Lebih dari sekedar bahaya kumunisme yang digembar-gemborkan oleh Soeharta pada jaman orde baru, bahaya yahudi ini mengancam seluruh dunia. Presiden Amerika terdahulu (Lincoln) telah meramalkan jika yahudi dibiarkan berdiam diri di Amerika, maka dalam 200 tahun bangsa Amerika akan menjadi budak yahudi. Dan ternyata sekarang ramalan itu terbukti dengan berhasilnya yahudi menjadikan Amerika sebagai Negara boneka. Amerika yang sekarang ini sebenarnya bukanlah Amerika yang sesungguhnya. Amerika sekarang ini bukanlah suatu Negara yang merdeka sebenarnya, tetapi hanyalah Negara boneka dibawah yahudi. Federal reserve, bank sentral Amerika yang mencetak dolar adalah lembaga swasta di bawah yahudi. Padahal sumber keekonomian/yang mengatur ekonomi Amerika adalah Federal reserve. Kebijakan Amerika secara umum dipengaruhi oleh lembaga swasta tersebut, termasuk perang ke Iraq, Afganistan, Libia, dll. Dengan perang, yahudi lebih mudah mencekik Amerika dengan jalan memberikan bantuan keuangan untuk mendanai perang tersebut. Bantuan keuangan dan bunga yang harus dibayarkan di kemudian hari yang akan menjerat leher Amerika. Ketika leher sudah terjerat, maka apapun yang diminta yahudi akan dengan mudah dipenuhi. Jadi sebenarnya kita tidak perlu membenci Amerika, seharusnya justru kita mengasihani dan membantu Amerika karena telah terpedaya dan terjerat oleh yahudi.
Setelah menbaca buku “Yahudi Menggenggam Dunia”, saya menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:
- Yahudi (menurut saya) sebenarnya abstrak dalam artian tidak berwujud jelas, dia bukan bangsa yang nyata. Kata “yahudi” sebenarnya lebih cocok untuk menyebutkan "manusia sebagai wujud dari setan". Bahkan orang yang beragama yahudi pun mungkin tidak sadar kalau dia itu "yahudi".
- Yahudi merasa sebagai manusia pilihan yang paling utama, bangsa lain hanyalah budak bagi mereka. Sama seperti setan yang merasa paling utama karena diciptakan dari api, sedangkan manusia diciptakan dari tanah. Setan tidak mau tunduk kepada manusia karena merasa lebih utama.
- Yahudi memakai cara-cara setan seperti : demoralisasi, suap-menyuap, seks bebas, minuman keras, judi, perang, kekacauan, ketakutan dll untuk menguasai musuhnya (manusia)
- Yahudi bisa ada dimanapun tanpa kita sadari. Orang mungkin secara lahiriah terlihat sebagai ulama, pendeta, pemuka agama, pemimpin Negara, atau orang yang dihormati, tetapi pada hakikatnya bisa jadi ternyata didalamnya adalah yahudi. Oleh karena itu kita melihat banyak sekali keanehan-keanehan yang menyimpang seperti, seorang ulama ternyata menerima uang suap, pemuka agama terlibat skandal seks, dll. Yahudi bisa menyusup dan bersembunyi di manapun, yahudi bisa menjadi pendeta agar bisa menghancurkan gereja, atau menjadi ulama untuk menghancurkan masjid, menjadi tokoh terpandang untuk menghancurkan moral generasi muda. Tapi tujuannya sama, yaitu ingin kedudukannya berada diatas manusia, menjadikan manusia sebagai budaknya.
- Yahudi tidak dapat hidup bersama dengan golongannya. Dia adalah vampire yang hidup dengan menghisap darah orang lain. Vampire tidak akan menghisap darah vampire lain. Yahudi hidup dibalik layar, dimana Negara kuat, disitu yahudi berkembang biak.
- Yahudi menguasai ekonomi dan media massa sehingga dengan mudah dapat menyetir pemerintah manapun di dunia ini. Yahudi menciptakan krisis ekonomi kemudian berpura-pura memberikan bantuan, bantuan beserta bunga yang berlipat-lipat yang harus dibayarkan dikemudian hari itulah yang akan mencekik leher kita.
Untuk menangkal bahaya yahudi (sebenarnya bahaya yahudi sudah tidak dapat ditangkal, kita hanya bisa sedikit demi sedikit melemahkannya) ada beberapa hal yang harus dilakukan:
- Tujuan yahudi hanya dapat terlaksana di dunia, oleh karena itu untuk menangkal yahudi kita harus berhenti atau mengurangi memikirkan keduniawian. Kembali ke ajaran agama yang benar (agama yang benar adalah penuh dengan damai dan kasih sayang, tidak ada agama apapun di dunia yang mengajarkan kekerasan). Kembali ke ajaran agama yang benar ini bukan berarti memaksa orang untuk masuk ke agama kita karena agama adalah masalah keyakinan, tiap orang bisa berbeda, dan kita memang tidak bisa mengajak orang untuk masuk ke agama tertentu, sebagaimana di sebutkan di dalam Al-quran bahwa kita tidak akan bisa membuka hati seseorang jika Allah tidak membukanya. Jadi mengajak orang untuk masuk ke agama Islam (misalnya) adalah sesuatu yang sia-sia, sebab Allah lah yang mengatur semuanya.
- Damai, aman, sejahtera untuk semua. Ini adalah hal-hal yang paling di benci oleh yahudi karena dengan keadaan seperti ini yahudi tidak dapat berkembang. Yahudi menginginkan pertikaian, perselisihan, dan perpecahan. Yahudi tidak menyukai keadaan damai. Kondisi dunia yang kacau, misalnya dengan adanya terorisme adalah hal yang di sukai oleh yahudi karena dengan terorisme itu dunia akan kacau, yahudi seolah-olah tampil sebagai pihak yang lemah tak berdaya sehingga perlu dilindungi. Sangat mirip dengan kasus hitler memusuhi yahudi. Yahudi muncul sebagai pihak yang lemah ini kemudian akan melegalkan pembunuhan masal terhadap kelompok-kelompok penentang yahudi. Hal ini sama persis dengan perang dunia II dimana yahudi mempropagandakan diri sebagai pihak yang tersakiti, pihak yang lemah. Dan kemudia dengan itu melegalkan bangsa lain untuk membunuhi musuh-musuh yahudi. Dengan munculnya terorisme, maka pihak yang sangat di untungkan adalah yahudi karena dia yang menguasai media massa untuk memutar balikkan fakta. Untuk itu, untuk melemahkan yahudi maka diperlukan keadaan yang damai.
- Dalam ajaran Islam sebenarnya banyak sekali mengajarkan hal-hal yang dapat menangkal bahaya yahudi, seperti : (1) Konsep bahwa semua orang Islam adalah bersaudara. Hal ini tentu saja sangat menghalangi langkah yahudi yang sangat tergantung pada suasana yang kacau, penuh dengan perselisihan, perpecahan, dan pertikaian. (2) Konsep ekonomi Islam juga sangat tidak disukai oleh yahudi yang menggantungkan diri pada pinjaman berbunga (riba) untuk mencekik leher, kapitalisme untuk menguasai keuangan, dll. (3) Islam memandang dunia dan akhirat dengan seimbang, ini juga bertentangan dengan yahudi yang hanya mementingkan duniawi saja.
- Berhati-hati dengan pinjam-meminjam atau menabung di bank. Yahudi menguasai keuangan dan tentu saja perbankan karena itulah ciptaannya. Nilai mata uang dapat berubah dengan drastic sewaktu-waktu, pada kondisi tertentu (lihat saja krisis ekonomi 1998) nilai mata uang bisa terjun bebas menjadi tidak bernilai lagi. Simpanan kekayaan dalam bentuk yang riil lebih aman, seperti emas, perak, dll.
- Yahudi menguasai media massa, maka sikap kritis diperlukan untuk dapat menyaring mana informasi yang benar dan mana yang dikaburkan. Kebodohan dan ketidaktahuan adalah teman dekat yahudi.
- Yahudi tidak dapat dikalahkan dengan kekerasan dan perang dalam arti perang badaniah karena yahudi adalah ideologis, jadi hanya dapat dikalahkan dengan hati. Jika semua hati manusia bersatu maka yahudi kalah. Perang dan terorisme walaupun ditujukan hanya untuk membunuh yahudi (misalnya) malah akan memperburuk keadaan dan mempercepat kemenangan yahudi. Mungkin teroris-teroris semacam Al-qaeda adalah sengaja bentukan yahudi (di dukung oleh yahudi) untuk menghancurkan Islam dari dalam. Dengan adanya terorisme yang berkedok Islam, yahudi kemudian dengan media massanya akan dengan mudah menyudutkan seluruh umat Islam yang kemudian dapat dengan mudah mempengaruhi suatu Negara untuk mengeluarkan larangan memakai jilbab untuk para wanita dengan dalih bahwa jilbab itu dekat dengan teroris. Tujuan sebenarnya adalah untuk meruntuhkan symbol-simbol Islam sehingga lama-kelamaan akan luntur dan dengan sendirinya mulai ditinggalkan para pengikutnya.
Secara riil usaha-usaha yang bisa dilakukan oleh perorangan untuk menangkal/melemahkan yahudi adalah sebagai berikut:
- Tidak meminjam di bank, jauhkan credit card, dll
- Mengubah simpanan di bank dari deposito, tabungan, dll kedalam emas, tanah, dll (asset riil)
- Puasa, menahan diri dari keinginan-keinginan duniawi
- Perbanyak wawasan, banyak membaca, dan perkuat iman

0 comments:
Post a Comment