam”, atau “48 jam” untuk “dua hari”. Secara makna memang hal itu sama saja, toh 2 hari juga sama dengan 48 jam, tapi ada yang membedakan dari keduanya. Kita bisa melihat seseorang menghargai waktu atau tidak dari kedua hal tersebut. Orang yang bilang “48 jam” dari pada “2 hari” adalah orang yang lebih menghargai waktu. Setiap menit begitu berarti sehingga 31 menit tidak sama dengan setengah jam. Kita? Aku percaya sebagian besar orang indonesia menganggap 31 menit sama dengan setengah jam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Matikan listrik (walaupun jika kita tidak [langsung] membayar jika beban listrik berlebih). Di kantor misalnya, beban listrik tentu bukan tanggungan masing-masing pribadi. Mengapa harus repot-repot mematikan lampu, toh saya tidak bayar listrik ini. Banyak orang berpikiran seperti ini. Memang benar kita tidak akan dibebani dengan biaya listrik, gaji juga tidak dipotong. Tapi dengan menghemat listrik, itu mencerminkan ke-efisien-an seseorang diberbagai hal, efisien dalam hal pola pikir. Selain itu, menghemat listrik berarti kesadaran akan lingkungan karena setiap lampu yang menyala maka ada polusi yang dihasilkan, bukan di sekitar lampu tersebut tentunya, tapi jauh di power plant sana.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hal-hal kecil yang terlupakan, yang sebenarnya bisa menunjukkan who we are? Karena setiap perjalanan ratusan kilometer selalu diawali dengan satu langkah kecil...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-2705571237346378138?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/2705571237346378138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=2705571237346378138' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2705571237346378138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2705571237346378138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/08/all-small-thing.html' title='All the Small Thing..'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-1834273326561133335</id><published>2008-08-10T13:09:00.000+07:00</published><updated>2008-08-10T13:16:04.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Ubuntu, Linux for Human Being</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ubuntu, salah satu linux community, meluncurkan varian terbaru dari ubuntu, yaitu ubuntu 8.04 Hardy Heron. Ubuntu ini memang merupakan salah satu varian linux yang banyak dipakai karena kemudahannya. Bagi pengguna windows, pasti tidak akan banyak menemui masalah dengan Ubuntu. Aku pernah mencoba menginstall Ubuntu 7.04 yang hanya dengan sekali install, semua program yang dibutuhkan sudah ada didalamnya. Operating system ini sangat bagus, lebih bagus dari windows menurutku karena lebih cepat, lebih bersih, dan cukup familiar. Hanya permasalahannya adalah beberapa program seperti Auto CAD, Hysys, Aspen plus, berbagai Games, dll belum tersedia di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ubuntu 8.04 hadir dengan berbagai kelebihan, salah satunya adalah internet. Hardy Heron ini memang diciptakan untuk Mobile Internt Device (MID) oleh karena ini fitur-fitur internet sangat di maksimalkan disini. Hanya satu persoalan yang masih mengganjal sampai saat ini, sound card laptop ku tidak terbaca, sehingga sampai saat ini, laptop ini masih bisu. Bukan jadi hal yang penting karena memang kualitas suara dari laptop ini tidaklah menonjol, sehingga aku sendiri lebih suka mendengarkan musik di MP3 player atau lewat walkman player 3 yang sudah terinstal di HP ku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk software sekelas office, Ubuntu ini sudah mengandung Open Office 2.4 yang tampilannya tidak jauh beda dengan Ms. Office 2003. Fasilitas email POP sebagai pengganti outlook tersedia dengan nama Evolution. Installasi software-software lain dapat dilakukan dengan mudah melalui Synaptic Package Manager yang mengandalkan software-software open source dari internet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan berbagai fasilitas ini yang semuanya gratis minus games, Ubuntu menjadi pilihan untuk menggantikan windows yang sudah kontra produktif dengan makin banyaknya software games yang dengan mudah bisa diinstall didalamnya. Yang membuatku heran, mengapa pemerintah justru membeli lisensi dari Microsoft untuk Windows nya dengan harga miliaran sementara pegawai pemerintahan hanya menggunakan untuk mengetik, presentasi, spreadsheet yang semua itu disediakan dengan gratis dan lebih baik oleh Linux. Dan lebih lagi, Windows ini bisa dengan mudah terserang virus dan tidak jarang juga komputer Windows milik kantor-kantor pemerintahan hanya berisi program-program game yang kontra produktif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal yang menggembirakan, sekarang sudah ada program Wine (meskipun aku belum berhasil menginstall program ini) di Linux. Dengan program ini, program-program yang berjalan di platform Windows bisa juga di instal di Linux, jadi tidak perlu khawatir untuk  membuka file CAD di Linux. Dengan begitu, seharusnya perusahaan tempatku bekerja sudah harus berfikir untuk beralih ke Linux. Menghemat pengeluaran dan meningkatkan produktifitas karena tidak semua orang mahir menambahkan software games ke Linux.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-1834273326561133335?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/1834273326561133335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=1834273326561133335' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1834273326561133335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1834273326561133335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/08/ubuntu-linux-for-human-being.html' title='Ubuntu, Linux for Human Being'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8678221133845155688</id><published>2008-08-10T13:02:00.000+07:00</published><updated>2008-08-10T13:17:42.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Why Bioethanol M Failed</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sebagai project Bioethanol M memang tidak bisa disebut berhasil walaupun juga belum bisa disebut gagal. Namun tanda-tanda kearah gagal sudah diprediksi sebelumnya. Project ini sebenarnya tidaklah sulit untuk di eksekusi jika planning dari awalnya sudah benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ada beberapa permasalahan dasar yang harusnya diselesaikan di awal. Pabrik ini di desain dengan dual feed, artinya bahwa pabrik ini sebenarnya 2 buah, bukan satu pabrik, karena dua feed yang dimaksud mempunyai karakteristik yang berbeda yang meyebabkan secara proses pun, operasi pabrik ini akan lebih rumit. Beberapa equipment dipaksakan untuk bisa menghandle 2 jenis material yang berbeda dengan jumlah yang berbeda, misalnya pompa, dengan pompa yang sama harus bisa memompa cairan dengan flow 120 m3/h pada saat feed A dan 330 m3/h pada saat digunakan feed B. Tentu pompa ini tidak akan optimal jika digunakan pada saat feed A karena tentu saja akan boros power. Hal yang sama terjadi pada reaktor fermentasi yang hanya memerlukan 4 buah reaktor pada saat feed A dan 6 buah reaktor pada saat feed B. Pada saat feed A, satu set peralatan pengembangbiakan yeast diperlukan, sedangkan tidak pada saat feed B, namun pada feed B ini diperlukan treatment awal terlebih dahulu sebelum masuk ke proses fermentasi. Itulah gambaran situasi pabrik bioethanol M pada saat running. Ada banyak peralatan yang saling tidak diperlukan, meskipun memang sebagian besar peralatan akan diperlukan baik pada saat feed A ataupun B.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketersediaan bahan baku menjadi isu fital. Dalam perencanaan sebuah pabrik, ketersediaan feed ini dangan mutlak di perlukan. Ketidakmatangan dalam merencanakan bahan baku maka berakibat fatal untuk kelangsungan pabrik ini. Pada awalnya pabrik ini di desain untuk dual feed, namun ditengah-tengah fasa konstruksi, M sebagai owner kesulitan mencari feed A ditambah lagi ada beberapa item yang harus diselesaikan jika ingin tetap dual feed, sehingga akhirnya diputuskan untuk sementara (sementara dalam artian bisa 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, atau seterusnya) pabrik hanya akan menggunakan feed B. Namun jika suatu saat nanti feed yang tersedia adalah A, maka pabrik bisa tetap berproduksi dengan beberapa perubahan dan tambahan equipment terlebih dahulu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Efek dari pemilihan dual feed ini harusnya sudah di pertimbangkan bahwa pabrik yang sedang dibangun adalah 2 buah, sehingga diperlukan dana yang juga lebih besar daripada jika digunakan 1 feed. Dengan jumlah produksi yang sama, dual feed ini sebenarnya tidak menjadi efektif jika salah satu feed tersedia sepanjang tahun. Akan menjadi efektif jika memang feed A hanya dihasilkan pada bulan November – Januari, dan feed B tersedia di bulan February sampai Oktober. Pada kenyataannya, feed B ada hampir di sepanjang tahun karena musim hujan dan kemarau sekarang ini tidaklah teratur. Dengan kapasitas yang sama nilai investasi pabrik ini lebih besar kerana seperti membangun dua pabrik yang beroperasi dengan tidak paralel, dan dari segi operational cost, pabrik ini juga lebih besar karena ada tambahan biaya maintenance untuk idle equipment dan power yang lebih boros.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Salah satu lesson learn yang bisa ditarik dari project ini adalah perencanaan bahan baku (jumlah dan jenisnya) harus benar-benar matang sebelum project di eksekusi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8678221133845155688?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8678221133845155688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8678221133845155688' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8678221133845155688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8678221133845155688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/08/why-bioethanol-m-failed.html' title='Why Bioethanol M Failed'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-4667010357032322290</id><published>2008-08-10T11:44:00.000+07:00</published><updated>2008-08-10T11:47:18.501+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Magnetic Separator..!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Pak Tolong ke Boiler, ada masalah”, teriak salah seorang operator melalui radio komunikasi. “Oke, saya segera meluncur”, sahut shift superintendent dari radio. “Tolong cepat Pak, pressure steam drop, coal screw feeder trip”. Masalah apa lagi nih, pikirku. Beberapa hari sebelumnya Total Air Fan (TAF) yang trip dan trip lagi ketika dicoba dijalankan. Kondisi trip nya TAF ini membuat Boiler shut down selama 2 hari untuk pengecekan dan ternyata tidak ada yang bermasalah dengan TAF. Hasil megger motor tidak menunjukan adanya short, semuanya normal. Dugaan sementara adalah di contactor nya yang kendor, dan akhirnya semua contactor di cek ulang untuk dikencangkan. Dan setelah dijalankan lagi, tidak ada masalah di TAF, semuanya normal. Sampai malam ini, dan sekarang giliran screw feeder yang trip.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Segera hidupkan emergency diesel, Steam Turbine Generator (STG) harus stop karena pressure boiler drop”, “matikan semua pompa di main plant, kita harus menurunkan load power”, perintah dari shift superintendent yang kemudian diikuti oleh semua operator shift malam. Segera setelah load cukup kecil, power di switch ke emergency diesel. Semua berjalan dengan normal sehingga boiler dan STG dapat shut down dengan normal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Seluruh perhatian terfokus pada masalah screw feeder di boiler. Dan setelah pengecekan, ditemukan sepotong besi sepanjang 6 cm mengganjal di screw feeder. Rupanya besi inilah yang menyebabkan tripnya motor screw feeder. Dengan sedikit pembongkaran di screw feeder, potongan besi ini bisa dikeluarkan dan boiler bersiap untuk di start ulang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bersyukur kejadian ini terjadi pada saat pabrik masih belum berproduksi, entah apa jadinya kalau kejadian-kejadian yang sebenarnya sepele seperti (sering) ini terjadi pada saat pabrik perproduksi, tentu saja ini kerugian yang cukup besar. Mungkin karena memang besarnya semangat untuk reduce cost, maka beberapa hal yang dianggap sepele diabaikan. Masalah-masalah seperti ini seharusnya bisa dihindari dengan menambahkan magnetic separator di area coal handling, dipasang di belt conveyor sebelum coal crusher, sekaligus untuk melindungi coal crusher yang juga rawan rusak jika ada benda keras (besi, baja, dll) yang masuk bersama coal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-4667010357032322290?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/4667010357032322290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=4667010357032322290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4667010357032322290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4667010357032322290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/08/magnetic-separator.html' title='Magnetic Separator..!!'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8479775305805498524</id><published>2008-06-30T12:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T05:33:09.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Hybrid</title><content type='html'>Air, bahan dengan rumus kimia H2O, adalah salah satu bahan yang "diperebutkan" untuk menjadi salah satu energy alternatif. Melalui reaksi elektrolisis, H2O di pecah menjadi H2 dan O2, H2 ini yang kemudian dijadikan bahan bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa media mengungkap bahwa seorang bernama &lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2008/05/30/Personal/per01.htm"&gt;Joko Sutrisno&lt;/a&gt; dari Yogyakarta mengklaim telah menciptakan "Hydrogen Generator" yang dapat diaplikasikan dikendaraan bermotor. Alat ini berprinsip pada reaksi elektrolisis air. Bukan tidak mungkin memang mengaplikasikan elektrolisis air pada kendaraan bermotor, namun jumlah air yang diperlukan cukup besar, untuk sejumlah hidrogen setara dengan 1 liter premium diperlukan air sebanyak 4.2 liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektrolisis air dilakukan dengan mengalirkan listrik pada dua elektrode yang berbeda (anoda dan katoda). Reaksi yang terjadi pada dua elektrode ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/SGhza9AEv5I/AAAAAAAAABQ/rsQ9bAFYSVQ/s1600-h/633354789a47ecbd9bb5ba634cb359a9.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/SGhza9AEv5I/AAAAAAAAABQ/rsQ9bAFYSVQ/s400/633354789a47ecbd9bb5ba634cb359a9.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217547075197386642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada reaksi diatas disebutkan bahwa energi minimum yang diperlukan agar reaksi ini dapat berlangsung adalah 1.23 Volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;High Temperature Electrolysis (HTE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektrolisis dengan temperatur tinggi lebih efektif daripada elektrolisis pada temperatur kamar, seperti yang dijelaskan oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/High-temperature_electrolysis"&gt;wikipedia.&lt;/a&gt;  Intinya adalah, bahwa pada temperatur 100 oC energi listrik yang diperlukan untuk memproduksi 1 kg H2 (141.86 MJ) adalah 350 MJ (effisiensi 41%), sedangkan pada 850 oC, energi yang diperlukan hanya 225 MJ (effisiensi 64%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari nilai effisiensinya, bahkan pada temperatur tinggi pun, elektrolisis air ini memerlukan lebih banyak energi daripada yang dihasilkan. Hal ini yang menyebebkan elektrolisis air ini tidak efektif jika digunakan sendiri. Namun, jika energi (listrik maupun panas) yang dipakai adalah sisa/buangan sering disebut energy kinetic recovery atau &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Regenerative_brake"&gt;regenerative brake&lt;/a&gt; maka elektrolisis air ini bisa menjadi peluang untuk menaikkan effisiensi bahan bakar pada kendaraan bermotor. Hal inilah yang menurut penulis dimanfaatkan oleh Joko Sutrisno, yaitu dengan memanfaatkan listrik dari battery kendaraan (dan seharusnya panas buang kendaraan bermotor juga bisa dimanfaatkan) untuk menghasilkan hidrogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi elektrolisis hanya memerlukan 1.23 volt, sedangkan battery kendaraan rata-rata memiliki 12 volt. Jika arus yang dipakai adalah 1 ampere, maka hidrogen yang diproduksi adalah 0.045 g/s atau  164 g/jam atau setara dengan sekitar 0.7 liter premium per jam nya. Dengan jumlah ini, maka  alternatif hybrid ini layak untuk dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8479775305805498524?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8479775305805498524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8479775305805498524' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8479775305805498524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8479775305805498524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/06/hybrid.html' title='Hybrid'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/SGhza9AEv5I/AAAAAAAAABQ/rsQ9bAFYSVQ/s72-c/633354789a47ecbd9bb5ba634cb359a9.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-1639103196569398317</id><published>2008-06-10T14:31:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T22:48:46.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Blue Energy</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Perlombaan mencari energy dimulai seiring dengan mulai berkurangnya produksi minyak bumi. Dimulai dari berkembangnya energy dari bahan baku hayati (green energy) yang di klaim dapat mengurangi emisi gas rumah kaca karena siklus karbonnya yang pendek. Perkembangan green energy di beberapa daerah menjadi konflik dengan pemenuhan kebutuhan pangan karena sumbernya yang sama. Disamping itu, energi-energi alternatif pun mulai bermunculan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Salah satu nya adalah blue energy. Pada awalnya definisi blue energy adalah energi yang didapat dari laut. Ada 2 prinsip yang digunakan. Air laut mengandung garam (NaCl) yang dengan membran tertentu dapat dipisahkan antara Na+ dan Cl-, adanya perbedaan muatan ini dapat menghasilkan energi listrik lemah (yang jika dibuat dalam skala besar akan menjadi besar juga). Cara kedua adalah berprinsip pada perbedaan tekanan osmosis antara air garam (air laut) dengan air tawar, adanya perbedaan tekanan osmosis ini mengakibatkan adanya perbedaan elevasi, dari perbedaan tersebut kemudian digunakan untuk memutar kincir air kecil dan menghasilkan listrik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di Indonesia, istilah blue energy muncul ketika konferensi tentang pemanasan global di adakan di Bali. Seorang peneliti mengklaim mampu membuat bahan bakar setara dengan bensin, minyak tanah, dan solar dengan substitusi hidrogen kedalam rantai karbon tak jenuh dengan biaya produksi yang lebih murah daripada bahan bakar dari minyak bumi. Temuan ini masih seperti misteri, sampai sekarang belum ada kejelasan tentang prinsip dan proses pembuatannya. Secara teori, memang bisa saja membuat bensin, minyak tanah ataupun solar dengan substitusi hidrogen ke dalam rantai karbon tak jenuh. Yang jadi permasalahan sekarang adalah dari mana sumber rantai karbon tak jenuh dan hidrogennya. Teknologi yang ada sekarang ini untuk mendapatkan hidrogen adalah dengan steam reforming, tetapi cara ini memerlukan bahan baku lain yaitu gas alam. Jika memang ada cara yang lebih murah untuk mendapatkan hidrogen dari air (atau air laut) tentu itu akan menjawab masalah sumber hidrogen. Namun itu masih belum cukup, masih ada permasalahan tentang sumber "rantai karbon tak jenuh". Sumber karbon cukup banyak tersedia dalam udara, namun sampai saat ini hanya tanaman yang terbukti mampu mengolah karbon diudara menjadi karbohidrat. Karbon dalam bentuk batubara memang bisa dijadikan "rantai karbon tak jenuh" dengan katalis tertentu, namun hal ini sampai sekarang masih menjadi proses yang mahal. Sampai sekarang, teknologi "blue energy" ini masih belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, energi misterius.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang lebih tidak masuk akal lagi adalah klaim bahwa ada yang bisa menciptakan energi dengan gratis, free energy. Cerita-cerita mengenai free energy ini memang sudah banyak beredar di negara-nagara barat, ada yang dari laut, dari bumi, dll. Jika memang free energy ada, tentunya sekarang ini energi akan semakin murah bukannya semakin mahal seperti sekarang ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Free energy lebih dekat ke hoax daripada suatu harapan. Energi tidak dapat di ciptakan, hanya bisa dikonversi ataukah prinsip termodinamika ini sudah uzur...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-1639103196569398317?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/1639103196569398317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=1639103196569398317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1639103196569398317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1639103196569398317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/06/blue-energy.html' title='Blue Energy'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-2944344861089222508</id><published>2008-05-24T08:37:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T22:48:46.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>(Masih) Sekitar BBM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Anak kecil itu pernah dijanjikan akan dibalikan mobil-mobilan oleh ayahnya, dan ketika mereka sedang berjalan-jalan pada karnaval hari kemerdekaan, si anak kecil merengek-rengek minta dibelikan mobil-mobilan yang banyak dijajakan oleh pedagang keliling. Padahal, pada saat itu ayahnya sedang tidak punya uang karena telah habis untuk biaya pengobatan dan uang sekolah kakaknya. Karena tetap tidak diberikan mobil-mobilan, si anak kecilpun menangis sejadi-jadinya sehingga mengundang perhatian dan iba orang-orang sekitar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kejadian serupa terjadi hampir di seluruh negeri ini. Mahasiswa berdemo menuntut dibatalkannya pengurangan subsidi BBM karena presidennya pernah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM. Terbukti bahwa pendidikan di Indonesia tidak berjalan sebagaimana seharusnya, lihat saja bagaimana seorang yang sudah bergelar mahasiswa masih saja bersikap layaknya anak kecil, yang hanya mau tau bahwa keinginannya harus terpenuhi tanpa berfikir lebih panjang. Ah, kita sudah terlanjur kecanduan rupanya, kelamaan menikmati nikmatnya subsidi BBM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ingatkah bahwa lab-lab penelitian kosong ketika mahasiswa berdemo? lalu bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi kita bisa menyusul negara-negara lain kalau mahasiswanya hanya memikirkan bagaimana caranya merengek-rengek ke pemerintah supaya permintaannya dipenuhi. Bukannya sibuk mencari solusi bagaimana mendapatkan energy alternatif menggantikan BBM yang melambung tinggi, bukannya memikirkan teknologi yang lebih efisien sehingga lebih hemat energy, tapi malah makin membebani rakyat kecil dengan merusak fasilitas umum, mengotori jalanan, membakar ban bekas untuk manambah parahnya polusi udara di ibu kota, Ah, namanya juga anak-anak..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-2944344861089222508?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/2944344861089222508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=2944344861089222508' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2944344861089222508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2944344861089222508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/05/masih-sekitar-bbm.html' title='(Masih) Sekitar BBM'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-1159029526992869582</id><published>2008-05-23T10:11:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T22:48:46.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>BBM Naik, So What..?</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Antrian kendaraan di sepanjang jalan menuju SPBU menjadi hal yang biasa. Menjelang kenaikan harga BBM seperti ini, semua orang berebut untuk menjadi penimbun BBM demi keuntungan yang tidak seberapa tapi cukup menjengkelkan banyak orang. Bayangkan saja, begitu ada kabar tentang kenaikan BBM, tiba-tiba saja semua orang antri BBM dan kemudian munculah pengecer-pengecer dadakan yang menjual BBM dengan harga yang tidak wajar. Premiun yang harganya Rp. 4500 dijual hingga Rp. 15000 seliternya, padahal kenaikan BBM sendiri tidak akan (belum) mencapai angka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh negara ini belum merdeka, bukan karena "nyari BBM aja kok harus antri panjang", tapi karena pikiran rakyatnya yang masih pendek, BBM naik semua ingin ambil keuntungan dengan jadi penimbun, sungguh bukan cerminan bangsa yang dewasa di usianya yang lebih dari setengah abad. Jangan heran kalau pemimpinnya pun juga masih kanak-kanak, berjanji tidak menaikan harga BBM hanya untuk menaikkan popularitas, sungguh bukan tindakan yang terpuji, menipu rakyat kecil hanya untuk sebuah kekuasaan. Adalah suatu tindakan yang bodoh dan tidak bertanggung jawab dengan berjanji tidak akan menaikkan harga BBM, tren kenaikan harga minyak menunjukkan kurva naik, tidak mungkin harga BBM tidak naik kecuali rela negara ini bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum terpelajarnya bergerak cepat dengan berdemo menolak kenaikan harga BBM dengan alasan membela rakyat kecil. Yang jadi pertanyaan adalah rakyat kecil mana yang dibela? rakyat kecil yang naik BMW atau Mercedes seri terbaru itu? masyarakat yang tiap harinya memacetkan Jakarta dengan mobil-mobil mewah itu?atau rakyat berdasi yang bepergian dengan Garuda?. Apa iya mahasiswa berdemo atas nama rakyat? apakah bukan atas nama karir politik yang menunggu setelah sukses berdemo? Sudah banyak contoh yang tidak perlu disebutkan tentang bagaimana seorang mahasiswa yang dulunya aktif berdemo menentang pemerintah kemudian menjadi politikus kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca hasil polling di detikcom, yang walaupun tidak mencerminkan pendapat seluruh rakyat Indonesia, tetapi setidaknya dari 1200an pembaca detikcom (hingga 24 Mei 2008), lebih dari 60% nya menganggap demo kenaikan BBM itu tudak sesuai dengan asrirasi rakyat. Nah lo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BBM naik, itu memang suatu keharusan. Subsidi BBM adalah blunder bawaan dari pemerintah terdahulu yang hanya ingin melanggengkan kekuasaan dengan memberikan obat bius kepada rakyat kecil hanya untuk membuat mereka merasa nyaman sementara dan sekarang rakyat kecanduan. Membunuh dengan perlahan sehingga tidak ada yang merasa bahwa pemerintah bergerak untuk membunuh kita dengan mensubsidi BBM. Persis seperti obat bius, subsidi BBM juga menimbulkan rasa malas ketika sedang tidak memakai obat. Dan sekarang kecanduan subsidi BBM itu sudah terlalu akut sehingga perlu waktu yang lama untuk menyembuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang akan terasa berat hidup tanpa subsidi BBM, tapi jika rasa berat itu dilatih selama lebih dari 50 tahun tentu sekarang ini rakyat akan mandiri dan kuat. Subsidi BBM sudah membius dan melemahkan otot-otot rakyat untuk bekerja lebih giat, melemahkan otak-otak kaum terpelajar untuk berfikir lebih keras mengantisipasi mahalnya harga energy. Lihat bagaimana kita membiarkan begitu saja energy matarahi tanpa berusaha mengkonversinya menjadi listrik yang efektif, lihat bagaimana kita membiarkan energy panas bumi yang begitu melimpah. Kita punya banyak sumber energy, so mengapa harus begitu tergantung pada BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BBM naik, so what..? Hanya berdiam diri menerima nasib, itu apatis namanya; ikut berdemo menolak kenaikan BBM sampai titik darah penghabisan, ah jangan itu anarkis. Keluar dari tempurung, lihat ada apa di kebun kita, apakah ada ubi-ubian disitu? fermentasikan dan jadilah super premium; apakah ada jarak pagar disitu? peras minyaknya jadikan solar; apakah terasa semilir angin sejuk? buat untuk memutar baling-baling dan hubungkan dengan dinamo untuk menghasilkan listrik; apakah sinar matahari masih terik? letakkan panel surya dan jadilah listrik; apakah terliat ada air mengalir? ah, itu kan sumber listrik. Begitu banyaknya sumber energy di sekitar kita, tapi masih saja linglung ketika harga BBM dinaikkan. Bangkit saudaraku, berfikir, lawan ketercanduan "obat bius" ini, merdeka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-1159029526992869582?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/1159029526992869582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=1159029526992869582' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1159029526992869582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1159029526992869582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/05/bbm-naik-so-what.html' title='BBM Naik, So What..?'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-7077093513712185881</id><published>2008-04-30T09:48:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T22:48:46.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Jalan Kita Masih Panjang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sudah banyak Biodiesel ataupun Bioethanol di produksi, berarti sudah banyak juga minyak bumi tergantikan (walaupun secara persentasenya masih kecil). Tetapi apakah dengan ini tujuan tercapai? Belum, jalan masih panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bioethanol belum berhasil dikembangkan jika bahan baku yang digunakan masih berebut dengan pangan. Begitupun Biodiesel. Ethanol diproduksi dari tebu ataupun pati yang semuanya adalah bahan pangan. Banyak orang kelaparan karena berebut dengan produsen biofuel. Lihat bagaimana rakyat Indonesia yang notabene adalah Negara penghasil minyak sawit terbesar tetapi tidak bisa mengantisipasi lonjakan permintaan bahan baku Biodiesel sehingga harga minyak sawit, yang juga digunakan sebagai bahan baku minyak goreng, naik dan segera saja minyak goring menjadi barang mewah. Bioethanol belum banyak diproduksi tetapi akankah berakhir sama? Sangat mungkin. Apakah ini berarti biofuel akan tamat? Tunggu dulu, ini baru permulaan, jalan masih panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengembangan selanjutnya, ethanol akan diproduksi dari ampas singkong, bonggol jagung, kulit beras, serbuk gergajian kayu, rumput, dll yang selama ini masih dianggap sampah. Biodiesel akan mendapat pasokan minyak dari ekstraksi alga yang fotosintesisnya menggunakan CO2 dari cerobong asap pabrik. Tidak perlu menebang hutan lagi untuk mendapatkan minyak. Lingkungan bersih, pangan aman, dan energi tercukupi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-7077093513712185881?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/7077093513712185881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=7077093513712185881' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7077093513712185881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7077093513712185881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/04/jalan-kita-masih-panjang.html' title='Jalan Kita Masih Panjang'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-1627600640843732201</id><published>2008-04-28T11:28:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T22:48:58.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Dove Bukan Sabun, Seperempatnya Adalah Monster Perusak Hutan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;Bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; untuk membuat sabun, tentu saja semua orang sudah tahu, minyak nabati. Di Indonsia, minyak nabati yang tersedia paling banyak adalah minyak sawit. Sebagai penghasil minyak sawit terbesar kedua (dan mungkin akan menjadi yang pertama), &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; memang telah banyak mengembangkan areal perkebunan kelapa sawit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;Permintaan minyak sawit yang makin meningkat yang salah satunya juga dikarenakan oleh Biodiesel, memicu para pengusaha kelapa sawit untuk memperluas perkebunnanya, yang kadang dilakukan dengan cara-cara yang tidak benar seperti membakar hutan. Dove, sebagai salah satu penyedot minyak sawit yang besar telah ikut serta dalam pembakaran hutan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, walaupun secara tidak langsung. Seperti yang dikatakan green peace dalam web sitenya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;“Unilever, the makers of Dove beauty products, are buying palm oil from suppliers who destroy &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;'s rainforests. &lt;a href="http://www.greenpeace.org/international/campaigns/forests/asia-pacific/dove-palmoil-action/unilever-campaign-info"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;" &gt;We've got the proof&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. They're causing forest destruction, species extinction and climate change”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;Dove, secara tidak langsung telah mendorong orang lain untuk merusak hutan dengan mengkonversnya menjadi perkebunan. Kebutuhan yang besar akan bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sabun telah mendorong para pengusaha perkebunan untuk memperluas arealnya dengan cara yang tidak sehat, mengkonversi hutan yang kebanyakan dilakukan dengan membakarnya terlebih dahulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;Memang dove sendiri tidak melakukan perusakan hutan, namun dengan membeli bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dari perkebunan yang dibuka dengan cara merusak hutan adalah sama dengan ketika kita membeli barang hasil curian. Membeli barang curian adalah tindakan criminal dan pelakunya dapat dikenakan sanksi yang berat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Hal yang berlawanan terjadi pada saat peringatan hari bumi 2008, dimana Unilever ikut serta dalam salah satu acara yang memberi wacana kepada masyarakat untuk menyelamatkan bumi. Ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membaca berita ini di harian Kompas maka yang terpikir di kepalaku adalah “maling teriak maling”. Ini adalah suatu kebohongan publik. Datang kepada masyarakat seolah-olah untuk ikut serta dalam usaha penyelamatan bumi tetapi dibalik itu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berbisnis “barang curian”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Stop Perusakan Hutan..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-1627600640843732201?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/1627600640843732201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=1627600640843732201' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1627600640843732201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1627600640843732201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/04/dove-bukan-sabun-seperempatnya-adalah.html' title='Dove Bukan Sabun, Seperempatnya Adalah Monster Perusak Hutan'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-4911604842912125755</id><published>2008-04-26T08:41:00.000+07:00</published><updated>2008-08-10T13:19:22.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kopassus</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Satu tim pasukan khusus dari gabungan angkatan darat diterjunkan dalam hutan untuk menyelesaikan satu misi perintisan yang sangat penting untuk membuka jalan bagi pasukan infanteri yang akan menyerang target. Tidak pernah ada keterangan yang jelas tentang musuh apa yang akan dihadapi. Pada saat briefing hanya dijelaskan bahwa tugasnya adalah membuka jalan bagi pasukan infanteri, apapun caranya. Markas besar berjanji akan memberikan dukungan penuh jika memang diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Dengan peralatan tempur seadanya karena memang pasukan ini bukanlah pasukan utama untuk menghancurkan musuh, dengan kondisi yang belum diketahui sebelumnya, dan musuh yang bisa ada dimana saja, satu tim pasukan ini diharapkan dapat menyelesaikan misi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Dalam perjalananya, banyak sekali hambatan yang dihadapi, medan tempur yang masih belum dikenali, musuh dengan senjata lengkap dan intelejen yang canggih, keterbatasan peralatan, dll. Beberapa kali terjadi kontak senjata yang menewaskan beberapa anggota tim, hal ini tentu saja berimbas pada mental anggota yang lain. Menghadapi musuh yang lebih kuat dengan senjata yang seadanya, amunisi yang makin menipis, dan persediaan obat dan makanan yang terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Melihat kondisi yang makin tidak seimbang, diputuskan untuk meminta dukungan dari markas pusat. Mengingat ini adalah misi yang sangat penting, maka diputuskan untuk mengirimkan bantuan dari segala lini. Amunisi di drop dari pesawat-pesawat pengangkut logistik, bom-bom napalm digunakan dari udara untuk menghalau musuh, dan juga tambahan pasukan reinforcement segera dikirimkan dari markas pusat. Tidak peduli berapa besar materi yang diperlukan, misi ini harus sukses, begitu bunyi perintah langsung dari pimpinan militer tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Datangnya bantuan memberikan harapan baru bagi tim pasukan khusus, musuh berkali-kali dapat dipukul mundur dan misi hampir terselesaikan, hanya ada beberapa pos dan satu markas bagian yang perlu dilumpuhkan. Namun, pengiriman bantuan yang begitu banyak membuat kondisi markas tidak stabil. Stock amunisi di gudang mulai menipis, banyaknya pasukan di medan pertempuran juga melemahkan pertahanan markas. Pimpinan tertinggi segera mengeluarkan perintah untuk menghentikan bantuan, termasuk bantuan logistik untuk makanan dan obat-obatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Kondisi yang tadinya sudah diatas angin, sekarang menjadi berbalik. Musuh mulai bangkit dan pasukan khusus yang sudah tanpa dukungan mulai kedodoran. Banyak pos yang berhasil direbut kembali oleh musuh. Misi untuk menguasai sisa pos menjadi terhambat. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya supply makanan dan obat-obatan. Banyak anggota tim yang terserang malaria dan terpaksa harus dievakuasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Pertahanan makin melemah sementara musuh belum juga habis. Tanpa makanan, obat-obatan, dan sekarang ditambah lagi tanpa amunisi, tim pasukan khusus dihadapkan pada masalah yang cukup rumit, misi belum selesai tapi harus selesai, tetapi dilakukan tanpa dukungan markas besar. Kondisi menjadi sangat kritis, bahkan hanya untuk sekedar bertahan. Berkali-kali pimpinan pasukan khusus mengirimkan sinyal untuk minta bantuan, namun tidak pernah datang. Dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk misi “kecil” ini, markas besar sedang mempertimbangkan apakah akan melanjutkan misi atau menarik mundur semua pasukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-4911604842912125755?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/4911604842912125755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=4911604842912125755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4911604842912125755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4911604842912125755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/04/kopassus.html' title='Kopassus'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-1451636666450307315</id><published>2008-04-25T08:37:00.000+07:00</published><updated>2008-04-25T10:36:28.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Als Ik Een...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Chinees Was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika aku seorang chinese, aku tidak akan merambah hutan milik bangsa lain sampai habis hanya untuk menumpuk kekayaan pribadi yang tidak pernah saya nikmati. Begitu banyak harta menumpuk, tetapi saya tidak menikmati enaknya makanan karena semuanya berkolesterol tinggi sedangkan tubuh saya mulai keropos karena kerja berat sepanjang masa muda saya. Tulang-tulang saya mulai keropos karena usia yang sudah renta dan masa muda yang tidak terjaga karena terlalu pelit untuk membeli suplemen berkalsium tinggi, setiap sen yang keluar terasa seperti pemborosan yang tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika saya seorang chinese, saya tidak akan memanipulasi jumlah produksi perusahaan saya untuk mengelabuhi petugas pajak. Saya akan membayar pajak sesuai dengan kewajiban saya, tanpa uang suap yang menghancurkan moralitas petugas pajak. CSR terhadap lingkungan sekitar akan menjadi prioritas karena saya hidup bukan di tanah air sendiri, sebagai pendatang yang baik maka saya akan berusaha memakmurkan daerah sekitar saya dan bukan malah menggaji pegawai dengan gaji yang minimum sehingga tidak ada cukup tabungan untuk hidup di hari tua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mosleem Was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika saya mengaku seorang muslim maka saya tidak akan meledakkan sebuah kafe hanya karena saya tidak menyukai seseorang di dalam kafe tersebut. Saya tidak akan meledakkan diri di tengah-tengah saudara saya hanya karena kami berbeda pendapat tentang sesuatu hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;SBY Was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika saya seorang SBY, akan saya hukum mati semua penjarah hutan, para pejabat korup, bandar besar narkoba, dan hakim yang tidak adil. Akan saya usir pengusaha chinese yang tidak jujur (dan jika kebanyakan pengusaha memang tidak jujur, maka akan saya pertimbangkan untuk mengusir semua chinese dari Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wakil Rakyat Was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika saya seorang wakil rakyat, saya tidak akan menuntut uang tunjangan pada saat rakyat masih kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;EVP Portofolio Was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika saya seorang EVP Portofolio yang mengatur semua pengeluaran uang perusahaan, saya tidak akan menunda-nunda droping dana untuk akomodasi dan konsumsi karyawan yang dilapangan sehingga meskipun proyek merugi, namun karyawan masih tetap mendapatkan haknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-1451636666450307315?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/1451636666450307315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=1451636666450307315' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1451636666450307315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1451636666450307315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/04/als-ik-een.html' title='Als Ik Een...'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-4137810916041946197</id><published>2008-04-24T09:09:00.000+07:00</published><updated>2008-04-24T10:47:13.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Biofuel : Sehijau Itukah?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pengembangan biofuel menjadi banyak dipertanyakan lagi, apakah biofuel memang layak disebut sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan. Biofuel sendiri mungkin tidak perlu dipertanyakan "keramah-lingkungannya", namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah perkebunan yang menghasilkan bahan baku biofuel tsb sudah ramah lingkungan?. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di Indonesia, biofuel (terutama biodiesel dan bioethanol) dibuat dari crude palm oil (CPO) untuk biodiesel dan singkong atau tebu untuk bioethanol. Baik CPO, singkong, maupun tebu merupakan tanaman perkebunan dan sering kali perkebunan dibuka dari konversi hutan. Konversi hutan menjadi perkebunan ini yang kemudian menjadikan sifat ramah lingkungan biofuel dipertanyakan. Masih ingat bagaimana setiap tahunnya negara-negara tetangga kita complain tentang kabut asap yang kita ekspor? itu hanya salah satu efek jangka pendek dari konversi hutan ke perkebunan. Efek jangka panjanganya tentu lebih berbahaya, global warming dan climate change.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hutan merupakan salah satu penyeimbang kadar CO2 di atmosfer dan menghasilkan O2 yang kita butuhkan. Itulah mengapa hutan disebut sebagai paru-paru bumi. Apa jadinya jika hutan yang merupakan ekosistem yang kompleks dimana didalamnya terdapat bermacam-macam flora dan fauna dikonversi menjadi perkebunan yang hanya terdapat satu jenis tanaman. Tentunya akan terjadi ketidakseimbangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana solusinya? Alasan pemakaian lahan hutan untuk menjadi tanah perkebunan adalah karena kesuburannya. Tanah yang ditumbuhi banyak tanaman tentu lebih subur dibanding dengan tanah tandus dan gersang yang tidak ada tanamannya. Hal ini menjadikan para pengembang lebih suka membuka hutan untuk perkebunan daripada mengembangkan daerah-daerah kritis untuk menjadi perkebunan. Yang dibutuhkan disini adalah regulasi yang tepat, hakim yang jujur, wasit yang fair, dan pengawasan yang ketat untuk menentukan daerah-daerah yang boleh dikonversi menjadi perkebunan. Hutan adalah daerah yang highly prohibited untuk dijadikan perkebunan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lahan-lahan kritis yang ada harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Lahan kritis yang berasal dari penebangan liar harus dikembalikan menjadi hutan, dan lahan kritis yang memang bukan berasal dari hutan dapat dikonversi menjadi hutan, mahal memang namun bukan berarti tidak bisa. Ditanami dengan tumbuhan perintis, dicampur dengan kompos, dengan penambahan cacing tanah untuk penggembur, dll tentunya akan bisa mengubah tanah kritis menjadi subur, yang diperlukan hanya kesabaran, dan memang modal yang diperlukan juga lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijau tidaknya biofuel tergantung pada kebijakan dan keberanian SBY..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-4137810916041946197?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/4137810916041946197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=4137810916041946197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4137810916041946197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4137810916041946197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/04/biofuel-sehijau-itukah.html' title='Biofuel : Sehijau Itukah?'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-3933794180181712903</id><published>2008-04-15T08:00:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T14:50:15.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Simple is Beautiful, Simple is Better</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Belajar dari salah satu sistem yang diterapkan toyota dalam manajemennya, menyederhanakan hierarki menjadikan pekerjaan berjalan dengan lebih baik. Tidak banyaknya lapisan manajemen dapat mempermudah koordinasi. Karena setiap orang mempunyai daya pemahaman yang berbeda, maka bisa saja visi (tujuan) yang ingin dicapai oleh pimpinan perusahaan menjadi bias sehingga tim pelaksana tidak dapat optimal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hal yang sama terlihat di struktur organisasi yang ada di Gasohol project ini. Ada beberapa sistem yang seharusnya bisa disederhanakan. Secara garis besar, ada dua fungsional yang berbeda, field engineer dan tim konstruksi yang masing-masing dibawahi oleh seorang chief field engineering dan general superintendent, tim mechanical terdiri dari engineer dan kosntruksi yang masing-masing bertanggung jawab pada orang yang berbeda, begitu juga dengan tim piping, electrical, dan intrument, satu tim tetapi tidak satu tubuh. Selain mempersulit koordinasi, juga membuat birokrasi menjadi lebih rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penyederhanaan struktur organisasi perlu dilakukan untuk mempermudah koordinasi, dan juga menyederhanakan hieharki yang berujung pada penghematan pengeluaran. Karena koordinasi yang efektif berarti progress yang lebih cepat dan tepat. Struktur organisasi di site project harusnya cukup dengan seorang construction manager dan tim untuk masing-masing disiplin, yang masing-masing diketuai oleh seorang ketua tim. Jadi, hanya ada 3 tingkatan, construction manager, ketua tim, dan anggota tim. Seorang manager akan lebih dekat dengan bawahannya karena tidak terikat hierarki yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simple is beautiful..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-3933794180181712903?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/3933794180181712903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=3933794180181712903' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3933794180181712903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3933794180181712903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/04/simple-is-beautiful-simple-is-better.html' title='Simple is Beautiful, Simple is Better'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-5674186572792736653</id><published>2008-03-24T19:07:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T14:50:15.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>(Hampir) Semua yang Direncanakan Tidak Sesuai Target (Why..!)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salah satu permasalahan yang ada sekarang ini adalah masalah scheduling. Sebenarnya sudah menjadi permasalahan klasik, tetapi sepertinya dari dulu sampai sekarang belum ada juga schedule yang "benar" dalam artian progress yang tercapai sesuai dengan apa yang di schedule kan. Dengan berbagai "pengalaman" selama lebih dari setahun dalam mengerjakan proyek ini harusnya berbagai halangan-halangan yang menyebabkan delay-nya proyek ini dapat di identifikasi sehingga seharusnya schedule yang dibuat pun sesuai dengan kondisi actual, bukan schedule yang "dipaksakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa schedule menjadi begitu penting? karena banyak sekali keterkaitan schedule dengan masalah-masalah lain, terutama aspek komersial. Suatu proyek di perkirakan akan selesai dalam 12 bulan dan kemudian molor menjadi 18 bulan tentu akan berefek pada pembangkakan biaya proyek, hal ini jika tidak diperkirakan dari awal tentu akan sangat berpengaruh pada pengaturan keuangan dalam proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah, bagaimana membuat schedule yang akurat? Sebenarnya, dengan melihat pola-pola yang ada, seharusnya waktu penyelesaian suatu pekerjaan bisa diprediksi dengan akurat. Masalah-masalah seperti keterlambatan material, kondisi cuaca, tools, dll seharusnya dikonsider dalam panyusunan schedule, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tanpa menyalahkan pada kondisi cuaca atau kedatangan material yang terlambat. Yang terjadi sekarang adalah schedule di buat dalam kondisi optimis yang berlebihan tanpa memperhatikan faktor-faktor seperti hujan atau pembayaran yang terlambat. Hujan, misalnya, pada musim penghujan seperti ini, hujan hampir dapat dikatakan setiap hari terjadi pada sore hari sekitar pukul 15.00 sehingga praktis jam kerja hanya dari jam 08.00 hingga 15.00 (6 jam dengan 1 jam istirahat), dengan dasar ini, produktivitas pekerja tentu saja tidak bisa diharapkan akan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan  visi yang cukup tajam untuk menganalisa kondisi lapangan dan juga dapat berfikir strategic untuk dapat membuat planning yang akurat. Planning ini harus dibuat oleh masing-masing disiplin baru kemudian dikoordinasikan dengan disiplin-disiplin terkait untuk memfinalkan schedule-nya karena kebanyakan pekerjaan-pekerjaan yang ada adalah sequensial dari disiplin lain. Dari schedule inilah kemudian ditentukan waktu penyelesaian proyek. Yang terjadi sekarang schedule overall disusun baru kemudian di distribusikan ke masing-masing disiplin untuk menyesuaikannya. Akibatnya, beberapa schedule menjadi "imposible" yang tetap dipaksakan dan target yang tidak terpenuhi karena mamang waktu yang diberikan tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susun realistic target dan lampaui, bukan optimistic target dan delay..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-5674186572792736653?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/5674186572792736653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=5674186572792736653' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/5674186572792736653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/5674186572792736653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/03/hampir-semua-yang-direncanakan-tidak.html' title='(Hampir) Semua yang Direncanakan Tidak Sesuai Target (Why..!)'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-6382651087371024507</id><published>2008-03-22T17:51:00.000+07:00</published><updated>2008-03-22T18:28:16.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jelajah'/><title type='text'>Pangrango Apa Kabar</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu sudah menunjukkan March 22, tapi musim hujan masih juga belum menunjukkan tanda-tanda akan beranjak. Entah karena musim sudah bergeser atau kalender perlu direvisi "lagi", yang jelas planningku untuk menguji fisik dan mental di gunung Pangrango atau Sindoro-Sumbing jadi tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Juli tahun lalu, belum lagi kurasakan asyiknya naik gunung. Sudah lama aku kangen pada sejuknya udara gunung, pada tebing cinta yang hampir tegak 90 derajat, pada kandang badak yang selalu memberi harapan akan dekatnya puncak, pada dinginnya udara di puncak ketika matahari terbenam, pada asap yang memerihkan mata ketika kompor spiritus dinyalakan dalam tenda sehingga asapnya memenuhi tenda, pada penjual nasi uduk yang pagi-pagi buta sudah tiba di perkemahan, dan hal-hal gila yang hanya terjadi di atas sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi musim hujan seperti ini pasti akan sangat menantang untuk sekali lagi menginap di puncak gunung Gede Pangrango atau setidaknya di kandang badak lah. Suasana pasti akan lebih dingin dan licin, menuntut persiapan fisik, mental, dan modal yang lebih dari biasanya karena harus weatherproof, waterproof , dan juga terpeselet-proof (kalau dalam standart API ini mungkin perlu IP88 untuk menaklukkan Gede Pangrango pada musim hujan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, Pangrango apa kabar ya sekarang ini...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-6382651087371024507?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/6382651087371024507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=6382651087371024507' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6382651087371024507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6382651087371024507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/03/pangrango-apa-kabar.html' title='Pangrango Apa Kabar'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-5256870500835995682</id><published>2008-03-20T08:39:00.000+07:00</published><updated>2008-03-20T13:12:44.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Paperless Project</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setiap lembar kertas dihasilkan dari serpihan-serpihan batang kayu dan bersama itu juga dihasilkan limbah cair dan gas yang berbahaya. Sering kali kita tidak sadar bahwa dari setiap lembar kertas yang kita pakai, ada sekian banyak limbah yang kita hasilkan, baik pada saat proses produksi kertas itu sendiri atau pada saat kita membuang kertas karena hasil cetakan yang tidak sesuai. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di setiap proyek yang ada di perusahaanku, ada bertumpuk-tumpuk kertas yang dihabiskan setiap harinya. Setiap dokumen yang keluar-masuk, hasil MOM yang di distribusikan, comments untuk setiap paper work, dll  semuanya dicetak  menggunakan kertas.  Kebiasaan kah? mungkin iya, efektifkah? mungkin tidak, apakah memang ini sudah benar? menurutku mungkin tidak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Coba kita ambil contoh, distribusi / disposisi arrangement drawing dari tim mechanical misalnya, selama ini drawing yang dikeluarkan oleh satu departemen selalu didistribusikan ke departement-departemen lain (yang kita bicarakan disini adalah distribusi intern) dengan menggunakan kertas. Padahal jika kita perhatikan, distribusi menggunakan kertas memerlukan proses yang lebih lama karena harus fotokopi dulu baru kemudian didistribusikan ke masing-masing meja secara langsung. Kadang hanya karena masalah ini, suatu dokumen bisa terlambat didistribusikan sehingga akan menghambat progress proyek. Dan lagi, distribusi intern kan tidak ada hubungannya dengan klien sehingga tidak mengganggu formalitas dari segi prosedural. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lesson learned untuk perbaikan kedepannya :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Koordinasi setiap tim dalam proyek harus lebih bagus sehingga tidak boleh ada anggota tim yang merasa tidak menerima dokumen dengan alasan dokumen tersebut diterima tidak dalam bentuk print out.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Drawing hanya di cetak jika memang sudah final atau untuk approval / construction, drawing yang hanya "for information", walaupun untuk didistribusikan ke klien (sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu di awal) di distribusikan dalam bentuk softcopy (dalam format pdf) melalui email, ingat transmital juga bisa diperoleh lewat email.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hanya "for approval / for construction" dokumen yang di distribusikan dalam bentuk print out&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kenapa harus paperless? yang pertama, distribusi dokumen tanpa kertas akan lebih cepat (menghemat waktu dan cost), dan yang pasti paperless akan lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan sampah. Saving cost and environment..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-5256870500835995682?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/5256870500835995682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=5256870500835995682' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/5256870500835995682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/5256870500835995682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/03/paperless-project.html' title='Paperless Project'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8324261561205010914</id><published>2008-03-19T10:38:00.000+07:00</published><updated>2008-03-20T13:12:44.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Daily Meeting : Efektifkah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Komunikasi merupakan salah satu hal yang paling penting dalam mengeksekusi proyek. Dalam proyek, komunikasi salah satunya dilakukan dalam daily meeting. Tapi, seberapa efektifkah daily meeting dengan melibatkan semua tim mulai dari level supervisor hingga superintendent digunakan sebagai sarana komunikasi? Berikut beberapa hal yang terjadi dalam commissioning daily meeting yang menurutku perlu sedikit diperbaiki :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kebanyakan kegiatan di proyek melibatkan kegiatan-kegiatan yang jangka waktu penyelesaiannya lebih dari 1 hari, sehingga kebanyakan hal yang dibahas belum akan ada perubahan yang signifikan dari hari-ke hari. Untuk 3 jam waktu yang dihabiskan, ini tentu tidak efektif mengingat level supervisor harusnya lebih sering berada dilapangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Daily meeting mengagendakan hal-hal yang detail sehingga memerlukan waktu yang lebih lama (hingga 3 jam), dalam yang lama ini tentu saja konsentrasi tidak dapat terfokus dan kebanyakan hanya menghasilkan rasa bosan pada meeting, hal ini harus dihindari karena seharusnya meeting adalah tempat menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan antar divisi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam pembahasan yang detail, tiap tim akan mendapatkan giliran masing-masing untuk menyampaikan progressnya. Banyaknya anggota meeting yang hadir menyebabkan masing-masing orang hanya menyampaikan dalam waktu yang singkat atau dengan kata lain, porsi diam seseorang akan lebih banyak daripada porsi bicaranya. Wasting time..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beberapa perbaikan perlu dilakukan, dengan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meeting hanya dihadiri oleh superintendent saja, masing-masing tim hanya diwakili maksimum 1 orang  saja dengan catatan bahwa masing-masing superintendent harus mengupdate progressnya dengan laporan dari masing-masing supervisor. Tidak perlu memanggil supervisor untuk meeting hanya untuk menanyakan progress pemasangan handrail. Lebih advance jika semua laporan dari masing-masing SI dapat diterima oleh general superintendent, sehingga tim konstruksi hanya perlu diwakili oleh GSI.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu meeting harus dibatasi hanya dengan maksimal 1 jam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tim engineering hanya perlu diwakili oleh chief field engineering saja (CFE).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tim pre-commissioning hanya perlu diwakili 1 orang saja, sehingga total anggota meeting tidak lebih dari 10 orang dimana masing-masing orang akan labih aktif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Hal yang perlu dipikirkan adalah waktu 3 jam yang dihabiskan untuk meeting yang kadang-kadang tidak mengubah progress karena semua masih in progress dalam artian belum selesai karena memang perlu waktu yang lebih dari sehari. Meeting besar dengan melibatkan semua anggota tim dapat dilakukan pada weekly meeting.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8324261561205010914?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8324261561205010914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8324261561205010914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8324261561205010914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8324261561205010914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/03/daily-meeting-efektifkah.html' title='Daily Meeting : Efektifkah?'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-393206223003778361</id><published>2008-03-12T08:37:00.000+07:00</published><updated>2008-03-20T13:12:44.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Kaizen</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Dalam bahasa jepang, kaizen berarti perbaikan tanpa henti. Walaupun sebenarnya kata ini di bawa oleh tentara pendudukan AS untuk membangun kembali Jepang menghalau ekspansi komunis di Asia timur pasca PD II, namun pada akhirnya konsep ini jauh lebih berkembang di Jepang sendiri dibandingkan di AS.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Bagaimana menciptakan kaizen? Ada tiga tahapan dalam siklus berkelanjutan yang harus dilewati, ciptakan standar, ikuti standar, ciptakan cara yang lebih baik, dan ulangi siklus ini secara berkelanjutan. Tidak ada kata selesai bagi kaizen.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Standar yang dimaksud dalam kaizen ini (atau standar yang seharusnya) bukanlah sesuatu yang kaku dan tidak bisa diubah, tetapi malah sesuatu yang dinamis dan selalu berubah. Jika ada yang lebih baik, maka standar akan dirubah sesuai dengan cara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Untuk menciptakan kaizen tentu saja diperlukan banyak ide, ide-ide yang sebenarnya berasal dari bawah (ini karena orang-orang pelaksanalah yang tahu pasti detail pekerjaan yang dilakukan). Ide-ide dari bawah ini harus dapat mengalir dengan sendirinya, karena seharusnya bagi eksekutor ide-ide yang dikeluarkannya tentu yang mempermudah pekerjaannya. Jadi memang dari dan untuk diri sendiri, makanya ide-ide ini secara otomatis akan mengalir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Namun, ada kebiasaan yang menghambat keluarnya ide-ide ini. Kebanyakan dari kita akan mendapat penghargaan jika mempunyai ide-ide. Jadi ide di identikkan dengan tambahan pendapatan. Kenapa hal ini salah? Jika setiap ide (yang sebenarnya memudahkan diri sendiri dalam pekerjaan) dinilai dengan uang (misalnya), maka orang hanya akan berlomba-lomba mengeluarkan ide-ide yang kebanyakan diantaranya tidak berguna / tidak menyentuh pada kemudahan pekerjaannya. Ide hanya untuk mendapatkan tambahan penghasilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Kesalahan seperti ini sebenarnya sudah dilatihkan sejak di bangku sekolah. Guru / dosen mendorong murid untuk belajar demi mendapatkan nilai yang bagus semata, akibatnya murid hanya mempelajari hal-hal yang akan diujikan. Belajar hanya dilakukan untuk mendapatkan nilai yang bagus, bukan untuk mendapatkan pengetahuan. Padalah bukan nilai tapi pengetahuanlah yang dibutuhkan oleh setiap murid. Sistem pendidikan yang ada "memaksa" murid untuk mencari pengetahuan sesuai dengan keinginan guru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Sebagai contoh, seorang nenek tinggal di dekat taman yang tiap harinya berisik oleh anak-anak yang bermain. Lama-kelamaan si nenek jengkel karena menginginkan suasana yang tenang. Akhirnya suatu hari sang nenek mengumpulkan anak-anak yang biasa bermain disekitar taman dan mengatakan bahwa dia suka dengan suasana ramai yang diciptakan oleh anak-anak, tetapi akhir-akhir ini pendengarannya agak berkurang. Dia meminta anak-anak untuk tetap ramai dan memberikan Rp. 2000 per anak per hari. Beberapa hari kemudian dengan alasan keberatan untuk mengeluarkan Rp. 2000 untuk setiap anak, maka bayaran diturunkan menjadi Rp. 1500, berikutnya lagi diturunkan menjadi Rp. 1000, dan kemudian Rp. 500, dan akhirnya dengan alasan tidak mampu maka setiap anak tidak mendapatkan upah. Anak-anak pun marah dan tidak mau lagi bermain di sekitar taman itu. Sang nenek berhasil membuat suasana tenang. Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa tanpa dibayarpun sebenarnya anak-anak tersebut akan terus bermain karena itu adalah kebutuhan mereka. Dengan dibayar, anak-anak justru merasa bahwa bermain adalah kebutuhan nenek, akibatnya mereka tidak mau bermain kalau tidak dibayar. Sama halnya dengan ide, ide sebenarnya muncul untuk memudahkan pekerjaan sendiri, karyawan tidak berfikir mengeluarkan ide untuk membantu manajemen, namun karena setiap ide dinilai dengan penghasilan maka karyawan merasa bahwa idenya tersebut adalah untuk manajemen, sehingga ketika penghasilan yang didapat dari ide tidak ada, ide pun menjadi macet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“tugas abadi seorang engineer adalah meningkatkan effisiensi, kaizen” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-393206223003778361?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/393206223003778361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=393206223003778361' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/393206223003778361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/393206223003778361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2008/03/kaizen.html' title='Kaizen'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8021544339402394080</id><published>2007-12-09T14:00:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T21:06:33.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Mendinginkan Ruang dengan Memanaskan Bumi?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Terletak di daerah tropis menjadikan Indonesia adalah tempat yang cukup hangat (dan nyaman sebenarnya). Kondisi iklim membuat sebagian orang merasa tidak nyaman (gerah) karena temperatur rata-rata memang lebih tinggi dibanding negara lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mengatasi kondisi alam yang "tidak sesuai", orang banyak menggunakan pengatur suru ruangan (Air Conditioner) untuk membuat ruangan menjadi lebih nyaman. Memang sekilas ini adalah cara yang paling mudah untuk kenyamanan. Tapi sadarkah kita bahwa dengan menggunakan AC untuk mendinginkan ruangan, kita telah berperan dalam memanaskan bumi. AC memerlukan fluida yang dapat menguap pada suhu rendah, kebanyakan masih berupa CFC (sering disebut freon). Freon adalah zat penghancur lapisan ozon (lapisan pelindung bumi yang terbuat dari tiga atom oksigen yang saling berikatan lemah) yang paling efektif. Freon menjadi katalis dalam proses penguraian ozon menjadi oksigen, akibatnya, lapisan ozon akan terkikis dan energi matahari akan dapat dengan mudah sampai di bumi, dan yang terjadi berikutnya adalah naiknya temperatur rata-rata bumi (pemanasan global).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berbahaya karena freonnya, penggunaan AC yang berlebihan juga menyedot banyak energi listrik. Listrik sendiri kebanyakan dibangkitkan dari proses pembakaran batu bara, minyak, ataupun gas, yang tentu saja menghasilkan CO2 yang juga berperan dalam pembentukan efek rumah kaca. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dari segi kesehatan sendiri, sebenarnya penggunaan AC juga tidak dianjurkan karena udara yang ada di ruangan hanya disirkulasi saja. Memang teknologi yang ada sekarang dapat menghilangkan kotoran, debu, bakteri, bahkan virus yang ada diudara, tetapi udara yang kita hirup dan disirkulasi terus-menerus tentu saja kadar CO2 nya akan meningkat. Tingginya kadar CO2 dapat mempengaruhi kondisi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyiasati kondisi iklim tropis dapat dilakukan dengan menanam vegetasi yang cukup di sekitar tempat tinggal dan rancangan bangunan yang sesuai dengan iklim tropik. Bukan dengan memasang AC kapasitas besar yang selain tidak sehat juga merusak lingkungan. Mendinginkan ruang dengan memanaskan bumi?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hindari penggunaan AC yang berlebihan. Hindari menggunakan AC hingga temperatur rendah, tetapi jaket/selimut tetap dipakai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan nyaman, pakaian yang gerah akan memaksa kita menekan tombol AC lebih sering&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gunakan vegetasi disekitar rumah/kantor untuk mengatur temperatur ruangan, sekaligus menyediakan udara segar yang cukup&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desain rumah/kantor sesuai dengan kondisi iklim tropis. Gunakan atap yang cenderung tinggi dan ventilasi/sirkulasi udara yang bagus untuk membuat suasana menjadi lebih segar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8021544339402394080?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8021544339402394080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8021544339402394080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8021544339402394080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8021544339402394080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/12/mendinginkan-ruang-dengan-memanaskan.html' title='Mendinginkan Ruang dengan Memanaskan Bumi?'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-5389612916911734441</id><published>2007-12-09T12:30:00.000+07:00</published><updated>2007-12-09T13:01:37.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Bioethanol, an Introduction</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bioethanol is alternative fuel to gasoline that made from renewable resources. There is three kind of resource: sugar base (sugar cane, molasses, sugar bit, etc), starch base (corn, cassava, sago, etc), and cellulose base (wood, rice musk, grass, etc).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sugar base bioethanol is the most simple process. Sugar source can directly fermented by yeast to produce ethanol. Brazil produce ethanol from molasses, side product from sugar cane processing. Brazilian have perfect geographical condition to expand their cane farm. Cane should be farmed at sun rich land, mostly country at earth equator suitable for cane farm.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Difference with Brazil, US produce ethanol from starch base. US climate is not suitable for cane farm. They produce ethanol mostly from corn. There is two step corn to ethanol, liquefaction and fermentation. Liquefaction aimed to convert starch to sugar, and the next step (after liquefaction) is mostly same with sugar base ethanol.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cellulose base bioethanol is the most complex and difficult technology since there is quite hard to crack cellulose into more simple molecule like carbohydrate or starch. Some scientist study to find more simple way to reduce molecular length by acidification. Cellulose treated with strong acid to produce simpler starch molecule, this process also produce some by product like carbon, carbon dioxide, volatile matter, etc. Simpler starch molecule then seeded to liquefaction and fermentation process to produce ethanol. Even though it is the most difficult, but cellulose base ethanol can be one of solution to produce cheap environment friendly fuel since its can convert cellulose from wood waste, farm waste, etc to ethanol.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indonesia have much source for ethanol. Indonesia have tropical climate that suitable for cane farm, Indonesia climate also suitable produce starch or cellulose. The only problem is its productivity. Cane should have around 12% yield to sugar cane, but in Indonesia it is only 6-7%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Other problem to develop renewable energy in developing country is competition with food. Producing ethanol from starch will disturb food supply and demand. The effect is starch for food price is increasing because starch demand increasing. This effect can be shown at crude palm oil case. Before hegemony of renewable energy, crude palm oil price is only 200-300 USD per tons, but now CPO price can reach up to 900 USD per tons. This problems can be solved with government regulation in market quota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bioethanol from cassava&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cassava root is one of source for starch. Cassava plant can growth well, even without any maintenance and fertilizer, at tropical climate, like in Indonesia. Cassava plantation can be found in Lampung, around 200 km from Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cassava can be converted to ethanol by fermentation. Cassava starch slurry must be treated with enzymatic process to convert most of starch to fermentable sugar. This process called liquefying. In this process, cassava slurry is heated to remove any microbial contaminant, then add liquefying enzyme to convert starch to sugar. Starch will be very viscous at high temperature, called gelatination, so viscosity reduction enzyme is needed.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Converted starch then can be easily to fermented to produce ethanol. Fermented sugar (ethanol) can be purified in distillation and dehydration process to produce fuel grade ethanol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ethanol have similar characteristic compared with gasoline, and even better. Ethanol have octane number (performance parameter of gasoline) higher than 100 while gasoline only around 88. This properties is very important to engine performance. Ethanol can also mixed with gasoline to improve its quality without&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;addition of lead anymore. As we know that lead is very dangerous pollutant in fuel. Lead can decrease children intelligent.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ethanol fuel also very clean to burn and have renewable resource. CO2 from combustion of ethanol process came from CO2 in the atmosphere that converted into starch by cassava or other starch source plant, so burning bioethanol will not affected to CO2 balance in the atmosphere. That why bioethanol is called environment friendly fuel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-5389612916911734441?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/5389612916911734441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=5389612916911734441' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/5389612916911734441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/5389612916911734441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/12/bioethanol-introduction.html' title='Bioethanol, an Introduction'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-4692298614262857645</id><published>2007-10-04T10:48:00.000+07:00</published><updated>2007-10-04T10:51:26.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Antara Salah dan Benar</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“Sebenarnya, benar dan salah tak pernah ada! Yang ada adalah kepentingan! Dimana ada kepentingan, disitu lahir benar dan salah. Dan, benar dan salah sifatnya subjectif sekali. Padahal kalau manusia mau berfikir lebih arif sedikit, kehadiran manusia di jagad semesta ini bukan atas kehendak sendiri, tetapi ada yang berkehendak. Maka yang berkehendak itulah yang punya kepentingan. Jadi, kalau kehendak Gusti diambil alih oleh kawulanya sehingga kawula yang punya kehendak, maka malapetaka besar akan selalu dialami kawulanya. Karena, manusia diperbudak oleh akalnya, yang membuat manusia jadi ketakutan siang dan malam”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“Lalu apa gunanya akal buat kita”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“Agar kita bisa berfikir bahwa akal itu sering memperdaya kita. Benar dan salah jangan dijabarkan dengan akal tetapi dengan ketulusan hati”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“Mengapa para &lt;i style=""&gt;pandhita&lt;/i&gt; yang dan pemuka agama yang ‘makan-tidurnya’ adalah kitab suci, doa, dan sembahyang, justru perangai, tindakan, dan ucapannya penuh kebencian dan dendam, tidak mencerminkan ketulusan hati mereka?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“Karena keyakinan yang mereka percaya itu dilandasi dengan hawa nafsu”. “Dalam hidup ini, banyak yang ingin diketahui orang. Tapi setelah tahu, apakah keinginan tahu orang akan terselesaikan?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“Bagaimana orang bisa tahu kalau tidak didorong oleh rasa ingin tahu?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Mengetahui bukan dari rasa ingin tahu, tapi dari mengamati proses kejadian sendiri tanpa dicemari kepentingan apapun!"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“Tanpa kepentingan, bagaimana orang bisa menemukan kebenaran?”&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;“Dalam kebenaran tidak terdapat kepentingan. Bila dalam kebenaran dimasukan kepentingan, maka kebenaran itu akan lenyap dengan sendirinya”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“lalu, apa jalannya mencapai kebenaran?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“Tak ada jalan menuju kebenaran, itu datang sendiri padamu. Kebenaran dapat datang hanya ketika pikiran dan hatimu sedernaha, jernih, dan ada kasih sayang dalam hatimu, bukan bila hatimu dipenuhi dengan hal-hal dari pikiranmu. Bila ada kasih sayang di dalam hatimu, kau tak akan bicara tentang kepercayaan, kau tak akan bicara tentang pembagian kekuasaan atau kekuasaan yang menciptakan pembagian, kau tak perlu mencari perukunan. Maka kau adalah orang yang sederhana tanpa embel-embel.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“Apakah yang dimaksud, tanpa embel-embel?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;“Kau harus menganggalkan semua rancangan dan angan-angan yang ada dalam pikiranmu dan membiarkan kebenaran datang terwujud. Ini hanya datang saat pikiran tanpa beban, ketika pikiran berhenti mencipta. Kebenaran itu datang tanpa perlu kau undang, berhembus seperti angin dan tanpa diketahui”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-align: right; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;- &lt;i style=""&gt;Legenda Ken Arok&lt;/i&gt; –&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-4692298614262857645?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/4692298614262857645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=4692298614262857645' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4692298614262857645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/4692298614262857645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/10/antara-salah-dan-benar.html' title='Antara Salah dan Benar'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-6245332387900341275</id><published>2007-09-20T12:16:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T14:38:54.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Apa Benar ini Bencana Alam..</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Desember tiga tahun lalu, gempa besar yang berujung pada gelombang tsunami telah memporak-porandakan Aceh dan daerah-daerah sekitarnya. Belum selesai Aceh di-recovery dari bencana mematikan itu, gempa besar menguncang Jogja dan sekitarnya, kemudian laut selatan Jawa bagian barat, dan yang baru-baru ini adalah di sekitar Sumatera Barat dan Bangkulu. Rangkaian gempa ini apakah memang murni bancana alam yang terjadi akibat pergeseran dua lempeng bumi? Ataukan ada sebab lain yang mendorong pergeseran ini menjadi lebih agresif?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Lapisan permukaan bumi terdiri dari lempeng-lempeng yang masing-masing saling bergerak dengan sangat pelan (sekitar 5 cm/tahun). Dari hasil pergerakan inilah muncul gunung yang menjulang tinggi atau dataran rendah yang luas. Jika kemudian pergerakan ini terjadi dengan ‘agresif’ apakah itu suatu hal yang normal dan harus diterima apa adanya tanpa koreksi ataukah merupakan suatu pertanda bahwa bumi makin rapuh dan menuntut ‘perawatan’ intensif setalah berabad-abad dirusak?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Belum ada data ilmiah yang mengatakan, tetapi aku berpendapat gerakan agresif lempeng bumi ini berkaitan dengan kegiatan di atas permukaan bumi. Naiknya temperatur rata-rata bumi mendorong mencairnya salju di kutub, perubahan aliran air laut, perubahan cuaca bumi, dll. Akibat perubahan-perubahan yang relatif cepat ini berakibat pada ketidakseimbangan kondisi didalam bumi yang akhirnya terlihat dari gerakan-gerakan lempeng bumi yang makin agresif. Apakah bumi akan hancur lama-kelamaan akibat pergerakan agresif ini? Bisa jadi..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Bumi terdiri dari inti yang bertemperatur tinggi, dibungkus oleh lapisan tipis yang berupa lempeng-lempeng yang bergerak dan mudah patah. Kondisi yang tidak seimbang akan berdampak buruk pada kondisi lapisan kulit bumi. Kita hidup diatas lapisan yang sangat tipis yang sewaktu-waktu bisa rusak. Kita ibarat hidup di atas bom waktu yang sangat besar, tinggal usaha kita untuk menjaga lapisan pecah belah bumi dapat bertahan lama atau membiarkannya rusak lebih cepat..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-6245332387900341275?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/6245332387900341275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=6245332387900341275' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6245332387900341275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6245332387900341275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/09/apa-benar-ini-bencana-alam.html' title='Apa Benar ini Bencana Alam..'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-1244623074024229493</id><published>2007-09-20T11:01:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T11:11:15.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Energy [R]evolution</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;Salah satu artikel di website greenpeace mengatakan bahwa pada tahun 2005 keuntungan exxon mobil mencapai rekor terbesar, pada tahun itu juga peneliti lingkungan mengatakan bahwa bumi berada pada temperatur terpanas. Memang tidak ada kaitan langsung antara keuntungan exxon mobil dengan temperatur bumi, tetapi setidaknya diketahui bahwa naikknya temperatur bumi disebabkan oleh makin menumpuknya gas rumah kaca di atmosfer. Gas rumah kaca, sebagian besar terdiri dari karbon dioksida (CO2) yang merupakan hasil pembakaran, akan memerangkap energi panas yang dilepaskan matahari didalam atmosfer bumi. Akibatnya adalah makin panasnya bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;Bahan bakar yang sebagian besar berupa hidrokarbon dari minyak bumi (bahan bakar fosil) dibakar untuk menghasilkan listrik, panas, gerak, dll. Semakin banyak bahan bakar fosil digunakan maka semakin banyak pula gas rumah kaca yang dihasilkan artinya semakin tinggi juga temperatur bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;Bahan bakar fosil terdiri dari unsur karbon dan hidrogen yang ada didalam bumi. Penggunaan bahan bakar ini akan memindahkan karbon yang ada di perut bumi ke luar (atmosfer). Karbon yang sudah keluar tidak mengalami siklus (masuk kedalam bumi lagi) karena pembentukan minyak bumi berlangsung selama jutaan tahun. Karena tidak adanya siklus ini maka lama-kelamaan jumlah karbon, dalam bentuk karbon dioksida, di atmosfer akan terakumulasi sehingga kadar karbon dioksida di atmosfer meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;Pencegahan akumulasi karbon dioksida di atmosfer dapat dilakukan dengan mengganti bahan bakar fosil menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan atau bahan bakar renewable. Mengapa harus bahan bakar renewable? Bahan bakar renewable mempunyai siklus karbon yang singkat, sehingga tidak akan menyebabkan akumulasi karbon dioksida di atmoster. Selain itu, sumber energi ramah lingkungan seperti energi matahari, angin, pasang surut laut, tenaga air, panas bumi juga merupakan alternatif yang mempunyai potensi sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;Saat ini, ketergantungan akan bahan bakar fosil sangatlah besar. Bahkan hanya untuk mendapatkan energi ini, ribuan bahkan mungkin jutaan nyawa dikorbankan. Perang banyak yang dimulai dari perebutan ladang-ladang minyak. Ribuan ton bom dijatuhkan hanya untuk menguasai ladang minyak. Sedemikian besar ketergantungan akan minyak sehingga untuk menggantinya dengan bahan bakar lain bukanlah merupakan hal yang mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Beberapa bahan bakar alternatif telah bisa digunakan sebagai komplementer ataupun substitusi untuk minyak bumi. Bioethanol digunakan untuk campuran gasolin, biodiesel digunakan untuk campuran solar, bio-oil untuk kerosin, biogas untuk gas alam, dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="IN" &gt;Makin tingginya kesadaran akan lingkungan mendorong manusia untuk berbuat lebih baik untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan yang parah. Bahan bakar ramah lingkungan mulai digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil. Walaupun masih jauh dari ‘menggantikan’ namun setidaknya ada usaha untuk mengurangi kerusakan yang sudah sedemikian parah akibat pemanasan global. Bumi makin tidak terlindungi dari sinar matahari, air laut mulai naik akibat mencairnya salju ‘abadi’ di kutub bumi, kanker kulit mulcul sebagai akibat masuknya sinar ultraviolet matahari sampai di permukaan bumi, cuaca berubah, bumi makin panas. Ini adalah pilihan, apakah menunggu sampai kondisi ‘tak tertolong’ ataukah revolusi energi sekarang..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-1244623074024229493?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/1244623074024229493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=1244623074024229493' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1244623074024229493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1244623074024229493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/09/energy-revolution.html' title='Energy [R]evolution'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-7952729498022162496</id><published>2007-09-07T14:36:00.000+07:00</published><updated>2007-09-17T10:53:31.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Melubangi Jakarta</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, daerah dengan kepadatan tinggi, selalu sering mengalami masalah yang berhubungan dengan daya dukung alam seperti banjir dan kekeringan. Hampir pada setiap tahunnya, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; selalu kebanjiran pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Jumlah penduduk yang besar dan perilaku masyarakat yang tidak ‘bersahabat’ dengan alam seperti membuang sampah sembarangan, membuat bangunan-bangunan pada tanah resapan air, ‘menghalangi’ daerah resapan air dengan menutupi tanah dengan lantai semen/beton, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bukan hanya pemerintah yang harus bertanggung jawab dengan berbagai kerusakan lingkungan. Masyarakatlah yang seharusnya turut menjaga kelestarian lingkungan, setidaknya menjaga lingkungan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banjir di Jakarta pada dasarnya disebabkan karena daya serap tanah terhadap air yang berkurang, baik di Jakarta maupun daerah ‘pemasok’ air lainnya. Banyaknya bangunan di tempat resapan air dan berkurangnya jumlah pepohonan menjadi penyebab hilangnya daya serap air. Daerah di pegunungan yang tadinya berupa hutan, sekarang telah berubah menjadi daerah perumahan, villa, ataupun pertanian dan perkebunan. Selain itu, tanah di dataran rendah (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;) hamper sebagian besar tertutupi oleh perumahan, dan bahkan tanah kosong di sekitar rumah pun, yang seharusnya bisa menjadi daerah resapan air walaupun sedikit, telah tertutupi dengan lantai semen. Budaya membuang sampah juga turut andil dalam mendatangkan banjir. Sampah, walaupun hanya sebesar bungkus permen, namun jika hamper sebagian besar masyarakat membuangnya tidak pada tempatnya, maka akibatnya akan cukup besar. Selain itu, penyebab rendahnya daya resap tanah adalah kondisi mikroorganisme dalam tanah. Mikroorganisme ini berperan dalam menggemburkan tanah sehingga air mudah meresap ke dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kurangnya resapan air ini juga berakibat pada berkurangnya air pada musim kemarau. Air hujan sebagian besar mengalir ke laut, sedangkan air tanah telah disedot dalam jumlah yang besar, lebih besar dari julah air hujan yang meresap ke tanah. Keringnya air tanah pada musim kemarau menyababkan terjadinya intrusi air laut kelapisan air tanah, hal ini ditandai dengan air tanah yang berasa asin. Masuknya garam-garam laut ke tanah tentu saja akan mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem air tawar dan ekosistem dalam tanah dan juga tumbuh-tumbuhan yang berada diatas tanah. Hal ini memperparah keadaan karena akan menurunkan daya resap tanah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengembalikan daya resap tanah dapat dilakukan dengan membuat biopore yang dibuat dengan membuat lubang di tanah dengan diameter 10 cm sedalam 1 m, lubang ini kemudian diisi dengan sampah organic yang tujuannya untuk memicu tumbuhnya mikroorganisme dalam tanah. Munculnya mikroorganisme dalam tanah akan menyebabkan strurtur tanah menjadi lebih gembur sehingga daya serap tanah terhadap air menjadi lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika satu lubang biopore mampu menyerap air dengan kecapatan 1 liter per menit (60 liter per jam), dan jika tiap warga jakarta yang jumlahnya mencapai 8 juta masing-masing membuat 10 lubang biopore total lubang menjadi 80 juta, maka jumlah air yang bisa diserap tanah sebesar 4.8 juta m3/jam, jumlah yang cukup besar untuk meminimalkan banjir. Pertanyaannya sekarang adalah, siapkah kita melubangi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-7952729498022162496?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/7952729498022162496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=7952729498022162496' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7952729498022162496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7952729498022162496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/09/melubangi-jakarta.html' title='Melubangi Jakarta'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-7164839505314802143</id><published>2007-09-05T17:54:00.000+07:00</published><updated>2008-03-20T13:15:44.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Learing from Japanese</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Jepang bisa begitu sukses karena selain ditunjang oleh karakter manusianya juga karena strategi-strategi yang tepat. Berikut kunci-kunci sukses yang diterapkan Jepang:&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Jepang mendorong masyarakatnya untuk menabung, bukan untuk berbelanja. Seorang kepala keluarga Jepang harus menabung untuk dapat memasukkan anaknya ke sekolah karena tidak ada (sedikit) beasiswa. Sifat menabung ini yang kemudian meminbulkan budaya yang produktif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Pendidikan tinggi yang merata. Jepang tidak mengenal kasta, semua lapisan masyarakat berhak mendapatkan pendidikan. Lebih dari 93% rakyat Jepang lulus SMU. Jepang juga menghasilkan engineer lebih banyak daripada US (Jepang menempatkan engineering sebagai tempat paling penting di jajaran keilmuan).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Memperbanyak penelitian di product development dibandingkan dengan basic research.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Pertukaran informasi dapat dilakukan dengan baik tanpa harus terhalang oleh undang-undang hak milik intelektual.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Hubungan antara pemerintah dan swasta didasarkan pada hubungan yang saling menguntungkan. Swasta mendapatkan dukungan dari pemerintah, pemerintah juga mendapat income dari swasta. Menyadari hubungan yang sangat vital ini, pemerintah dan swasta sama-sama berusaha untuk menjaganya. Dalam hal-hal sulit, swasta selalu merasa aman karena ada pemerintah dibelakangnya. Pada riset untuk teknologi baru yang membutuhkan dana besar, swasta dan pemerintah bisa melakukan join riset dengan dana dari pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Rencana jangka panjang yang disusun secara konsisten walaupun berganti pemerintahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Strategi yang tepat pada waktu yang tepat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Untuk meningkatkan produktifitas pekerja, pekerja boleh dipecat kapanpun jika dinilai tidak produktif. Dengan sistem ini, tidak ada pekerja yang permanen, yang dapat terus menjadi pegawai suatu perusahaan. Setiap saat perusahaan berhak memecat karyawannya yang dinilai tidak layak untuk dipertahankan. Sistem ini dengan sendirinya memacu pekerjanya untuk lebih produktif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-7164839505314802143?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/7164839505314802143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=7164839505314802143' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7164839505314802143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7164839505314802143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/09/learing-from-japanese.html' title='Learing from Japanese'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8460272433435374782</id><published>2007-08-18T11:17:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T07:43:45.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kepada Sang Merah Putih Hormat, Gerak..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Indonesia tanah airku, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tanah tumpah darahku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Disanalah aku berdiri, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jadi pandu ibuku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Indonesia kebangsaanku, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bangsa dan Tanah Airku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Marilah kita berseru,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Indonesia bersatu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hiduplah tanahku, Hiduplah negriku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bangsaku, Rakyatku, semuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bangunlah jiwanya, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bangunlah badannyaUntuk Indonesia Raya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Refrein:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Indonesia Raya,Merdeka, Merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tanahku, negriku yang kucinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Indonesia Raya,Merdeka, Merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hiduplah Indonesia Raya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Indonesia Raya,Merdeka, Merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tanahku, negriku yang kucinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Indonesia Raya,Merdeka, Merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hiduplah Indonesia Raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Setelah 62 tahun merdeka dari penjajahan fisik, bukan berarti perjuangan untuk mencapai kemerdekaan (lahir&amp;amp;bathin) sudah usai. 62 tahun lalu, kemerdekaan terhadap pemerintahan asing di deklarasikan. Mulai saat itu, bangsa Indonesia mempunyai kekuasaan untuk memerintah diri sendiri, bebas dari perintah bangsa lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Kemerdekaan setelah penjajahan selama 350 tahun tidak serta merta mengubah pola pikir merdeka, dalam artian merdeka dalam berfikir, bebas dari pengaruh bangsa lain, bebas berkreasi, dll. Banyak contoh yang memperlihatkan bahwa kita masih tergantung dengan bangsa lain. Salah satu kemerdekaan yang masih belum diperoleh hingga sekarang adalah kemerdekaan ekonomi (dan teknologi). Kita memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, tetapi belum punya teknologi untuk mengolahnya menjadi barang yang lebih berguna. sebagaian besar sumber daya dijual dalam bentuk barang mentah yang akhirnya kembali lagi ke Indonesia dalam bentuk barang jadi dengan nilai yang jauh lebih tinggi. Kita punya gunung tembaga tetapi belum bisa mengolahnya menjadi tembaga murni, kita punya pasir besi tetapi belum bisa mengolahnya menjadi besi, kita punya bauksit tetapi belum bisa menglahnya menjadi alumunium, kita punya laut tetapi belum bisa memenuhi kebutuhan garam, kita punya tanah yang luas dan subur tetapi belum bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri, kita punya matahari sepanjang tahun tetapi gula masih impor, kita punya minyak bumi tetapi belum bisa mengubahnya menjadi bensin, kita punya segalanya tetapi tidak bisa mengubahnya menjadi apa-apa..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Di 62 tahun kemerdekaan Indonesia ini, Lets built our open mind to make a better life..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8460272433435374782?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8460272433435374782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8460272433435374782' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8460272433435374782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8460272433435374782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/08/kepada-sang-merah-putih-hormat-gerak.html' title='Kepada Sang Merah Putih Hormat, Gerak..'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-7442430778329723351</id><published>2007-07-23T16:06:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T18:41:47.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Warning on Global Warming</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemanasan global yang terjadi akibat menumpuknya gas karbon dioksida (CO2) di udara. Gas ini dihasilkan dari proses pembakaran oleh industri, transportasi, maupun rumah tangga. Emisi CO2 oleh industri merupakan salah satu yang perlu dicemati karena jumlah dan konsentrasinya yang besar. Negara-negara industri maju merupakan penyumbang CO2 terbesar, setiap orang rata-rata menggunakan energi sebesar 210 GJ/tahun, ini berarti tiap orang menyumbang CO2 sebesar 15.5 ton dibandingkan dengan Negara berkembang yang hanya 2.6 ton CO2/orang. Oleh karena itulah, diperlukan adanya protocol &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kyoto&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang menghasilkan kesepakatan untuk memerangi pemanasan global melalui penggunaan energi ramah lingkungan, peningkatan effisiensi energi, reboisasi, penjagaan hutan, dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dampak dari pemanasan global ini sangatlah luar biasa. Penelitian yang dilakukan NASA menunjukkan bahwa pada 2005, terjadi pengurangan salju dikutup sebesar 14% atau seluas Negara Turki. Es musiman yang hilang di musim panas juga semakin sedikit yang bisa membeku kembali di musim dingin berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bumi untuk menyembuhkan diri sudah mulai berkurang. Jika ini terjadi terus-menerus, maka the big day is very close.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun, ada juga yang melihat keuntungan dari mencairnya salju di kutup ini. Transportasi barang lewat laut dari eropa ke &lt;st1:place st="on"&gt;asia&lt;/st1:place&gt; timur bisa dilakukan lewat jalur samudera artik. Selain itu, diperkirakan cadangan minyak di kutup utara mencapai 25% dari total cadangan minyak yang ada di bumi. Tentu saja sebelum semua ini terjadi, beberapa pulau kecil dan besar di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terancam tenggelam (&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt; termasuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang terancam tenggelam).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fungsi kutub sangat penting bagi bumi karena 90% panas matahari diserap oleh salju di kutup. Jika salju ini mencair maka tidak ada lagi penyerap panas yang cukup besar untuk menahan bumi tetap dingin, dengan kata lain suhu bumi akan naik drastis. Berdasarkan model yang disusun oleh para peneliti, salju abadi yang menyelimuti kutub bumi akan mencair dalam 40 tahun jika tidak ada upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banjir besar, perubahan iklim yang tidak lagi stabil yang dapat mengakibatkan angin puyuh, naikknya suhu rata-rata bumi, merebaknya kanker kulit, dan life expectation yang makin menurun, dll bukan hal yang perlu di “tanya kenapa”…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berita baiknya, global warming ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa dicegah/dikurangi. Lets prepare my Friend, it’s the only world we fighting for..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-7442430778329723351?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/7442430778329723351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=7442430778329723351' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7442430778329723351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7442430778329723351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/07/warning-on-global-warming.html' title='Warning on Global Warming'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8801624160404365283</id><published>2007-07-20T10:51:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T11:02:04.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Save our Forest</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Data dari Walhi menyebutan l&lt;span class="style11"&gt;aju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun, sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Ini menjadikan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan rusak, diantaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan. [Badan Planologi Dephut, 2003].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;Akibat dari kerusakan hutan ini adalah meningkatnya kada CO2 di atmosfer disertai dengan turunnya kadar oksigen (O2). Untuk setiap hektar hutan yang ditebang, sebanyak 0.3-2.1 ton C per hektar tidak dapat di serap oleh hutan. Jika angka ini dikalikan dengan jumlah hutan yang ditebang, maka total C yang tidak dapat diserap adalah 30-213 juta ton per tahun. Sejumlah besar C ini akan berfungsi sebagai “kaca” dalam efek rumah kaca yang akan menaikkan suhu bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Akibat lain dari penebangan hutan ini adalah berkurangnya oksigen untuk kehidupan. Oksigen merupakan salah satu gas penting untuk kehidupan, tanpanya maka tidak akan ada kehidupan. Itulah sebabnya mengapa hanya di bumi yang ada kehidupan, planet lain seperti mars tidak mempunyai kehidupan karena atmosfirnya tidak mengandung oksigen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;Manusia memerlukan kurang dari 0.5 kg oksigen per hari atau sekitar 140 kg per tahun. Sedangkan untuk tiap hektar hutan dihasilkan oksigen sebesar 6250 kg per tahun dari proses fotosintesis (1 hektar hutan cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen 44 orang). Jika total hutan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang telah dirusak adalah 101.7 juta Ha pada tahun 2000, maka sejumlah 4.4 milyar manusia terancam kekurangan oksigen, belum lagi jika dihitung dari lahan yang rusak. Hanya dengan menjaga hutan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; tetap hijau, maka kenutuhan oksigen seluruh penduduk dunia tercukupi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selain untuk menjaga atmosfer, hutan juga berfungsi sebagai penyimpan air, pembersih polusi udara, polusi air, tanah, dan bahkan suara. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The only way to save our live, Save Our Forest..&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8801624160404365283?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8801624160404365283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8801624160404365283' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8801624160404365283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8801624160404365283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/07/save-our-forest.html' title='Save our Forest'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-1005997879543577147</id><published>2007-07-19T13:10:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T18:43:53.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jelajah'/><title type='text'>Gede Pangrango</title><content type='html'>&lt;div face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Gunung Gede - Pangarango terletak di kabupaten Cianjur-Sukabumi, Jawa Barat. Gunung ini termasuk dalam area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP). Puncak gunung Gede berada di ketinggian 2958 m diatas permukaan laut, sedangkan gunung Pangrango terletak di 3050 m dpl (merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki keanekaragaman ekosistem yang terdiri dari ekosistem sub-montana, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;montana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;, sub-alpin, danau, rawa, dan savana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ekosistem sub-montana dicirikan oleh banyaknya pohon-pohon yang besar dan tinggi seperti jamuju (Dacrycarpus imbricatus), dan puspa (Schima walliichii). Sedangkan ekosistem sub-alphin dicirikan oleh adanya dataran yang ditumbuhi rumput Isachne pangerangensis, bunga eidelweis (Anaphalis javanica), violet (Viola pilosa), dan cantigi (Vaccinium varingiaefolium).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Satwa primata yang terancam punah dan terdapat di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango yaitu owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata comata), dan lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus); dan satwa langka lainnya seperti macan tutul (Panthera pardus melas), landak Jawa (Hystrix brachyura brachyura), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), dan musang tenggorokan kuning (Martes flavigula).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango terkenal kaya akan berbagai jenis burung yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa. Beberapa jenis diantaranya burung langka yaitu elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan burung hantu (Otus angelinae).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai puncak ada beberapa tempat yang akan dilewati selama perjalanan, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Base camp (Cibodas)&lt;/span&gt; dapat dicapai dengan naik kendaraan umum / pribadi dari Cipanas. Dilokasi ini terdapat tempat berkemah yang cukup luas dan aman karena dikeloka dengan baik. Jalur pendakian dibuka setiap bulan Juni-September, yang pada saat itu kondisi cuaca sedang baik (musim kemarau)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Telaga Biru&lt;/span&gt; terletak di ketinggian 1575 m dpl, dapat ditempuh selama 2 jam dari base camp. Danau kecil seluas 5 Ha ini selalu tampak biru jika terkena sinar matahari karena ditumbuhi oleh ganggang biru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air terjun Cibereum &lt;/span&gt;dapat ditempuh dengan jalan kaki selama 2-3 jam. Posisi air terjun ini sedikit menyimpang dari rute pendakian. Jika tujuan pendakian adalah puncak, maka air terjun ini dapat ditinggalkan untuk sementara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air Panas &lt;/span&gt;merupakan lereng gunung dengan air terjun yang hangat. Lokasi ini berada di jalur pendakian, sehingga selalu dilewati oleh pendaki yang menuju puncak dari base camp Cibodas. Untuk mencapai lokasi ini, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;memerlukan waktu sekitar 3 jam dari Cibodas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kandang Badak&lt;/span&gt; merupakan persimpangan jalan menuju 2 puncak, Gede atau Pangrango. Tempat ini cukup luas untuk mendirikan tenda, air juga tersedia di tempat ini sehingga cukup strategis untuk berkemah sementara. Lokasi di ketinggian 2220 m dpl ini dapat di tempuh selama 4-5 jam dari Cibodas. Pendakian berikutnya setelah kandang badak ini cukup terjal sehingga perlu diperhitungkan untuk me-recharge tenaga di kandang badak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puncak Gede&lt;/span&gt; dapat berada di ketinggian 2958 m dpl, dapat ditempuh selama 3 jam dari kandang badak. Panorama kaldera yang indah dengan semburan gas sulfur dapat dinikmati di area pucak Gede. Perlu diperhatikan bahwa di puncak ini temperatur udara akan cukup dingin menjelang turunnya matahari hingga pagi hari. Untuk berkemah sebaiknya dilakukan di dataran dibalik puncak Gede yang sering disebut Alun-alun Suryakencana.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alun-alun Suryakencana &lt;/span&gt;terlihat sebagai dataran yang sangat luas yang diapit oleh dua puncak, yaitu puncak Gede dan perbukitan disepanjang 50 Ha alun-alun Suryakencana. Dataran ini cocok untuk berkemah karena terdiri dari dataran dengan rumput-rumput pendek dan nyaris tanpa tumbuhan tinggi. Selain itu, sumber air dan juga bunga edelweis dapat ditemukan di daerah ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puncak Pangrango&lt;/span&gt; berada di ketinggian 3050 m dpl, dapat ditempuh sekitar 3 jam dari kandang badak. Dari kejauhan puncak ini terlihat runcing, berbeda dengan puncak Gede yang berupa kaldera yang luas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-1005997879543577147?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/1005997879543577147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=1005997879543577147' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1005997879543577147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/1005997879543577147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/07/gede-pangrango.html' title='Gede Pangrango'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-2818709016874219753</id><published>2007-07-19T07:50:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T07:43:45.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sport is sport</title><content type='html'>&lt;p  style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;About Indonesian Football Team after final result of group stage at Asian Cup..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menang atau kalah dalam sport bukanlah yang utama. Lebih dari itu, sport adalah bagaimana memberikan yang terbaik dengan berusaha semaksimal mungkin. Manang kalah hanyalah akibat (dengan sedikit keberuntungan tentunya) dari sebuah proses. Kalah terhormat akan lebih membanggakan daripada menang curang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk usaha maksimal yang sudah dilakukan, sepantasnya kita memberikan applaus untuk Timnas, yang sudah memberikan yang maksimal walaupun masih belum berhasil. Lihat bagaimana proses menuju hasil tersebut, lihat semangat itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tradisi berusaha semaksimal mungkin pasti akan mendatangkan hasil yang maksimal, mungkin bukan sekarang, tapi tradisi yang dibangun secara konsisten akan dapat memberikan dampak pada langkah berikutnya.  &lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Go TIMNAS MERAH PUTIH…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-2818709016874219753?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/2818709016874219753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=2818709016874219753' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2818709016874219753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2818709016874219753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/07/sport-is-sport.html' title='Sport is sport'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-3926044487639516783</id><published>2007-07-18T16:08:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T18:46:54.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jelajah'/><title type='text'>preparing for next 3050 m abs</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah sukses mendaki gunung Gede (2958 m dpl), target berikutnya adalah gunung Pangango, tetangga gunung Gede yang sebenarnya masih satu lokasi dengan gunung Gede. Sedikit lebih tinggi dan medan pendakian yang cukup sulit menjadikan gunung ini menjadi salah satu pilihan untuk pendakian berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Belajar dari pendakian gunung Gede, maka ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan kesabaran dan ketangguhan untuk mengunjungi puncak tertinggi di Jawa bagian barat. Beberapa yang perlu disiapkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fisik &lt;/span&gt;menjadi salah satu faktor penting dalam pendakian, untuk itu perlu dipersiapkan dengan baik dengan melakukan hal-hal berikut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Olah raga teratur, terutama untuk melatih otot kaki, persendian, dan stamina. Olah raga yang sesuai adalah bersepeda untuk melatih otot kaki bagian atas, treatmill untuk melatih jantung dan stamina, yoga untuk kelenturan otot, dan angkat beban skala ringan untuk melatih tulang dan persendian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Makanan yang mengandung kalsium cukup untuk menjaga kondisi tulang dan persendian, untuk itu perlu tambahan susu high calcium low fat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peralatan &lt;/span&gt;yang harus dipersiapkan (diluar tenda dan sleeping bag yang merupakan perlengkapan wajib) terutama untuk menghadapi kondisi cuaca yang dingin dan mungkin akan terjadi hujan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kaos kaki hangat, sarung tangan, dan penutup kepala (telinga). Temperatur dingin akan terasa terutama di daerah-daerah tersebut, untuk itu perlu dipersiapkan peralatan yang sesuai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jaket &amp; celana tahan hujan dan rain cover untuk mengantisipiasi turunnya hujan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;perlengkapan untuk memasak seperti kompor (kompor gas lebih baik daripada kompor parafin) dan panci.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal-hal non teknis lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-3926044487639516783?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/3926044487639516783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=3926044487639516783' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3926044487639516783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/3926044487639516783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/07/preparing-for-next-3050-m-above-sea.html' title='preparing for next 3050 m abs'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-2065163205137470369</id><published>2007-07-18T15:46:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T05:33:10.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jelajah'/><title type='text'>at 2958 m above sea level</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/Rui4TTRhNvI/AAAAAAAAAAU/0AA-NwqCzTc/s1600-h/P1010073.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/Rui4TTRhNvI/AAAAAAAAAAU/0AA-NwqCzTc/s320/P1010073.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109536418982606578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah berjalan dengan beban berat selama 8 jam, sampai juga di ketinggian 2958 m diatas permukaan laut. Hiking, salah satu jenis kegiatan menyenangkan di alam, adalah olah raga yang penuh kesabaran. Berjalan dengan beban yang makin lama makin berat, bukan hanya karena kondisi jalan yang makin terjal, tetapi juga karena fisik yang makin lama makin terkuras. Puncak Gede mungkin tidak akan bisa dicapai jika dalam perjalanannya kita tidak sabar, kesempatan untuk menyerah sangat banyak.&lt;/span&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Olah raga ini bukan semata-mata untuk refreshing biasa, juga bukan untuk sekedar menghirup udara pegunungan yang bersih, sejuk, dan juga bukan hanya untuk menikmati suasana yang indah, apalagi hanya sekedar memetik sekuntum edelweis yang sedang berbunga. Lebih dari itu, olah raga ini adalah untuk melatih kesabaran, mirip dengan bagaimana harusnya kita pada saat "di uji", sabar..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil untuk perjalanan berikutnya (preparing for next 3050 m above sea level):&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Persiapan yang matang dan detail sangat penting, persiapan harus dilakukan untuk mengantisipasi kondisi terburuk yang mungkin terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kondisi fisik dan mental harus dalam kondisi full fit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlu persiapan fisik dari jauh-jauh hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara khusus, kondisi jantung dan persendian harus menjadi fokus utama dan perlu dijaga dengan makanan sehari-hari yang memenuhi kebutuhan jantung dan persendian (tulang) dan juga latihan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kelenturan dan kekuatan otot (terutama paha dan kaki),  disamping stamina, adalah bagian penting yang perlu mendapat perhatian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk itu perlu dijadwalkan latihan dan pola makan yang sesuai&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-2065163205137470369?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/2065163205137470369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=2065163205137470369' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2065163205137470369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/2065163205137470369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/07/at-2958-m-above-sea-level.html' title='at 2958 m above sea level'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P8OXPnb0x54/Rui4TTRhNvI/AAAAAAAAAAU/0AA-NwqCzTc/s72-c/P1010073.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8349833889994446203</id><published>2007-05-21T14:06:00.000+07:00</published><updated>2008-03-20T13:15:44.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LessonLearned'/><title type='text'>Google</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Begitu membuka halaman internet, kata "google" selalu menjadi pilihan pertama untuk masuk ke gerbang-gerbang berikutnya. Google adalah mesin pencari terbaik yang diciptakan oleh dua orang mahasiswa dari universitas Standford. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;Sekarang ini, Google mempunyai nilai kapitasisasi pasar melebihi 100 miliar dolar, dengan uang cash lebih dari 8 miliar dolar. Ini menjadikan google lebih kaya daripada sebuah negara kecil. Tapi taukah bahwa pada mulanya, google tidak diciptakan untuk menghasilkan uang. Bahkan pada awalnya, para pendiri google sendiri tidak punya ide darimana mendapatkan uang. Mereka hanya memikirkan bagaimana mempermudah orang lain untuk mendapatkan mesin pencari yang berkualitas karena pada masa itu, mesin pencari yang ada masih belum memadai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;Dengan semangat yang mengebu-gebu, disertai dengan kerja keras yang tak kenal lelah, google akhirnya menjadi mesin pencari terbaik. Dan dengan sendirinya, uang datang. Begitu seharusnya kita bekerja, dengan visi bukan hanya mengharap gaji.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8349833889994446203?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8349833889994446203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8349833889994446203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8349833889994446203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8349833889994446203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/05/google.html' title='Google'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-7487804804334412040</id><published>2007-05-15T09:16:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T11:07:24.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green'/><title type='text'>Bahkan dengan kayu bakar saja, energy dunia tercukupi..</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penemuan sumber energy murah mendongkrak revolusi dunia, memasuki era mass production. Energy kemudian menjadi kebutuhan paling mendasar setiap negara. Tidak ada negara yang benar-benar kuat tanpa menguasai energy.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selama lebih dari 50 tahun, sumber energy utama terfokus pada minyak bumi. Selama itu pula, cadangan minyak yang ada di perut bumi makin menurun seiring dengan meningkatnya jumlah gas rumah kaca (CO2) di atmosfer yang telah mengubah cuaca dunia. Suhu udara rata-rata bumi terus naik, berbagai fenomena alam seperti, banjir, angin puyuh, dll muncul sebagai akibat dari pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Makin banyaknya kebutuhan manusia akan energy meningkatkan jumlah pemakaian energy. Sekarang ini, total pemakaian energy untuk negara berkembang mencapai 140 EJ/tahun, atau 36 GJ/Orang/tahun (35% disuplai dari biomass), masih jauh dibawah negara maju yang mencapai 250 EJ/tahun, atau 210 GJ/Orang/tahun (3% disuplai dari biomass). Total pemakaian energy sebesar 390 EJ/tahun atau setara dengan 9.75 triliun liter minyak / tahun. Jumlah yang sedemikian besar ini, sebagian besar dipenuhi oleh sumber energy yang tidak terbaharukan, yang suatu saat bisa habis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Munculnya kekhawatiran habisnya sumber minyak bumi dan semakin tingginya kesadaran akan lingkungan, mendorong munculnya sumber-sumber energy ramah lingkungan yang lama ditinggalkan. Pembakaran bahan bakar fosil untuk berbagai keperluan seperti transportasi, pembangkit listrik, rumah tangga, dan industri telah menambah jumlah CO2 di udara. Untuk setiap kWh listrik yang dibangkitkan, dihasilkan 830 g CO2 jika bahan bakar yang digunakan batu bara, atau 600 g CO2 jika bahan bakarnya minyak bumi, atau 400 g untuk bahan bakar gas bumi. Bahan bakar renewable (hayati) menghasilkan 0 g CO2, karena CO2 yang dihasilkan, awalnya dari CO2 diudara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salah satu sumber energy renewable pengganti energy fossil adalah biomass. Biomass adalah sumber energy dari bahan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hayati, dapat berasal dari sampah organik, kotoran hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Dari 1 Ha tanaman, rata-rata mampu dihasilkan energy sebesar 180 GJ/tahun (atau 0.5% dari jumlah energy matahari yang diterima). Dan untuk tiap hetktarnya dihasilkan 15 ton biomass/tahun, dan per ton biomass menghasilkan 20 GJ, maka diperlukan 1300 Juta Ha lahan untuk memenuhi kebutuhan energy dunia. Jumlah yang cukup banyak, tetapi melihat dari jumlah potensi lahan dunia, jumlah tersebut bisa dipenuhi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Data Walhi menyebutkan, kerusakan lahan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; hingga tahun 2000 mencapai 100 juta Ha. Jika lahan ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biomass maka akan dihasilkan energy sebesar 18 EJ/tahun. Kebutuhan energy &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (dengan asumsi pemakaian energy per orang 36 GJ/tahun) sebesar 9 EJ/tahun. Setengah dari jumlah energy yang mampu dipasok oleh biomass dari pemanfaatan lahan "rusak".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kita tidak butuh minyak bumi, gas alam, ataupun nuklir, jika kita mau berfikir, bahkan dengan kayu bakar saja, energy dunia tercukupi..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-7487804804334412040?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/7487804804334412040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=7487804804334412040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7487804804334412040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/7487804804334412040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/05/bahkan-dengan-kayu-bakar-saja-energy.html' title='Bahkan dengan kayu bakar saja, energy dunia tercukupi..'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-6351240865742646980</id><published>2007-04-14T21:11:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T18:50:20.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Work : Not only about money..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Banyak orang yang mengaitkan bekerja dengan gaji sampai seolah-olah bekerja itu unutk gaji. Orang selalu beranggapan, klo ga digaji berarti ga kerja, atau ga mau kerja kalau ga di gaji. Ya, memang sewajarnya kalau bekerja itu dapat gaji., tapi bukan itu yang dimaksud bekerja?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Datang ke kantor pagi jam 7.00 scan sidik jari sebagai tanda hadir, kemudian duduk di belakang meja, tanpa menghasilkan apapun, dan setiap akhir bulan menerima gaji. Apa itu yang namanya kerja? Kerja itu berkarya, kalau disebut berkarya ya harus menghasilkan karya. Kalau kerjaan cuman dibelakan komputer dan ga menghasilkan apapun, apa itu disebut bekerja. Paid for nothing..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kembali ke "karya".. karya itu bisa berupa apapun, bagi seorang seniman karya bisa berarti lukisan, patung, ilustrasi, naskah-naskah drama, puisi, lagu, novel, dll. Buat seorang engineer, karya itu ya berupa nilai tambah, atau menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Engineer bisa mengubah sampah menjadi energi, pasir manjadi mobil, rumput menjadi lembaran kertas, dll. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bergabung dengan perusahaan multinasional, kalau yang kita lakukan disana adalah berfikir dan menghasilkan suatu metode yang dapat meningkatkan efisiensi, menghasilkan proses yang lebih ramah lingkungan, mengurangi limbah, itu baru namanya bekerja. Tapi kalau yang kita lakukan hanya ikut perintah atasan (atasan bilang A kita ikut A, atasan bilang B kita ikut B), padahal iu belum tentu bener tapi tetap kirta ikuti, itu berarti bukan bekerja. Kita hanya robot jika melakukan itu. Seperti layaknya komputer atau mesin ketik saja, dipencet A muncul A, dipencet B muncul B.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku, mungkin salah satu dari orang-orang yang belum bekerja..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-6351240865742646980?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/6351240865742646980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=6351240865742646980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6351240865742646980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/6351240865742646980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/04/work-not-only-about-money.html' title='Work : Not only about money..'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-8313162002309214173</id><published>2007-03-07T18:48:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T18:51:09.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ampuni kami ya Tuhan..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Belum ketemu bangkai pesawat Adam air yang jatuh di perairan Sulawesi, ada lagi kabar Adam air patah karena hard landing, sekarang ditambah lagi terbakarnya Garuda Indonesia. Belum hilang dari ingatan kita, kapal laut Tristar tenggelam dan disusul Senopati, sekarang satu lagi kapal tenggelam. Entah sudah berapa banyak kereta api yang anjlok dari rel. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Belum hilang duka akibat tsunami Aceh-Nias, Jogja, Jawa barat selatan, Gempa Mandailing Natal, adalagi gempa di Solok. Banjir jakarta, angin puting beliung Jawa tengah-timur dan kalimantan, lumpur Lapindo, lahar gunung merapi, bencana datang silih berganti seakan ga pernah abis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dulu orang bilang Indonesia adalah tanah subuh makmur, ijo royo-royo, gemah ripah loh jinawi, tapi sekarang... setiap musim hujan tiba, banjir selalu datang, setiap musim kemarau datang, kekeringan dimana-mana. Negeri agraris tapi beras, kedelei, jagung, dll impor. Negeri maritim tapi garam impor, laut tidak dijaga. Negeri tropis tapi gula yang seharusnya melimpah, masih impor. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dulu orang bilang Indonesia adalah negeri surga, tidak ada topan tidak ada badai, tidak ada gempa ataupun tsunami. Negerinya aman, rakyatnya rukun. Tapi sekarang, sedikit saja berbeda kita sudah mencap golongan lain. Semakin tua bukannya semakin dewasa tapi malah semakin kanak-kanak. perbedaan pendapat dianggap halangan. Pemimpinnya korup, wakil rakyatnya juga. Rakyatnya miskin, pejabat tidak mau tau. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Duh Gusti... Ampuni kami.. Terlalu banyak dosa-dosa yang kami perbuat. lewat tangan-tangan kami, lewat mulut-mulut kami, lewat otak-otak kami, lewat gerak kaki kami.. Ajari kami untuk bersyukur ya Tuhan, sudah lama kami tidak mengingat Engkau dalam sholat kami, sholat hanya jadi kewajiban yang hanya sekedar dipenuhi saja. Tidak lagi sebagai proses sakral untuk menghadap Engkau ya Tuhan.. Puasa kami lakukan hanya karena orang lain berpuasa, bukan lagi karena pengabdian kami.. Kejahatan ada didepan mata, kami pura-pura tidak tau, kemiskinan merajalela kami diam saja. alam dirusak, bumi dokotori dan kami tidak berbuat apapun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ya Tuhan, ampuni kami.. Berikan kami kekuatan, kekuatan untuk mengalahkan diri sendiri. kekuatan untuk melawan nafsu serakah kami. Kekuatan untuk menerima perbedaan, kekuatan untuk berdiri menjadi bangsa yang dewasa..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1731365069069469192-8313162002309214173?l=prawito.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prawito.blogspot.com/feeds/8313162002309214173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1731365069069469192&amp;postID=8313162002309214173' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8313162002309214173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1731365069069469192/posts/default/8313162002309214173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prawito.blogspot.com/2007/03/ampuni-kami-ya-tuhan.html' title='Ampuni kami ya Tuhan..'/><author><name>iwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00275379310851715083</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1731365069069469192.post-4050606950635433500</id><published>2007-02-07T20:45:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T18:54:03.898+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Think about it..</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di karuniai dengan bahan tambang yang sangat melimpah, kita tidak belajar bagaimana cara menambang dan menggunakannya. Kita hanya jadi penonton ketika freeport dan perusahaan-perusahaan asing lainnya dengan leluasa mengambil dan membawa hasil tambang dari perut bumi Indonesia keluar negri yang kemudian masuk lagi ke Indonesia sebagai produk jadi dengan harga yang jauh tinggi. Kita punya cadangan migas yang cukup besar, tapi kemudian dikuasai exxon dkk karena kita tidak pernah belajar bagaimana memanfaatkannya. Apa yang kita punya saja kita tidak tahu bagaimana menggunakannya, bagaimana dengan yang tidak kita punya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kita punya hutan yang dulu pernah jadi paru-paru dunia tapi kita tidak pernah belajar untuk menjaganya dan sekarang hutan kita tinggal kenangan, kenangan yang meninggalkan banjir, longsor, kekeringan, dan (mungkin) naikknya suhu bumi. Laut kita luas, hasil ikannya pun melimpah, tapi kita tidak punya cukup tenaga untuk melindunginya (padahal jumlah penduduk Indonesia mencapai 220 juta). Akibatnya, hasil laut dicuri, karang dan keindahannya dirusak, pantainya kotor, dll. Menjaga yang &lt;i style=""&gt;renewable&lt;/i&gt; saja kita tidak bisa apalagi yang &lt;i style=""&gt;unrenewable&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jepang di anugerahi dengan berbagai gempa bumi besar, tapi mereka mau belajar medan hasilnya adalah bangunan-bangunan pencakar langit yang tahan gempa. Belanda diberikan dataran yang lebih rendah dari laut, mereka belajar dan hasilnya adalah ilmu teknik sipil yang mengagumkan. Australia, negara para penjahat buangan Inggris, adalah negara yang gers
