Pages

Hanya ada satu presiden Indonesia..

Penghinaan terhadap lambing Negara pada tahun 1963 oleh Malaysia langsung dibalas dengan Ganyang Malaysia oleh presiden Soekarno waktu itu. Berbeda dekali dengan kondisi sekarang, ketika banyak TKI di Malaysia yang dilecehkan, disiksa, dll presiden Indonesia seolah hanya pasrah saja, tidak ada tindakan tegas yang diambil. Padahal tugas pemimpin harusnya melindungi seluruh rakyatnya. Penghinaan terhadap 1 orang rakyat saja berarti penghinaan terhadap Negara. Bahkan dalam cerita Islam, pernah ada kisah perang yang terjadi hanya karena ingin melindungi hak salah seorang rakyatnya. Mungkin SBY tidak mau rakyat kecil menderita karena perang, tapi menurutku, tersiksa oleh perasaan terhina lebih menderita.

Indonesia mempunyai kekayaan alam yang begitu banyaknya, kita sebenarnya sangat-sangat kaya, tetapi rupanya pemerintah lupa melaksanakan UUD 1945, terutama pasal 33 ayat 3 yang berbunyi “ Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Yang terjadi sekarang ini kekayaan alam Indonesia banyak yang dikuasai asing, untuk kemakmuran rakyat asing. Hal ini tidak terjadi pada masa presiden Soekarno, karena dengan tegas Soekarno menjawab pemerintahan AS dengan “Go to hell with your aids”. Dengan sangat yakin bahwa kita mampu berdiri di atas kaki sendiri. Begitu presiden Soekarno diganti oleh Soeharto, hal pertama yang terjadi adalah gunung emas dan tembaga di Tembagapura jatuh ke tangan asing. Berikutnya satu-persatu kekayaan alam Indonesia berjatuhan ke tangan asing dan mulailah Negara ini tergadaikan. Harusnya dengan mengacu kepada UUD 1945 pasal 33 ayat 3 tsb pemerintah bisa mengambil alih (me-nasionalisasi) perusahaan-perusahaan asing di Indonesia. Asalkan presiden dan rakyatnya punya ketegasan dan keberanian.

Seorang pemimpin disegani karena ketegasannya, Kuba contohnya, Negara kecil yang kekayaan alamnya jauh dari Indonesia bahkan mampu membuat Negara sebesar AS waspada. Iran yang sumberdaya alam utamanya hanyalah minyak bahkan mampu membuat AS dan Uni Eropa merinding. Venezuela bahkan berani menasionalisasi seluruh perusahaan minyak di Negara itu, dan juga mengusir duta besar AS. Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, sumber daya manusia juga melimpah, yang diperlukan hanyalah kemauan dan ketegasan.

Soekarno sudah mengajarkan kita untuk menjadi bangsa Indonesia yang berdikari dan dipandang oleh Negara sekitar bahkan dunia, bukan malah dilecehkan oleh asing. Kita tidak perlu dunia, dunia yang perlu kita, salah satunya adalah karena kita paru-paru dunia. Kita pernah ditakuti dan dipandang oleh dunia, dan kita selalu punya potensi untuk itu. Yang diperlukan hanya pemimpin yang menggeelegarrr..

0 comments: